Berita
light_mode
Beranda » Kendaraan » Chery Guncang Eropa! TIGGO 7 Dan TIGGO 8 Resmi Mengaspal di Inggris

Chery Guncang Eropa! TIGGO 7 Dan TIGGO 8 Resmi Mengaspal di Inggris

  • account_circle Dennis
  • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
  • visibility 213
  • print Cetak

Chery Guncang Eropa! TIGGO 7 Dan TIGGO 8 Resmi Mengaspal di Inggris

 

OTOExpo.com , Jakarta –  Ada yang menarik dari dinamika industri otomotif global akhir-akhir ini. Saat banyak produsen dunia sibuk menyiapkan masa depan elektrifikasi penuh, Chery Group justru memilih langkah berbeda  ekspansi strategis ke jantung pasar Eropa, tepatnya Inggris.

Ya, Chery kini resmi meluncurkan TIGGO 7 dan TIGGO 8 versi setir kanan, dua SUV premium yang siap menantang pemain lama seperti Nissan, Kia, Hyundai, bahkan Volvo dan BMW di segmen SUV hybrid.

Peluncuran ini digelar di London pada akhir Agustus 2025, dan sontak mencuri perhatian banyak pihak. BBC, Bloomberg, hingga Reuters kompak meliput langkah berani Chery ini, sementara para pengamat industri menyebutnya sebagai “titik balik dominasi merek China di Eropa.”

Zhu Shaodong, Executive Vice President Chery International, dengan percaya diri menyebut Inggris sebagai “pintu gerbang strategis” bagi ekspansi global Chery di wilayah setir kanan.

“Kami tidak hanya menjual mobil, kami membangun kepercayaan,” ujarnya di atas panggung peluncuran yang dipenuhi tamu dari berbagai negara.

Dari Volume ke Value: Evolusi Chery yang Tak Lagi Bisa Diremehkan

Jujur saja, dulu nama Chery sering diasosiasikan dengan mobil murah atau alternatif dari merek Jepang. Tapi itu dulu. Kini, Chery telah naik kelas  bukan lagi sekadar produsen volume, melainkan pembangun nilai dan inovasi.

Bayangkan, dalam daftar Fortune Global 500 tahun 2025, Chery berhasil melonjak 152 peringkat ke posisi 233! Itu artinya, mereka kini menjadi salah satu merek otomotif dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Di balik kesuksesan ini, ada investasi besar di bidang riset dan pengembangan (R&D). Chery memiliki delapan pusat penelitian di Amerika Utara, Eropa, dan Asia, lengkap dengan lebih dari 300 laboratorium global.

Hasilnya? Teknologi powertrain hybrid mereka kini punya efisiensi termal hingga 44,5%, lebih tinggi dibandingkan banyak pabrikan Jepang dan Eropa.

Tak hanya itu, Chery juga mencatat rekor sebagai produsen otomotif China pertama yang berhasil menembus angka ekspor 5 juta unit secara kumulatif. Jejak globalnya kini meluas ke 120 negara, dengan lebih dari 17 juta pengguna aktif.
Keren? Lebih dari itu  ini revolusi.

Kenapa Inggris Jadi Sasaran Pertama?

Banyak yang bertanya, kenapa Chery tidak langsung menembus Jerman, Prancis, atau Belanda? Jawabannya sederhana tapi strategis: Inggris adalah laboratorium alami untuk kendaraan elektrifikasi.

Negeri Ratu Elizabeth ini mencatat penjualan 382 ribu unit kendaraan listrik pada 2024, naik 21% dari tahun sebelumnya. Namun, ada dinamika menarik: pemerintah menunda larangan mobil bensin dari 2030 ke 2035, dan tidak lagi memberikan insentif pembelian EV.

Nah, di celah kebijakan inilah Chery menemukan peluang emas.

Dengan menghadirkan dua sistem penggerakICE dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle), Chery memberikan fleksibilitas kepada konsumen Inggris yang belum sepenuhnya siap beralih ke EV murni.

Dalam masa transisi seperti sekarang, strategi hybrid ini terasa sangat masuk akal. Bahkan bisa dibilang cerdas.

TIGGO 7 dan TIGGO 8: SUV Premium dengan Sentuhan Teknologi Global

Mari bicara soal produknya.

Chery TIGGO 7 adalah SUV lima penumpang yang mengedepankan gaya modern, interior lega, dan fitur pintar. Ada kamera 540°, layar digital 24,6 inci, dan ruang bagasi yang bisa mencapai 1.500 liter cocok untuk keluarga muda yang ingin tampil gaya tanpa kehilangan fungsi.

Sementara TIGGO 8 hadir sebagai SUV 7-seater premium dengan kapasitas kargo hingga 1.930 liter dan 36 ruang penyimpanan tersembunyi di kabin. Fitur keselamatannya luar biasa lengkap, termasuk 19 sistem ADAS seperti lane keeping, adaptive cruise control, dan auto emergency braking.

Chery menyebut filosofi ini sebagai “Democratization of Safety”  karena keselamatan, kata mereka, bukan hak eksklusif mobil mahal saja.

Kedua model ini dibekali teknologi Chery Super Hybrid (CSH) dengan transmisi DHT elektrik tanpa tingkat percepatan (mirip e-CVT, tapi lebih efisien) dan baterai berperforma tinggi yang tahan suhu ekstrem khas iklim Inggris.

Chery Mendobrak Pasar Setir Kanan Eropa Lewat Peluncuran TIGGO 8 dan TIGGO 7 di Inggris

Chery Mendobrak Pasar Setir Kanan Eropa Lewat Peluncuran TIGGO 8 dan TIGGO 7 di Inggris

Bisakah Chery Menembus Dominasi Merek Lama?

Tentu, masuk ke pasar seperti Inggris bukan perkara mudah. Di negeri yang lahirkan Jaguar, Aston Martin, dan Mini, persepsi soal “mobil China” masih penuh keraguan.

Namun Chery tampaknya siap menantang stigma itu.

Dengan positioning harga yang kemungkinan lebih kompetitif dari pesaing Eropa, tapi dengan fitur yang head-to-head, mereka bisa menjadi disruptor nyata.

Apalagi, tren global saat ini menunjukkan konsumen muda jauh lebih terbuka pada merek baru — asal teknologi, desain, dan layanan purnajualnya meyakinkan.

Pertanyaan pentingnya bukan “bisa atau tidak,” tapi “seberapa cepat Chery bisa membangun kepercayaan di Eropa.”
Dan kalau menilai dari pencapaian global mereka sejauh ini, jawabannya tampaknya: lebih cepat dari yang banyak orang duga.

Dari Timur Datang Cahaya

Langkah Chery memasuki pasar Inggris bukan sekadar ekspansi ini deklarasi era baru otomotif dunia. Bahwa teknologi, kualitas, dan inovasi kini bukan monopoli Eropa atau Jepang saja.

Dari Timur, datang cahaya baru yang siap menantang narasi lama.

Dengan kombinasi antara DNA teknologi kuat, keberanian strategis, dan pemahaman pasar yang tajam, Chery bukan lagi sekadar pemain baru.

Mereka adalah penantang serius di panggung global, dan peluncuran TIGGO 7 serta TIGGO 8 di Inggris hanyalah permulaan.***

  • Penulis: Dennis
  • Editor: RM.Dimas Wirawan

Artikel Menarik Lainnya

expand_less