CEO Investor Day Kia 2025 Strategi Elektrifikasi dan Peluncuran
- account_circle Abimanyu
- calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
- visibility 148
- print Cetak

CEO Investor Day Kia 2025 Strategi Elektrifikasi dan Peluncuran
OTOExpo.com , Seoul – Kia Corporation baru-baru ini mengungkapkan strategi bisnis jangka menengah dan panjang mereka dalam acara CEO Investor Day yang digelar di Seoul, Korea Selatan.
Acara ini memberikan gambaran mendalam tentang rencana Kia untuk memperkuat posisinya di industri otomotif global melalui beberapa peluncuran produk baru, dengan fokus utama pada mobil listrik (EV), kendaraan berbasis platform mobilitas baru (PBV), dan truk pikap listrik.
Di sini, Kia memaparkan berbagai langkah strategis yang akan membantu mereka mencapai target ambisius hingga tahun 2030.
Menargetkan Penjualan 4,19 Juta Unit pada 2030
Sebagai bagian dari strategi Plan S yang diperbarui, Kia bertujuan untuk mencapai penjualan global sebanyak 4,19 juta unit kendaraan pada tahun 2030.
Target tersebut mencakup berbagai jenis kendaraan, dengan 2,33 juta unit di antaranya adalah kendaraan elektrik atau hybrid.
Kia menargetkan penjualan kendaraan listrik sebanyak 1,26 juta unit pada tahun 2030, yang akan memperkuat pangsa pasar mobil listrik mereka menjadi 4,3% di pasar global.
“Kami akan terus berinovasi dengan produk baru yang akan memimpin pasar kendaraan listrik dan platform kendaraan baru,” kata Ho Sung Song, Presiden dan CEO Kia.
Untuk mendukung pertumbuhan ini, Kia berencana untuk meningkatkan kapasitas produksinya sebesar 17%, dari 3,63 juta unit pada 2025 menjadi 4,25 juta unit pada 2030.

Fokus pada Mobil Listrik dan Inovasi Teknologi
Kia berencana untuk memperkuat kepemimpinannya di pasar mobil listrik dengan meluncurkan berbagai model baru, termasuk EV2, EV3, EV4, dan EV5.
Model-model ini akan memperluas jajaran kendaraan listrik unggulan Kia, melanjutkan kesuksesan EV6 dan EV9 yang sudah terkenal.
Selain itu, Kia juga akan meningkatkan layanan pelanggan untuk kendaraan listrik mereka dengan memperluas jaringan pemeliharaan, memperkenalkan pelatihan perbaikan EV bersertifikat, dan memperkenalkan layanan diagnostik jarak jauh.
Kia akan memproduksi seluruh jajaran produknya mulai dari kendaraan bermesin pembakaran internal hingga hybrid dan kendaraan listrik di 13 fasilitas produksi global.
Dengan begitu, perusahaan dapat tetap fleksibel dalam memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Fasilitas seperti Pabrik EVO Gwangmyeong akan mulai memproduksi model EV3, sementara pabrik EVO Hwaseong akan memproduksi EV5 yang direncanakan akan diluncurkan pada Juli 2025.
PBV: Platform Baru untuk Bisnis Masa Depan
Kia juga memfokuskan perhatian pada platform kendaraan baru yang dikenal sebagai PBV (Platform Beyond Vehicle).
Ini adalah bagian dari upaya untuk menjawab permintaan yang terus meningkat untuk kendaraan komersial ringan listrik (LCV).
Pada tahun 2030, Kia menargetkan untuk menjual 250.000 unit PBV di seluruh dunia, dengan fokus utama di Eropa, Korea Selatan, dan pasar internasional lainnya.
Setelah meluncurkan PV5 pada tahun 2025, Kia akan memperkenalkan model PBV lainnya, termasuk PV7 pada 2027 dan PV9 pada 2029.
PV5 akan hadir dalam berbagai varian, mulai dari bodi penumpang hingga kargo dan kabin sasis, serta berbagai model konversi seperti van penumpang ringan, truk berpendingin, dan banyak lagi.
Untuk mendukung perluasan bisnis PBV ini, Kia juga akan memperkenalkan pusat konversi dan bermitra dengan perusahaan lokal untuk memenuhi kebutuhan pasar yang spesifik.
Truk Pikap EV: Menjangkau Segmen Baru
Kia juga merencanakan untuk memasuki pasar truk pikap dengan peluncuran model EV pertama mereka, Kia Tasman.
Truk ini akan diluncurkan di pasar Korea Selatan, Australia, dan negara berkembang lainnya, dengan target penjualan tahunan mencapai 80.000 unit.
Tasman akan menjadi model andalan untuk pasar truk pikap di luar AS, menawarkan kombinasi desain inovatif dan performa unggul.
Di Amerika Utara, Kia akan meluncurkan truk pikap berbasis EV yang dirancang untuk penggunaan di perkotaan dan petualangan luar ruangan.
Dengan model ini, Kia menargetkan penjualan tahunan antara 90.000 hingga 100.000 unit, dengan fitur canggih seperti interior dan ruang kargo terbaik di kelasnya, kemampuan off-road, serta sistem infotainment dan keselamatan terdepan.

Instalasi Kia Transcend Journey Pamerkan PV5 dan EV2 di Milan Design Week 2025
Investasi untuk Masa Depan
Untuk mendukung visi ini, Kia berencana untuk menginvestasikan total KRW 42 triliun dalam lima tahun ke depan.
Sebanyak KRW 19 triliun akan dialokasikan untuk bisnis masa depan, termasuk elektrifikasi, SDV (Software-Defined Vehicle), robotika, dan AAM (Advanced Air Mobility).
Strategi ini bertujuan untuk tidak hanya meningkatkan volume penjualan kendaraan, tetapi juga memperkuat profitabilitas jangka panjang melalui teknologi canggih dan model bisnis yang inovatif.
Kia juga mengumumkan kebijakan imbal hasil bagi pemegang saham dengan menargetkan TSR (Total Shareholder Return) sebesar 35% selama periode 2025 hingga 2027.
Ini termasuk pembelian saham kembali, pembatalan saham, dan dividen yang terus ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan dan stabilitas perusahaan.
Mencapai Tujuan Bisnis 2025
Dengan semua strategi ini, Kia bertujuan untuk mencapai pendapatan lebih dari KRW 112 triliun pada tahun 2025, dengan target penjualan global mencapai 3,22 juta unit.
Di tahun yang sama, Kia akan meluncurkan lima model baru, termasuk EV4 dan PV5, yang diharapkan akan mempercepat transisi mereka ke dunia kendaraan listrik dan PBV.
Selain itu, peluncuran truk pikap seperti Tasman juga akan menjadi pendorong pertumbuhan signifikan di pasar kendaraan niaga.
Dengan rencana ambisius ini, Kia tidak hanya berfokus pada ekspansi pasar kendaraan listrik, tetapi juga memanfaatkan teknologi terdepan dan inovasi untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin beragam.
Seiring dengan berjalannya waktu, Kia bertujuan untuk menjadi pemimpin dalam industri otomotif yang berkelanjutan, dengan produk dan solusi mobilitas yang relevan dan futuristik.****

- Penulis: Abimanyu
