Skema VinFast “Langganan Baterai” yang Ubah Cara Orang Beli Mobil Listrik
- account_circle Abimanyu
- calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
- visibility 225
- print Cetak

Mengenal Lebih Dalam Strategi Berlangganan Baterai VinFast
Skema VinFast “Langganan Baterai” yang Ubah Cara Orang Beli Mobil Listrik
OTOExpo.com , Jakarta – Ada hal menarik dari peta pasar kendaraan listrik (EV) di Indonesia saat ini. Antusiasmenya tinggi, tapi masih banyak yang menahan diri di depan meja pembelian.
Bukan karena mereka tak suka teknologi ramah lingkungan—melainkan karena satu hal sederhana: harga dan ketakutan soal baterai.
VinFast, produsen mobil listrik asal Vietnam yang semakin agresif di pasar global, tampaknya sangat memahami dinamika ini.
Alih-alih sekadar ikut-ikutan tren, VinFast datang dengan strategi yang bisa dibilang “game-changer”: konsep berlangganan baterai.
Langkah ini bukan cuma soal promosi atau potongan harga semata, tapi pendekatan yang benar-benar mengubah cara orang memandang kepemilikan mobil listrik.
Menjawab Keresahan Konsumen dengan Logika yang Sederhana
Menurut CEO VinFast Indonesia, alasan di balik skema berlangganan baterai ini cukup rasional.
“Pasar EV di Indonesia masih muda. Banyak calon pembeli ragu bukan karena teknologi mobilnya, tapi karena baterai—umur pakainya, biayanya, dan bagaimana kalau rusak,” ujarnya.
Melalui program langganan baterai, VinFast memisahkan harga kendaraan dan harga baterai.
Artinya, harga beli awal mobil bisa jauh lebih rendah, dan konsumen hanya perlu membayar biaya berlangganan baterai per bulan.
Dua manfaat langsungnya:
-
Harga beli jauh lebih terjangkau.
-
Garansi baterai seumur hidup.
Kalimat terakhir mungkin terdengar sepele, tapi di dunia mobil listrik, garansi seperti ini adalah big deal. Karena harga baterai EV bisa mencapai 40% dari total nilai mobil.
Dengan garansi seumur hidup, VinFast pada dasarnya menghapus risiko finansial terbesar dalam kepemilikan mobil listrik.
Lebih dari Sekadar Strategi Harga Murah
Banyak yang mengira skema ini adalah bentuk “promosi harga,” tapi VinFast menegaskan: ini bukan soal diskon.
Sebaliknya, ini soal memperluas akses kepemilikan EV.
Dengan memisahkan baterai dari harga kendaraan, VinFast berhasil menurunkan entry barrier—tanpa menurunkan kualitas atau fitur keselamatan.
Bahkan, skema ini justru memperkuat nilai jual karena konsumen mendapatkan kebebasan penuh dalam penggunaan.
Misalnya, jarak tempuh bulanan tanpa batas.
Tidak ada biaya tambahan kalau kamu sering bepergian jauh. Tidak ada hitung-hitungan kilometer.
Sebuah kebebasan yang jarang diberikan oleh pabrikan EV lain.
Lebih menarik lagi, biaya berlangganan baterai ini tidak bisa dinaikkan sepihak.
Harga langganan yang ditetapkan saat pembelian akan tetap sama sepanjang masa pemakaian mobil.
Kebijakan global ini menjadi jaminan bagi konsumen bahwa VinFast tidak akan “menjebak” pelanggan lewat biaya tersembunyi.
Skema yang Ramah Dompet dan Ramah Lingkungan
Selain menurunkan harga awal, model langganan ini juga memberi dampak besar terhadap keberlanjutan lingkungan.
Karena baterai dimiliki dan dikelola langsung oleh perusahaan, VinFast bisa melacak, merawat, dan mendaur ulang baterai saat sudah melewati masa pakainya.
Dengan begitu, risiko limbah berbahaya dari baterai bekas bisa ditekan seminimal mungkin.
Langkah ini sejalan dengan misi global VinFast untuk menciptakan ekosistem mobilitas sirkular, di mana setiap komponen bisa kembali digunakan, diperbarui, atau didaur ulang—bukan dibuang.
Di sisi lain, secara bisnis, strategi ini tetap berkelanjutan secara finansial.
Biaya langganan dihitung dengan memperhatikan titik impas (break-even point), bukan dengan mengorbankan margin keuntungan.
Dengan kata lain, VinFast tidak “membakar uang,” tapi berinvestasi untuk loyalitas jangka panjang.
Dua Pilihan, Satu Tujuan: Memudahkan Transisi ke EV
Mulai Agustus 2025, konsumen VinFast di Indonesia punya dua opsi saat membeli mobil:
-
Beli mobil beserta baterai.
Cocok bagi mereka yang ingin kepemilikan penuh tanpa biaya bulanan. -
Beli mobil tanpa baterai, lalu berlangganan.
Pilihan ini menurunkan harga beli awal dan memberikan fleksibilitas lebih besar.
Kedua opsi tersebut mendapat perlakuan layanan yang sama, baik dalam hal pembiayaan, asuransi, maupun purna jual.
Jadi tidak ada diskriminasi antara pembeli dan penyewa baterai—semuanya tetap mendapat pengalaman premium khas VinFast.
Selain itu, VinFast juga memperkuat strategi “peace of mind” lewat tiga pilar layanan unggulan:
-
Garansi revolusioner: Perlindungan seumur hidup pada baterai tanpa batasan jarak tempuh.
-
Nilai jual kembali terjamin: Skema buyback guarantee memastikan harga jual mobil tetap tinggi.
-
Gratis pengisian daya: Akses ke jaringan pengisian V-Green tanpa biaya tambahan.
Ketiga pilar ini membentuk satu ekosistem yang saling menguatkan—menumbuhkan rasa aman bagi konsumen baru dan memperkuat loyalitas pengguna lama.
Apakah Pasar Siap?
Meski terdengar ideal, ada tantangan tersendiri dalam penerapan skema ini.
Pasar Indonesia belum sepenuhnya familiar dengan konsep subscription-based ownership.
Beberapa konsumen mungkin masih lebih nyaman dengan model “sekali beli, selesai urusan.”
Namun, kalau melihat tren global terutama di Eropa dan Tiongkok model langganan seperti ini justru terbukti mempercepat adopsi EV.
Konsumen tak lagi takut harga turun atau baterai rusak, karena semua risiko ditanggung pabrikan.
Jika edukasi pasar dilakukan konsisten dan transparan, strategi VinFast berpotensi menjadi game-changer di Indonesia.
Apalagi dengan reputasi VinFast yang terus menguat sebagai salah satu pionir EV Asia Tenggara dengan pendekatan paling pro-konsumen.

Mengenal Lebih Dalam Strategi Berlangganan Baterai VinFast
Strategi Pintar untuk Masa Depan Bersih
Langkah VinFast menghadirkan skema berlangganan baterai bukan hanya inovasi finansial, tapi juga manifestasi dari filosofi hijau yang inklusif.
Bahwa transisi menuju kendaraan listrik seharusnya tidak eksklusif—melainkan mudah, aman, dan terjangkau bagi semua.
Dengan kombinasi harga kompetitif, garansi tanpa batas, dan jaminan keberlanjutan lingkungan, VinFast bukan sekadar menjual mobil listrik. Mereka sedang me
njual keyakinan baru tentang masa depan mobilitas, di mana teknologi dan kemanusiaan bisa berjalan beriringan.***
- Penulis: Abimanyu
- Editor: RM.Dimas Wirawan
