Viral Geely EX5 “Kaki Depan Jebol” di PIK2, Geely Buka Suara; Diduga Benturan Keras!
- account_circle Abimanyu
- calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
- visibility 95
- comment 0 komentar
- print Cetak

Geely EX5 Viral di PIK, Diduga As Roda Depan Patah
Viral Geely EX5 Patah As Roda di PIK2, Geely Auto Indonesia Beri Penjelasan
Viral video Geely EX5 mengalami patah as roda depan di kawasan PIK2. Geely Auto Indonesia membenarkan insiden tersebut dan menyebut indikasi awal mengarah pada kecelakaan akibat benturan keras. Simak pernyataan resmi Frietz F. Roboth.
OTOExpo.com , Jakarta – Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan sebuah video yang memperlihatkan sebuah SUV listrik berwarna putih berhenti di tengah jalan dengan kondisi mencurigakan.
Insiden tersebut disebut terjadi di depan komplek Lotus, kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.
Video yang beredar luas melalui unggahan akun Instagram @infopik.id menunjukkan kondisi roda depan mobil yang tampak tidak normal.
Roda depan kiri dan kanan terlihat mengarah keluar dengan sudut yang tidak semestinya, memunculkan dugaan kuat adanya kerusakan serius pada komponen kaki-kaki.
Dalam keterangan unggahan, kendaraan tersebut diduga mengalami patah as roda depan, sehingga membuat mobil tidak dapat melanjutkan perjalanan dan sempat menghambat arus lalu lintas di sekitar lokasi pada Senin malam (16/2/2026).
Peristiwa ini pun memancing perhatian publik, mengingat kendaraan yang disebut-sebut dalam video merupakan Geely EX5, SUV listrik yang belakangan mulai menarik minat pasar Indonesia.
Di tengah tren pertumbuhan mobil listrik, insiden semacam ini otomatis menimbulkan tanda tanya besar: apakah ini murni kecelakaan, atau ada masalah teknis yang lebih dalam?
Menanggapi video yang viral tersebut, Geely Auto Indonesia akhirnya memberikan pernyataan resmi. Melalui Public Relations Senior Manager Geely Auto Indonesia, Frietz F. Roboth, pihak Geely membenarkan bahwa mereka telah mengetahui informasi yang beredar di media sosial.

Lini Elektrifikasi Geely Hadirkan Efisiensi Maksimal dan Keamanan Bintang Lima untuk Perjalanan Jauh
“Geely Auto Indonesia telah mengetahui informasi yang beredar di media sosial terkait insiden yang melibatkan Geely EX5 di area Pantai Indah Kapuk (PIK). Berdasarkan penelusuran awal, peristiwa tersebut merupakan kecelakaan lalu lintas dengan benturan yang cukup keras,” ujar Frietz.
Pernyataan ini sekaligus menjadi indikasi bahwa kerusakan pada bagian roda depan tidak terjadi secara tiba-tiba tanpa sebab, melainkan diduga kuat dipicu oleh faktor eksternal berupa benturan keras di jalan.
Geely juga menegaskan bahwa pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan penanganan insiden berjalan sesuai prosedur, termasuk memastikan kondisi pengguna kendaraan.
“Saat ini kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait serta pemilik kendaraan untuk memastikan kondisi konsumen dan penanganan berjalan dengan baik,” lanjut Frietz.
Langkah ini penting mengingat kasus viral seperti ini dapat berdampak pada persepsi publik terhadap brand, terutama untuk produk mobil listrik yang masih berada pada tahap membangun kepercayaan pasar.
Meski isu patah as roda menjadi sorotan utama, Geely memastikan bahwa aspek keselamatan kendaraan tetap bekerja sesuai rancangan. Ini termasuk sistem airbag yang menjadi proteksi utama dalam kondisi benturan.
“Sistem keselamatan kendaraan, termasuk airbags, berfungsi sesuai dengan desain untuk memberikan perlindungan kepada pengemudi dan penumpang,” tegas Frietz.
Pernyataan tersebut menjadi poin krusial karena menegaskan bahwa ketika insiden terjadi, proteksi pasif kendaraan tetap aktif dan berjalan sebagaimana mestinya.
Insiden ini secara otomatis membuat perhatian publik tertuju pada sektor yang kerap menjadi “ujian nyata” kendaraan listrik, yakni konstruksi kaki-kaki dan ketahanan as roda.
Pada kendaraan listrik, beban kendaraan cenderung lebih berat akibat bobot baterai. Kondisi ini membuat komponen suspensi, ball joint, hingga axle shaft bekerja lebih keras, terutama ketika kendaraan menghantam lubang, pembatas jalan, atau kontur jalan ekstrem dengan kecepatan tertentu.
Meski Geely menyebut indikasi awal adalah benturan keras, kejadian ini tetap menjadi alarm bagi pengguna bahwa kondisi jalan perkotaan, terutama area padat seperti PIK dan sekitarnya, menuntut perhatian ekstra terhadap aspek keselamatan berkendara.
Sampai saat ini, belum ada kesimpulan teknis resmi yang menyebut insiden Geely EX5 di PIK2 sebagai cacat produk. Namun klarifikasi dari Geely memperjelas bahwa kejadian tersebut mengarah pada kecelakaan dengan dampak benturan keras.
Yang pasti, insiden ini menjadi pembuktian bahwa era mobil listrik tidak hanya soal jarak tempuh dan fitur futuristik, tetapi juga soal ketahanan konstruksi di jalan nyata Indonesia yang sering kali jauh dari ideal.*****
- Penulis: Abimanyu
- Editor: RM.Dimas Wirawan

