Berita
light_mode
Beranda » Uncategorized » Hino Ajak Anak Indonesia Belajar Kesiapsiagaan Bencana Lewat Dongeng Seru di GIIAS 2025!

Hino Ajak Anak Indonesia Belajar Kesiapsiagaan Bencana Lewat Dongeng Seru di GIIAS 2025!

  • account_circle dimas
  • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
  • visibility 217
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Hino Ajak Anak Indonesia Belajar Kesiapsiagaan Bencana Lewat Dongeng Seru di GIIAS 2025!

 

Hino Indonesia Dukung Pendidikan Anak dan Kesiapsiagaan Bencana Lewat Cerita di GIIAS 2025

OTOExpo.com , Tangerang –  Jika biasanya booth otomotif di GIIAS identik dengan pameran mobil dan promo penjualan, Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) justru menghadirkan sesuatu yang berbeda.

Tahun ini, Hino mengajak pengunjung melihat sisi lain dari tanggung jawab sosial perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang unik dan inspiratif, yaitu

“Kesiapsiagaan Lewat Cerita: Menghidupkan Kembali Tradisi Mendongeng untuk Edukasi Bencana”.

Edukasi yang Menghibur: Dongeng Sebagai Media Siaga Bencana

Kenapa dongeng? Karena mendongeng bukan sekadar hiburan. Cerita adalah alat komunikasi paling efektif untuk anak-anak.

Dengan narasi yang menarik dan tokoh-tokoh imajinatif, pesan penting bisa tersampaikan dengan lebih ringan dan menyenangkan.

Tomoki Hattori, Direktur HMSI, menegaskan:

“Cerita bukan sekadar hiburan. Cerita adalah jembatan pengetahuan dan empati. Melalui cerita, anak-anak bisa belajar tentang keberanian, tanggung jawab, dan kesiapan menghadapi situasi darurat.”

Program ini merupakan hasil kolaborasi Hino dengan Sanggar Dongeng Kepompong Nusantara, komunitas yang konsisten mengedukasi anak-anak melalui cerita.

Mereka akan melakukan roadshow ke 25 sekolah dasar di Malang, Jawa Timur, untuk menanamkan kesadaran kesiapsiagaan bencana sejak dini.

Mengapa Edukasi Kesiapsiagaan Bencana Penting?

Indonesia adalah salah satu negara dengan risiko bencana tertinggi di dunia:
– Gempa bumi dan tsunami di jalur cincin api.
– Banjir dan tanah longsor di musim hujan.
– Gunung berapi aktif di berbagai pulau.

Sayangnya, banyak anak-anak dan bahkan orang dewasa yang belum memahami prosedur siaga darurat.

Padahal, langkah-langkah sederhana seperti berlindung di tempat aman saat gempa atau mengikuti jalur evakuasi bisa menyelamatkan nyawa.

Hino percaya bahwa kesadaran ini harus dimulai sejak dini. Dan apa cara paling efektif? Edukasi melalui dongeng yang menyenangkan.

Anak-anak diajak mengenal karakter cerita yang berani, cerdas, dan siap menghadapi bencana, sehingga mereka bisa mencontoh sikap tersebut dalam kehidupan nyata.

Koneksi antara CSR dan Budaya

Selain fokus pada aspek keselamatan, program ini juga punya nilai budaya yang kuat: menghidupkan kembali tradisi mendongeng.

Di era gadget, banyak anak lebih familiar dengan video TikTok daripada cerita rakyat. Hino ingin mengembalikan kebiasaan positif ini, sekaligus menjadikannya sarana edukasi.

Yudi Priyanto, Ketua Sanggar Dongeng Kepompong Nusantara, menjelaskan:

“Kami percaya dongeng bukan hanya untuk hiburan, tapi juga alat yang kuat untuk membentuk karakter. Dengan dongeng, anak-anak belajar gotong-royong, empati, dan kesiapsiagaan bencana dengan cara yang mereka sukai.”

Cuplikan Mendongeng di Booth Hino GIIAS 2025

Untuk memberi gambaran langsung, Hino menghadirkan sesi mendongeng di booth mereka di ICE BSD City.

Antusiasme pengunjung, terutama keluarga yang membawa anak, sangat tinggi. Anak-anak tampak antusias mendengarkan cerita interaktif sambil diajarkan langkah-langkah evakuasi darurat.

Acara ini juga menjadi simbol bahwa dunia otomotif tidak hanya bicara soal mesin, tapi juga soal manusia, sosial, dan budaya.

Hino: 43 Tahun Berkarya, Peduli pada Generasi Muda

Hino bukan pemain baru di Indonesia. Selama lebih dari empat dekade, Hino telah mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional lewat kendaraan niaga.

Namun, Hino menyadari bahwa kontribusi sosial adalah bagian penting dari keberlanjutan bisnis.

Melalui berbagai program CSR, Hino tidak hanya fokus pada:

  • Edukasi keselamatan jalan untuk pengemudi
  •  Pelatihan teknis untuk mekanik muda
    Tapi juga membentuk karakter generasi penerus bangsa.

Program “Kesiapsiagaan Lewat Cerita” ini adalah bukti nyata bahwa Hino ingin melampaui batas bisnis dan menjadi mitra kemanusiaan.

Harapan Hino untuk Masa Depan

Tomoki Hattori menutup acara dengan pesan penting:

“Kami percaya bahwa tanggung jawab sosial perusahaan tidak berhenti pada penyediaan kendaraan niaga, tapi juga menyentuh aspek kehidupan masyarakat yang lebih luas. Salah satunya melalui program edukasi budaya dan kemanusiaan seperti ini.”

Hino berharap, melalui kolaborasi dengan komunitas lokal, edukasi kesiapsiagaan bencana bisa menjangkau lebih banyak anak di seluruh Indonesia.

Hino Indonesia Dukung Pendidikan Anak dan Kesiapsiagaan Bencana Lewat Cerita di GIIAS 2025

Kenapa Ini Menarik untuk Industri Otomotif?

Karena CSR bukan sekadar formalitas. Program seperti ini membuktikan bahwa merek otomotif besar bisa membawa dampak sosial yang nyata, sambil memperkuat citra brand yang peduli.

Di tengah tren elektrifikasi dan digitalisasi otomotif, langkah Hino ini mengingatkan kita bahwa teknologi bukan satu-satunya solusi.

Nilai kemanusiaan dan edukasi juga harus berjalan beriringan.***

.

.

.

  • Penulis: dimas

Baca Juga

expand_less