Dalam kegiatan tahunan ini, Citroën C3 Aircross dipercaya menjadi kendaraan operasional yang akan digunakan tim ekspedisi untuk menjelajahi ribuan kilometer jalur mudik utama di Pulau Jawa dan Sumatera.
Acara pelepasan ekspedisi digelar di Jakarta pada 6 Maret 2026 dan turut dihadiri berbagai institusi yang terlibat dalam pengelolaan transportasi nasional, termasuk Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, PT Jasa Marga, serta PT Jasa Raharja.
Kolaborasi ini bertujuan memberikan gambaran nyata kondisi jalur mudik kepada masyarakat sebelum puncak arus perjalanan Lebaran.
Program Ekspedisi Elshinta Jelang Mudik Lebaran 2026 berlangsung selama tujuh hari, mulai 6 hingga 12 Maret 2026.

Citroën Dukung Ekspedisi Elshinta Jelang Mudik Lebaran 2026
Dalam ekspedisi ini, dua tim akan melakukan perjalanan untuk memantau berbagai aspek penting yang berkaitan dengan kelancaran mudik, seperti:
-
kondisi infrastruktur jalan
-
kesiapan rest area
-
titik rawan kemacetan
-
jalur alternatif perjalanan
Tim pertama akan menyusuri jalur Lintas Jawa, berangkat dari Jakarta menuju Surabaya melalui jalur Pantura serta jaringan Tol Trans Jawa.
Sementara itu, tim kedua akan menempuh rute Lintas Sumatera, dari Jakarta menuju Palembang dengan menyeberangi Selat Sunda melalui jalur Merak – Bakauheni, sebelum melanjutkan perjalanan di Jalan Lintas Sumatera.
Selama perjalanan tersebut, tim ekspedisi akan memberikan laporan kondisi jalur secara langsung kepada masyarakat melalui siaran radio dan berbagai platform media.
Untuk menunjang mobilitas ekspedisi yang menempuh ribuan kilometer, Citroën C3 Aircross dipilih sebagai kendaraan operasional utama.
SUV ini dirancang dengan karakter berkendara yang mengutamakan kenyamanan, sebuah filosofi yang sudah lama menjadi ciri khas kendaraan Citroën.
Beberapa keunggulan yang dinilai relevan untuk perjalanan jarak jauh antara lain:
-
Kabin luas yang memberikan ruang lega bagi penumpang dan perlengkapan ekspedisi
-
Suspensi khas Citroën yang dirancang untuk meredam getaran jalan secara optimal
-
Ground clearance tinggi yang mendukung perjalanan lintas kota hingga lintas pulau
-
Karakter berkendara stabil untuk perjalanan panjang
Kombinasi tersebut membuat kendaraan ini dinilai mampu menghadapi berbagai kondisi jalan yang ditemui selama ekspedisi, mulai dari jalan tol, jalur nasional, hingga rute dengan permukaan jalan yang kurang ideal.
Menurut Ferdinan Hendra, partisipasi Citroën dalam kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi brand terhadap masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik.
“Citroën bangga dapat mendukung Ekspedisi Elshinta Jelang Mudik Lebaran 2026. Kegiatan ini memiliki peran penting dalam memberikan informasi kondisi jalur mudik secara langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Informasi yang diperoleh selama ekspedisi diharapkan dapat membantu pemudik merencanakan perjalanan dengan lebih matang, baik dari sisi waktu keberangkatan, pemilihan jalur, hingga kesiapan kendaraan.
Berdasarkan proyeksi pemerintah, jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143 juta orang.
Lonjakan mobilitas tersebut diprediksi terjadi pada beberapa periode utama, antara lain:
-
Puncak arus mudik: 18–20 Maret 2026
-
Arus balik pertama: 23–24 Maret 2026
-
Arus balik kedua: 27–28 Maret 2026
Dengan potensi pergerakan manusia yang sangat besar, pemetaan jalur perjalanan menjadi langkah penting untuk membantu mengurangi kepadatan serta meningkatkan keselamatan selama perjalanan.
Partisipasi Citroën dalam ekspedisi ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen brand untuk mendukung mobilitas masyarakat Indonesia.

Citroën Dukung Ekspedisi Elshinta Jelang Mudik Lebaran 2026
Melalui dukungan kendaraan seperti Citroën C3 Aircross, Citroën ingin menunjukkan bahwa kendaraan yang nyaman dan adaptif dapat menjadi partner perjalanan yang andal—terutama pada momen besar seperti mudik Lebaran.
Dengan kombinasi kenyamanan khas Citroën dan peran strategis dalam ekspedisi jalur mudik, C3 Aircross kini tidak hanya hadir sebagai SUV keluarga, tetapi juga sebagai kendaraan yang siap menghadapi perjalanan lintas kota hingga lintas pulau di Indonesia.****
