Berita
light_mode
Beranda » Business » ASLC Ungkap Permintaan Mobil Bekas Melaju

ASLC Ungkap Permintaan Mobil Bekas Melaju

  • account_circle Pandito
  • calendar_month Jumat, 27 Des 2024
  • visibility 142
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

ASLC Ungkap Permintaan Mobil Bekas Melaju

PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mengungkap permintaan mobil bekas terus meningkat hingga akhir 2024 dan masih menjanjikan di 2025

OTOExpo.com , Jakarta – Pasar mobil bekas di Indonesia terus menunjukkan tren positif hingga menjelang akhir tahun 2024. Kondisi ini menjadi angin segar bagi PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC), emiten perdagangan otomotif omnichannel yang membawahi bisnis ritel mobil bekas Caroline.id, bisnis lelang JBA, serta layanan gadai MotoGadai.

Melihat perkembangan tersebut, ASLC optimistis mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja dobel digit sepanjang 2024, bahkan peluang pasar dinilai masih sangat menjanjikan hingga tahun depan.

“Kami melihat bahwa industri mobil bekas masih akan tetap menjanjikan di tahun 2025,” ujar Presiden Direktur Autopedia Sukses Lestari, Jany Candra, dalam keterangannya di Jakarta.

Sepanjang sembilan bulan pertama 2024, ASLC mencatatkan kinerja solid melalui lini bisnis lelang dan ritel.

Melalui JBA, Perseroan berhasil melelang sekitar 92.000 unit kendaraan bekas, yang terdiri dari kendaraan roda empat (4W) dan roda dua (2W).

Sementara itu, dari lini ritel Caroline.id, penjualan mobil bekas telah mencapai hampir 2.438 unit. Capaian tersebut ditopang oleh meningkatnya pasokan mobil tarikan leasing, ekspansi jaringan Caroline.id, serta efisiensi operasional yang terus dijalankan.

“Melihat perkembangan hingga saat ini, kami optimis target ASLC di 2024, yaitu pertumbuhan kinerja dobel digit akan bisa dicapai,” tambah Jany Candra.

ASLC Ungkap Permintaan Mobil Bekas Melaju

ASLC menilai, melemahnya daya beli masyarakat akibat kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil turut menggeser pola konsumsi otomotif.

Banyak konsumen kini memilih mobil bekas berkualitas sebagai alternatif dibandingkan membeli kendaraan baru yang harganya semakin tinggi.

Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) juga menunjukkan bahwa pasar mobil baru masih berada dalam tekanan.

Sepanjang Januari–November 2024, penjualan mobil secara wholesales tercatat 784.788 unit, turun 14,7% secara year-on-year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun 2023 yang mencapai 920.518 unit.

Memasuki tahun 2025, industri otomotif nasional diperkirakan akan menghadapi tantangan tambahan, seperti:

  • Kenaikan PPN

  • Penerapan Opsen Pajak (pungutan daerah tambahan pada pajak kendaraan bermotor)

  • Biaya kepemilikan kendaraan yang semakin tinggi

Kondisi tersebut diyakini akan semakin menekan penjualan mobil baru, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi industri mobil bekas.

Untuk menangkap peluang tersebut, ASLC mengandalkan jaringan bisnis yang telah tersebar luas di Indonesia.

Saat ini:

  • JBA memiliki 15 titik lelang dan 20 hub di berbagai wilayah Indonesia

  • Caroline.id telah mengoperasikan 16 cabang, dengan mayoritas berada di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat

Dengan fondasi jaringan yang kuat dan permintaan pasar yang terus meningkat, ASLC menyatakan siap menyambut lonjakan permintaan mobil bekas, baik di sisa 2024 maupun sepanjang 2025.

ASLC Ungkap Permintaan Mobil Bekas Melaju

  • Penulis: Pandito

Berita Menarik Lainnya

expand_less