Lawan Arah Jadi Ancaman Nyata di Jalan Raya, #Cari_aman Harus Jadi Pilihan Utama
- account_circle dimas
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 16

Lawan Arah Bukan Solusi Cepat, Ini Bahaya Nyata dan Sanksinya | #Cari_aman
Lawan Arah Jadi Ancaman Nyata di Jalan Raya, #Cari_aman Harus Jadi Pilihan Utama
Jangan Pilih Jalan Pintas: Lawan Arah Jadi Ancaman Nyata, #Cari_aman Harus Jadi Pilihan Utama
OTOExpo.com , Jakarta – “Jalan pintas memang terlihat menggoda, tapi tidak selalu membawa kita sampai dengan selamat.” Ungkapan sederhana ini terasa semakin relevan ketika melihat realita lalu lintas perkotaan hari ini.
Di tengah arus kendaraan yang padat, masih banyak pengendara sepeda motor memilih melawan arah demi memangkas jarak dan waktu tempuh.
Padahal, keputusan singkat itu menyimpan risiko panjang bahkan bisa berujung fatal.
Fenomena melawan arus lalu lintas masih menjadi pemandangan yang kerap ditemui di berbagai ruas jalan, mulai dari jalan lingkungan hingga jalan utama. Ironisnya, praktik ini sering dianggap wajar, terutama ketika kondisi jalan terlihat lengang atau tujuan terasa “tinggal sedikit lagi”.
Namun data lapangan dan kronologi kecelakaan menunjukkan fakta sebaliknya: lawan arah adalah salah satu pemicu kecelakaan paling berbahaya, karena datang dari arah yang tidak semestinya dan sulit diantisipasi pengguna jalan lain.
Dalam banyak kasus kecelakaan, pengendara motor yang melawan arah muncul secara tiba-tiba dari sudut tak terduga. Pengendara lain yang melaju sesuai jalur sering kali tidak memiliki cukup waktu untuk bereaksi. Akibatnya, tabrakan frontal tak terhindarkan.
Benturan dari arah berlawanan memiliki energi tumbukan lebih besar, dan bagi pengendara sepeda motor yang minim perlindungan, dampaknya bisa sangat serius. Cedera berat, patah tulang, trauma kepala, hingga kehilangan nyawa bukan sekadar kemungkinan—melainkan risiko nyata.
Tak berhenti di situ, kecelakaan akibat lawan arah juga berpotensi memicu kecelakaan beruntun, ketika pengendara lain melakukan pengereman mendadak atau manuver spontan untuk menghindar.
Sebagai bagian dari edukasi keselamatan berkendara #Cari_aman, berikut dampak nyata yang kerap muncul akibat kebiasaan melawan arah:
-
Risiko tabrakan frontal sangat tinggi, karena kendaraan datang dari arah yang tidak seharusnya.
-
Cedera berat hingga fatal, terutama bagi pengendara roda dua.
-
Kecelakaan beruntun, akibat reaksi mendadak pengguna jalan lain.
-
Kerugian materi, mulai dari biaya perbaikan kendaraan hingga pengobatan dan kehilangan produktivitas.
-
Dampak psikologis dan sosial, tidak hanya bagi korban, tetapi juga keluarga dan saksi di lokasi kejadian.

Lawan Arah Bukan Solusi Cepat, Ini Bahaya Nyata dan Sanksinya | #Cari_aman
Melawan arah bukan hanya soal keselamatan, tetapi juga pelanggaran hukum serius. Tindakan ini diatur dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Pengendara yang melawan arah dapat dikenakan:
-
Denda maksimal Rp500.000 atau kurungan hingga dua bulan (Pasal 287 Ayat 1).
-
Jika menyebabkan kecelakaan berat akibat kelalaian, ancamannya meningkat hingga pidana penjara 5 tahun dan denda maksimal Rp10.000.000 (Pasal 310 Ayat 4).
Keselamatan Tak Bisa Ditawar
Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati (WMS), Agus Sani, menegaskan bahwa keselamatan tidak pernah bisa dikompromikan demi efisiensi waktu.
“Banyak pengendara merasa melawan arah adalah solusi cepat, padahal risikonya sangat besar. Keselamatan tidak bisa ditawar hanya demi menghemat waktu beberapa menit. Kami menghimbau pengendara untuk selalu #Cari_aman dan patuh pada aturan lalu lintas,” ujar Agus Sani.
Menurutnya, satu pelanggaran kecil bisa berdampak luas. Ketika satu orang melawan arah, bukan hanya dirinya yang terancam, tetapi juga pengguna jalan lain yang tidak bersalah.
Lima Langkah Konkret Hindari Lawan Arah
Untuk menekan risiko kecelakaan, pengendara sepeda motor perlu menerapkan langkah sederhana namun konsisten:
-
Rencanakan perjalanan dengan waktu cukup, agar tidak terburu-buru.
-
Patuhi rambu dan marka jalan, karena dirancang untuk keselamatan bersama.
-
Kendalikan emosi dan bersabar, terutama saat macet atau harus memutar.
-
Gunakan perlengkapan berkendara standar, untuk perlindungan maksimal.
-
Hormati sesama pengguna jalan, dengan tidak memaksakan kehendak.

Lawan Arah Bukan Solusi Cepat, Ini Bahaya Nyata dan Sanksinya | #Cari_aman
Lebih dari sekadar kemampuan teknis, berkendara aman adalah soal sikap dan etika. Jalan raya bukan milik pribadi, melainkan ruang bersama yang menuntut kesadaran kolektif.
PT Wahana Makmur Sejati (WMS) melalui program Safety Riding Promotion (SRP) terus mengajak masyarakat menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama. Tujuan berkendara bukanlah siapa yang paling cepat sampai, melainkan siapa yang sampai dengan selamat.
“Dari berbagai kejadian, kita bisa melihat bahwa lawan arah sering berujung pada kecelakaan fatal. Jangan jadikan itu alasan untuk memangkas jarak dan waktu,” tutup Agus Sani.
Pesannya jelas dan sederhana: jangan pilih jalan pintas yang berisiko. Lebih baik memutar sedikit daripada mempertaruhkan nyawa. Mari berkendara dengan tertib, saling menghormati, dan menjadikan #Cari_aman sebagai komitmen bersama di setiap perjalanan.*****
- Penulis: dimas
- Editor: RM.Dimas Wirawan

