Adira Finance dan PP ‘Aisyiyah Saling Bersinergi untuk Pemberdayaan Perempuan
- account_circle dimas
- calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
- visibility 126
- print Cetak

Adira Finance dan PP ‘Aisyiyah Saling Bersinergi untuk Pemberdayaan Perempuan
OTOExpo.com , Jakarta – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance), melalui Unit Usaha Syariah, resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah.
Kolaborasi ini berfokus pada upaya pemberdayaan perempuan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di Indonesia.
Bertempat di Kantor PP ‘Aisyiyah Jakarta, penandatanganan nota kesepahaman ini menandai babak baru kerja sama kedua lembaga dalam menciptakan dampak sosial berkelanjutan.
Pada acara tersebut, Dewa Made Susila, Direktur Utama Adira Finance, menegaskan bahwa inisiatif ini adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk menciptakan nilai tambah sekaligus memberdayakan masyarakat.
“Kolaborasi ini mencerminkan visi kami untuk menciptakan nilai bersama demi kesejahteraan masyarakat. Kami percaya bahwa pemberdayaan perempuan dan literasi keuangan syariah adalah fondasi utama dalam membangun masyarakat mandiri dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Apa Saja Programnya?
Kerja sama ini bukan sekadar seremoni, melainkan diikuti aksi nyata dan program-program pemberdayaan, seperti:
Penguatan Usaha Mikro dan Koperasi untuk Perempuan
Adira Finance dan PP ‘Aisyiyah sepakat untuk memberikan pembinaan kewirausahaan hingga penguatan koperasi berbasis komunitas.
Dengan begitu, perempuan pelaku usaha mikro di berbagai daerah bisa lebih berdaya dan mandiri secara finansial.
Literasi Keuangan Syariah untuk Semua Lapisan
Salah satu fokus utama adalah edukasi keuangan berbasis prinsip syariah. Selain memperkenalkan produk pembiayaan Adira Syariah, masyarakat juga diberi pemahaman praktis soal pengelolaan keuangan agar lebih sehat dan beretika.
Kesehatan Ibu dan Anak Jadi Prioritas
Kerja sama ini juga mencakup edukasi soal gizi, imunisasi, hingga pencegahan stunting untuk memastikan ibu dan anak tumbuh sehat. Dengan begitu, kualitas hidup generasi penerus bangsa bisa lebih baik.
Akses Pembiayaan untuk UMKM dan Usaha Kecil
Adira Finance berkomitmen memberi pembiayaan produktif dan multiguna berbasis syariah untuk anggota binaan ‘Aisyiyah. Dukungan pembiayaan ini diharapkan bisa menjadi katalis tumbuhnya usaha-usaha kecil agar lebih mandiri dan kompetitif.
Komitmen Adira Finance Syariah untuk Masyarakat
Adira Finance memang cukup aktif dalam penyaluran dana kebajikan dan pembiayaan syariah. Hingga Mei 2025, mereka sudah menyalurkan lebih dari Rp5 miliar untuk program sosial dan kemanusiaan. Selain itu, pembiayaan syariah mereka sudah melampaui Rp2,9 triliun, menjadi bukti konkret bahwa mereka serius menghadirkan layanan pembiayaan inklusif dan sesuai prinsip syariah.
Pada Juni 2025 ini, beberapa kegiatan sosial juga diselenggarakan, seperti:
- Syariah Goes to Community (SGTC) 2025
Inisiatif edukasi dan layanan keuangan syariah langsung ke berbagai daerah. - Workshop Keuangan Syariah (WKS) 2025 di Institut Agama Islam Darussalam, Martapura, Kalimantan Selatan. Workshop ini bertujuan melahirkan generasi muda yang melek literasi keuangan syariah dan berintegritas.
- Kegiatan Filantropi 2025
Diselenggarakan jaringan Kantor Cabang Unit Syariah (KCUS) Adira Finance di banyak daerah untuk memberikan bantuan sosial dan memberdayakan komunitas lokal.
Meski kerja sama ini membawa banyak potensi positif, implementasinya harus benar-benar diawasi agar sesuai sasaran dan tak hanya sekadar simbolis.
Tantangan di lapangan, seperti perbedaan budaya dan tingkat literasi keuangan di setiap daerah, perlu dikelola secara matang.
Selain itu, dukungan pembiayaan harus diiringi pembinaan berkelanjutan agar usaha mikro benar-benar naik kelas dan memberi dampak jangka panjang.
Namun, secara keseluruhan, inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk memberdayakan kaum perempuan sekaligus memperkuat literasi keuangan berbasis syariah di akar rumput.
Jika dijalankan secara konsisten dan transparan, bukan hanya masyarakat yang diuntungkan, tetapi ekosistem pembiayaan mikro dan sektor UMKM Indonesia secara keseluruhan juga bisa tumbuh lebih sehat dan berdaya.***
.
.
.
.
.
- Penulis: dimas
