Ojol Keluhkan Penghasilan Menurun 50 Persen Seminggu Pasca Aturan WFH

OtoExpo.com – Kebijakan dan himbauan dari pemerintah baik pusat maupun daerah untuk tidak melakukan aktifitas dan pekerjaan di luar rumah berimbas pada penghasilan Ojek Online (Ojol). Dalam seminggu pasca berlakunya kebijakan bekerja dari rumah (Work from Home/WFH) sangat berdampak pada profesi jasa angkutan yang satu ini.

Menurunnya penghasilan para driver ojol, terutama kendaraan roda dua atau motor menjadi pukulan berat bagi mereka.

Tidak tanggung-tanggung, para pekerja jasa transportasi umum roda dua seperti ojek online ini merasakan penghasilan mereka menurun drastis, hingga 50%!

Dikutip dari detikcom (21/03/2020), Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda), Igun Wicaksono mengungkapkan bahwa biasanya dalam sehari kebanyakan para ojol dapat meraih penghasilan kotor berkisar antara Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu, kini mendapatkan Rp 50.000 – 100 ribu saja lumayan sulit.

“Adanya pandemi COVID-19 ini, ditambah kebijakan pemerintah untuk bekerja, belajar, dan beribadah di rumah memang membuat pendapatan ojek online anjlok, turun drastis hingga lebih dari 50 persen per hari,” ujar Igun.

Lebih lanjut, Igun memperkirakan bila kondisi ini akan semakin memburuk saat memasuki minggu kedua WFH.

Asumsi Igun ini memang berdasar bila dilihat dari tengat waktu himbauan yang akan berlangsung selama 14 hari (dua minggu). Belum lagi bila situasi masih belum membaik, ada kemungkinan pemerintah akan memperpanjang.

Gojek Berikan Tarif Baru Berdasarkan Zona Wilayah Di 41 Kota

Selama ini penghasillan terbesar para ojol adalah dari jasa angkutan penumpang. Oleh karena itu Igun berharap agar wabah virus corona ini cepat teratasi, sehingga pemerintah bisa kembali memberlakukan sistem dan kebijakan kearah semula.

“Kami bukannya mengeluh, karena hingga hari ini para ojol sudah mencoba beralih mengandalkan pada order makanan dan barang. Namun tetap tidak menutupi, karena order layanan beragam tetap pada angkutan penumpang, kedua makanan, dan ketiga adalah pengiriman barang,” pungkas Igun.

Bagaimana tanggapan pemerintah? Apa solusi bagi para ojol ini?