Berita
light_mode
Beranda » Kendaraan » SUV Peugeot Siap Minum Bensin E10! Astra Peugeot Pastikan Konsumen Tak Perlu Khawatir

SUV Peugeot Siap Minum Bensin E10! Astra Peugeot Pastikan Konsumen Tak Perlu Khawatir

  • account_circle Pandito
  • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
  • visibility 172
  • print Cetak

SUV Peugeot Siap Minum Bensin E10! Astra Peugeot Pastikan Konsumen Tak Perlu Khawatir

Astra Peugeot memastikan semua SUV Peugeot bensin produksi tahun 2000 ke atas sudah kompatibel dengan bahan bakar ber-etanol hingga E10

 

 

OTOExpo.com , Jakarta –  Langit otomotif Indonesia tengah berubah arah. Setelah lama bergantung pada bahan bakar fosil, kini pemerintah mulai menapaki jalan menuju energi bersih lewat kebijakan mandatori bahan bakar ber-etanol (E10) bensin dengan campuran 10% bioethanol.

Langkah ini bukan sekadar kebijakan teknis, tapi sebuah lompatan menuju kemandirian energi dan keberlanjutan lingkungan.

Namun, di tengah euforia menuju bahan bakar hijau, muncul satu pertanyaan sederhana tapi penting:

“Apakah mobil kita siap minum bensin ber-etanol?”

Bagi pemilik SUV Peugeot, jawabannya jelas dan menenangkan: sudah siap!

Astra Peugeot Pastikan Semua SUV Peugeot Kompatibel dengan E10

Menurut Fadjar Tjendikia, Head of After Sales Astra Peugeot, seluruh kendaraan Peugeot bermesin bensin produksi tahun 2000 ke atas sudah kompatibel dengan bahan bakar campuran etanol hingga E10.

Artinya, model populer seperti Peugeot 3008, 5008, dan 2008 sudah siap menghadapi transisi energi hijau yang tengah disiapkan pemerintah.

“Sesuai informasi dari Stellantis, semua kendaraan bensin Peugeot produksi tahun 2000 ke atas sudah kompatibel dengan BBM ber-etanol. Jadi konsumen tidak perlu khawatir,” tegas Fadjar.

Pernyataan ini menegaskan bahwa Peugeot tak hanya fokus pada desain elegan dan performa Eropa yang khas, tetapi juga siap beradaptasi dengan perubahan teknologi energi global.

Pertamax Green 95

Sebagai operator BBM nasional, Pertamina telah meluncurkan Pertamax Green 95, bahan bakar bensin dengan campuran 5% etanol (E5).
Produk ini dijual dengan harga Rp13.000 per liter di Jakarta dan Surabaya sebagai tahap awal implementasi bahan bakar hijau.

Meski baru E5, ini merupakan tahap transisi penting menuju E10 yang sedang disiapkan oleh pemerintah.
Selain mengurangi ketergantungan pada impor minyak mentah, langkah ini juga memperkecil jejak karbon dan membantu mewujudkan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan di Indonesia.

Etanol

Dari sisi teknis, etanol (C₂H₅OH) punya sejumlah keunggulan menarik:

  • Angka oktan tinggi, yang membantu proses pembakaran lebih sempurna.

  • Kandungan oksigen tinggi, menghasilkan emisi gas buang yang lebih rendah.

  • Efek pendinginan di ruang bakar, yang menekan potensi knocking pada mesin.

Dengan kata lain, bahan bakar E10 justru bisa memberikan pembakaran lebih bersih dan efisien pada kendaraan modern seperti SUV Peugeot.

Namun, perlu dicatat: etanol memiliki kandungan energi lebih rendah dibanding bensin murni. Itu sebabnya konsumsi bahan bakar bisa sedikit meningkat (sekitar 2–4%), tergantung kondisi kendaraan dan gaya berkendara.

Kekhawatiran Korosi? Tidak Berlaku untuk Peugeot

Salah satu kekhawatiran terbesar pemilik mobil lama terhadap bahan bakar ber-etanol adalah sifat higroskopis etanol  kemampuannya menyerap air dari udara.

Jika sistem bahan bakar tidak dirancang dengan baik, air yang terserap ini bisa menimbulkan korosi pada tangki dan injektor.

Namun, Peugeot sudah mengantisipasi hal ini sejak awal 2000-an.

Seluruh komponen sistem bahan bakarnya mulai dari selang, tangki, hingga injektor,  menggunakan material anti-korosif dan tahan etanol, sesuai standar European Fuel Directive EN228.

Dengan kata lain, SUV Peugeot tidak akan mengalami masalah teknis walau menggunakan bensin ber-etanol hingga kadar E10.

Teknologi Mesin Peugeot

Di balik keandalannya, mesin Peugeot memang dikenal adaptif terhadap variasi bahan bakar.

Teknologi Multi-point Injection (MPI) dan Direct Injection Turbo PureTech milik Peugeot sudah dirancang untuk mengatur rasio udara dan bahan bakar secara presisi, bahkan ketika komposisi bahan bakar berubah.

SUV Peugeot Siap Minum Bensin E10! Astra Peugeot Pastikan Konsumen Tak Perlu Khawatir

SUV Peugeot Siap Minum Bensin E10! Astra Peugeot Pastikan Konsumen Tak Perlu Khawatir

Sensor oksigen, knock sensor, dan engine control unit (ECU) bekerja secara simultan untuk menjaga performanya tetap optimal, sekaligus melindungi mesin dari potensi kerusakan akibat variasi oktan atau kadar etanol.

Bahkan dalam kondisi ekstrem, sistem ECU dapat melakukan auto calibration untuk menyesuaikan durasi injeksi dan waktu pengapian.

Inilah alasan mengapa SUV Peugeot tetap responsif, irit, dan ramah lingkungan meski menggunakan bahan bakar campuran.

Peugeot

Dengan semakin gencarnya program transisi energi nasional, Peugeot Indonesia melalui Astra Peugeot menegaskan komitmennya untuk mendukung arah kebijakan pemerintah.

Mulai dari kompatibilitas bahan bakar hijau hingga kesiapan servis dan edukasi konsumen, seluruh lini SUV Peugeot telah siap.

Langkah ini bukan hanya tentang penyesuaian teknis, tapi juga filosofi keberlanjutan.

Karena bagi Peugeot, mobil bukan hanya alat transportasi, melainkan bagian dari solusi masa depan energi bersih.

Konsumen Bisa Bernapas Lega

Bagi para pemilik SUV Peugeot di Indonesia, kini tidak ada lagi alasan untuk cemas menghadapi perubahan ke bahan bakar E10.
Semua model Peugeot bensin produksi tahun 2000 ke atas sudah kompatibel, dan sistem mesinnya telah teruji menghadapi bahan bakar campuran etanol tanpa penurunan performa.

Dengan kombinasi teknologi mesin modern dan kesiapan purna jual Astra Peugeot, konsumen bisa melangkah lebih percaya diri menuju era bahan bakar hijau.

Peugeot telah siap, kini giliran kita menyambut masa depan yang lebih bersih.****

  • Penulis: Pandito
  • Editor: RM.Dimas Wirawan

Artikel Menarik Lainnya

expand_less