Viral Geely EX5 Mendadak “Ambruk” di PIK, Roda Depan Menganga Diduga As Patah
- account_circle dimas
- calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
- visibility 243
- comment 0 komentar
- print Cetak

Geely EX5 Viral di PIK, Diduga As Roda Depan Patah
Geely EX5 Viral di PIK, Diduga As Roda Depan Patah
SUV listrik Geely EX5 viral setelah berhenti mendadak di kawasan PIK dengan posisi roda depan mengarah keluar. Diduga terjadi patah as roda depan. Geely Auto Indonesia buka suara dan menyebut adanya benturan keras
OTOExpo.com , Jakarta – Sebuah video viral di media sosial kembali menghebohkan dunia otomotif nasional. Kali ini, sorotan mengarah ke SUV listrik Geely EX5 berwarna putih yang terlihat berhenti mendadak di tengah jalan dengan kondisi tidak normal, tepatnya di depan Komplek Lotus, kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.
Dalam video yang beredar melalui akun Instagram @infopik.id, terlihat roda depan kiri dan kanan mobil tersebut tampak “menganga” dengan arah yang saling berlawanan, seolah-olah bagian kaki-kaki kehilangan struktur penopang.
Narasi yang menyertai unggahan itu menyebut mobil diduga kuat mengalami patah as roda depan, yang akhirnya membuat kendaraan tidak bisa melanjutkan perjalanan dan sempat menghambat lalu lintas sekitar pada Senin malam (16/2/2026).
Bagi publik awam, insiden ini terlihat mengerikan. Namun secara teknis, kondisi roda yang terlihat “membuka keluar” biasanya mengindikasikan kegagalan pada komponen penting sistem penggerak atau suspensi.

Geely EX5 Viral di PIK, Diduga As Roda Depan Patah
Dalam sistem kendaraan, as roda (drive shaft/CV axle) merupakan komponen vital yang menyalurkan torsi dari motor penggerak menuju roda. Pada mobil listrik, beban torsi bahkan cenderung lebih besar karena karakter tenaga instan yang langsung muncul sejak putaran rendah.
Jika sebuah as roda patah, mobil bisa kehilangan kemampuan bergerak, bahkan roda dapat terlihat tidak lurus akibat hilangnya koneksi stabil antara hub roda dan sistem transmisi/differential.
Namun, dari visual yang memperlihatkan roda depan kiri dan kanan sama-sama tampak “melebar”, ada kemungkinan kerusakan tidak hanya terjadi pada as roda, tetapi juga bisa melibatkan:
-
lower arm (lengan suspensi bawah)
-
tie rod (penghubung sistem kemudi)
-
ball joint
-
atau bahkan knuckle steering
Jika komponen suspensi seperti lower arm patah atau ball joint lepas, roda dapat kehilangan sudut camber dan toe normal, sehingga posisi ban terlihat ekstrem mengarah keluar.
Dengan kata lain, istilah “as patah” bisa benar, tetapi juga bisa menjadi simplifikasi dari kerusakan kaki-kaki yang lebih kompleks.
Menariknya, Geely Auto Indonesia tidak menutup diri. Public Relations Senior Manager Geely Auto Indonesia, Frietz F. Roboth, membenarkan bahwa kendaraan tersebut memang mengalami masalah pada bagian depan.
Geely mengklaim pihaknya mengetahui insiden itu dari media sosial dan sudah melakukan penelusuran awal. Dari hasil pengecekan sementara, Geely menduga kejadian tersebut terjadi akibat benturan keras setelah kendaraan menghajar pembatas jalan.
Jika benar mobil menghantam pembatas dengan kecepatan tertentu, potensi kerusakan memang bisa sangat serius. Benturan pada roda depan dapat menyalurkan gaya besar ke komponen drive shaft, knuckle, hingga arm suspensi.
Benturan keras juga bisa memicu kerusakan struktural pada dudukan komponen, termasuk subframe depan yang menjadi “tulang punggung” sistem kaki-kaki.
Secara teknis, mobil listrik memiliki karakter torsi instan yang tinggi. Saat roda menerima hentakan atau benturan, gaya yang diterima komponen drivetrain bisa lebih besar dibanding mobil bensin, karena tidak ada jeda perpindahan tenaga seperti pada transmisi konvensional.
Selain itu, bobot mobil listrik umumnya lebih berat karena baterai. Ini membuat beban vertikal pada suspensi meningkat. Ketika mobil menghantam pembatas, energi benturan yang diterima juga lebih besar.
Namun perlu dicatat: kerusakan akibat kecelakaan tidak bisa langsung dijadikan indikator kualitas produk, karena faktor kecepatan, sudut tabrakan, dan kondisi jalan sangat menentukan.
Geely juga menegaskan sistem keselamatan kendaraan bekerja sebagaimana mestinya. Mereka menyebut fitur keselamatan, termasuk airbags, berfungsi sesuai desain untuk melindungi pengemudi dan penumpang saat insiden terjadi.
Ini menjadi poin penting, karena dalam kecelakaan, respons sistem keselamatan pasif adalah penentu utama tingkat perlindungan pengguna.
Geely EX5 merupakan salah satu SUV listrik pendatang baru yang cukup agresif di Indonesia. Model ini diposisikan sebagai SUV EV premium dengan klaim jarak tempuh hingga 495 km dalam sekali pengisian daya, fitur ADAS, serta kemampuan fast charging 30–80% dalam sekitar 20 menit.
Di dalam kabin, varian tertinggi bahkan menawarkan layar 15,4 inci, sistem audio multi-speaker, serta fitur kenyamanan seperti jok ventilasi dan pijat.
Insiden Geely EX5 di PIK jelas mengundang perhatian publik, apalagi dengan visual roda depan yang tampak tidak normal. Namun dari sudut pandang teknis, kasus ini masih membutuhkan investigasi mendalam untuk memastikan apakah benar murni patah as roda, atau kombinasi kerusakan suspensi dan steering akibat benturan.

Geely EX5 Viral di PIK, Diduga As Roda Depan Patah
Sementara itu, banyak warganet mengungkapkan :
Yang jelas, respons cepat Geely untuk mengonfirmasi kejadian ini menjadi langkah awal penting. Tinggal menunggu hasil pemeriksaan detail untuk menjawab pertanyaan terbesar: apakah ini kecelakaan biasa, atau ada isu komponen yang perlu diwaspadai?*****
- Penulis: dimas
- Editor: RM.Dimas Wirawan
