400 Unit Vinfast Limo Green Disiapkan untuk Armada, Sinyal EV Komersial Mulai Meledak
- account_circle Selviyani Mimie
- calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
- visibility 93
- comment 0 komentar
- print Cetak

VinFast Menandatangani MoU Penyediaan 400 Unit Limo Green dengan Mitra Armada, Dorong Transportasi Ramah Lingkungan di Indonesia
VinFast Menandatangani MoU Penyediaan 400 Unit Limo Green dengan Mitra Armada, Dorong Transportasi Ramah Lingkungan di Indonesia
VinFast Teken MoU 400 Unit Limo Green untuk Armada Transportasi di Indonesia
OTOExpo.com , Jakarta – Pasar kendaraan listrik Indonesia mulai memasuki fase baru: bukan lagi sekadar adu fitur untuk konsumen pribadi, melainkan sudah bergerak ke segmen fleet dan armada komersial.
Sinyal itu terlihat jelas setelah VinFast resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan dua mitra transportasi, yakni Riline Velocity Express (RVE) dan PT Sentrik Persada Nusantara.
Kesepakatan tersebut membuka peluang pengadaan 400 unit VinFast Limo Green, MPV listrik berkapasitas 7 penumpang yang dirancang untuk kebutuhan operasional transportasi intensif.
Dalam rencana awal, VinFast menyiapkan suplai 200 unit untuk RVE dan 200 unit untuk Sentrik, dengan pengiriman dilakukan secara bertahap mengikuti ekspansi bisnis masing-masing perusahaan.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa segmen EV untuk armada penumpang dan rental B2B semakin matang, terutama karena operator transportasi mulai menghitung ulang biaya operasional di tengah fluktuasi harga BBM dan meningkatnya tuntutan efisiensi.
Berbeda dari MPV listrik yang hanya mengejar desain futuristik, VinFast Limo Green jelas diposisikan sebagai kendaraan operasional. Mobil ini mengusung konfigurasi tiga baris dengan dimensi cukup besar di kelasnya: 4.740 mm (panjang), 1.872 mm (lebar), dan 1.729 mm (tinggi), serta wheelbase 2.840 mm.
Secara teknis, kombinasi dimensi tersebut memberi keuntungan pada kabin, terutama untuk kebutuhan transportasi penumpang berintensitas tinggi seperti shuttle, travel, hingga layanan ride-hailing premium. Wheelbase panjang juga menjadi faktor penting dalam kestabilan kendaraan, terutama ketika membawa beban penuh 7 penumpang.
Dari sisi powertrain, Limo Green dibekali baterai Lithium Iron Phosphate (LFP), jenis baterai yang dikenal lebih stabil secara termal dan lebih cocok untuk pemakaian armada karena daya tahan siklus pengisian cenderung lebih panjang dibanding baterai NMC.
VinFast mengklaim jarak tempuhnya mampu mencapai 450 km dalam sekali pengisian daya, sebuah angka yang cukup relevan untuk kebutuhan operasional harian di area Jabodetabek hingga rute antar kota jarak menengah.
Bagi operator fleet, daya tarik EV bukan semata karena “ramah lingkungan”, tetapi karena rumus ekonominya lebih masuk akal. Mobil listrik menawarkan pengurangan biaya operasional dari beberapa sisi: biaya energi lebih murah, komponen bergerak lebih sedikit, serta potensi biaya perawatan yang lebih rendah.
VinFast memperkuat daya tarik tersebut melalui beberapa kebijakan yang disiapkan untuk mendukung ekosistem bisnis, termasuk opsi berlangganan baterai, dukungan pengisian daya gratis melalui jaringan V-Green, serta garansi jangka panjang yang menargetkan pengurangan risiko biaya kepemilikan.

VinFast Menandatangani MoU Penyediaan 400 Unit Limo Green dengan Mitra Armada, Dorong Transportasi Ramah Lingkungan di Indonesia
Bagi armada komersial, kebijakan pengisian daya gratis jelas bukan gimmick, karena dapat menekan total cost of ownership (TCO) secara signifikan dalam jangka panjang.
General Manager Riline Velocity Express, Michael Rudolf, menilai kerja sama ini bukan sekadar transaksi, tetapi strategi jangka panjang untuk membangun ekosistem transportasi hijau.
Sementara itu, General Manager PT Sentrik Persada Nusantara, Gede Sastrawan, menyoroti beberapa faktor utama seperti biaya operasional rendah, dukungan charging gratis, hingga program jaminan nilai jual kembali yang menjadi pertimbangan besar bagi bisnis rental dan B2B.
Dari pihak VinFast, CEO VinFast Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto menegaskan bahwa pemilihan Limo Green oleh dua perusahaan sekaligus merupakan bukti bahwa model ini cocok untuk kebutuhan komersial.
Dalam waktu kurang dari dua tahun, VinFast mempercepat ekspansi di Indonesia dengan menghadirkan beberapa lini EV sekaligus membangun fondasi industri melalui fasilitas produksi di Subang. Di saat yang sama, VinFast juga memperluas jaringan dealer, layanan purnajual, serta infrastruktur charging bersama V-Green.
Jika pengadaan 400 unit ini benar-benar terealisasi, maka Limo Green berpotensi menjadi salah satu “benchmark” baru MPV listrik armada di Indonesia dan membuka babak baru bahwa kendaraan listrik bukan hanya tren gaya hidup, tetapi sudah menjadi alat kerja utama di sektor transportasi.****
- Penulis: Selviyani Mimie
- Editor: RM.Dimas Wirawan
