Berita
light_mode
Tags
Beranda » Tips » WMS Ingatkan Pelajar, Kopi Bukan Solusi untuk Lawan Kantuk Saat Berkendara

WMS Ingatkan Pelajar, Kopi Bukan Solusi untuk Lawan Kantuk Saat Berkendara

  • account_circle Dimas
  • calendar_month 13 menit yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

OTOExpo.com –  Secangkir kopi kerap dianggap mampu membantu menahan rasa kantuk. Namun, bagi pengendara yang mulai kehilangan konsentrasi akibat lelah, kopi bukanlah solusi untuk menggantikan kebutuhan tubuh beristirahat.

Pesan tersebut menjadi salah satu materi utama dalam seminar keselamatan berkendara yang digelar PT Wahana Makmur Sejati (WMS) di Safety Riding Center Wahana Makmur Sejati (SRC WMS), Senin (28/9).

Mengangkat tema “Secangkir Kopi Sejuta Mimpi”, kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 pelajar SMK se-Tangerang dari berbagai jurusan.

Kopi Bukan Lawan Kantuk, Ratusan Pelajar Gen Z Ramaikan Seminar Safety Riding Bahas ‘Ngopi Aman Sampai Tujuan’

Kopi Bukan Lawan Kantuk, Ratusan Pelajar Gen Z Ramaikan Seminar Safety Riding Bahas ‘Ngopi Aman Sampai Tujuan’

Sebagai Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Jakarta-Tangerang, WMS mengajak generasi muda memahami bahwa keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan kemampuan mengendalikan sepeda motor, tetapi juga kesiapan fisik dan mental.

Dalam sesi edukasi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai kemampuan tubuh, risiko berkendara ketika mengantuk, serta pentingnya melakukan manajemen risiko sebelum dan selama perjalanan.

Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, menegaskan bahwa pengendara harus mampu mengenali kondisi tubuh sebelum memutuskan melanjutkan perjalanan.

“Berkendara aman dimulai dari kemampuan kita mengenali kondisi diri sendiri. Ketika tubuh sudah memberikan tanda lelah atau mengantuk, jangan memaksakan diri untuk tetap melanjutkan perjalanan. Berhenti dan beristirahat merupakan pilihan yang jauh lebih aman dibandingkan mengambil risiko di jalan,” ujar Agus.

Materi keselamatan lalu lintas juga diperkuat melalui kehadiran Kanit Lantas Polsek Metro Karawaci, Iptu Alex Rusman, S.H., M.M.

Peserta mendapatkan gambaran mengenai kondisi kecelakaan lalu lintas serta berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas juga menjadi bagian penting dalam edukasi. Peserta diajak memahami pentingnya menggunakan perlengkapan berkendara, menjaga konsentrasi, membaca kondisi jalan, serta menghindari keputusan yang dapat meningkatkan risiko.

Menariknya, seminar juga menghadirkan guest speaker dari dunia kopi. Peserta diajak mengenal berbagai jenis kopi, manfaat, kekurangan, serta dampaknya bagi tubuh.

Kopi Bukan Lawan Kantuk, Ratusan Pelajar Gen Z Ramaikan Seminar Safety Riding Bahas ‘Ngopi Aman Sampai Tujuan’

Kopi Bukan Lawan Kantuk, Ratusan Pelajar Gen Z Ramaikan Seminar Safety Riding Bahas ‘Ngopi Aman Sampai Tujuan’

Pembahasan ini dikaitkan dengan kebiasaan generasi muda yang mengonsumsi kopi untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

Namun, WMS menekankan bahwa efek kopi tidak dapat dijadikan patokan untuk menentukan seseorang masih aman mengendarai sepeda motor. Ketika rasa kantuk muncul, kondisi tersebut merupakan sinyal tubuh yang perlu diperhatikan.

“Ngopi boleh, tidak dilarang, akan tetapi jangan sampai membuat kita salah memahami kemampuan tubuh. Ketika sudah mengantuk, solusi yang paling aman bukan memaksakan diri untuk tetap berkendara. Kenali kondisi tubuh dan pilih keputusan yang paling aman,” tambah Agus.

Untuk mengukur pemahaman peserta, kegiatan dilengkapi pre-test dan post-test, sesi tanya jawab, serta challenge membuat konten media sosial mengenai pengalaman mengikuti seminar.

Dengan cara tersebut, pesan keselamatan diharapkan dapat diteruskan peserta kepada teman dan lingkungan mereka.

Kegiatan ditutup dengan penguatan pesan #Cari_Aman, sebagai ajakan kepada generasi muda untuk menjadikan keselamatan sebagai bagian dari gaya hidup.

Sebab, perjalanan bukan sekadar mencapai tujuan, tetapi memastikan diri tetap aman hingga sampai di tujuan.****

  • Penulis: Dimas
  • Editor: Dimas Lombardi

Jangan Terlewatkan

expand_less