Penjualan GAC Indonesia 2025 Melonjak Berkat AION V dan AION UT
- account_circle Abimanyu
- calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
- visibility 134
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kesuksesan Global GAC AION V dan AION UT Dorong Kesuksesan Penjualan GAC Indonesia di 2025
Tak Sekadar Ikut Arus, GAC Melaju Kencang: AION V dan AION UT Jadi Mesin Penjualan EV di Indonesia
Kesuksesan Global GAC AION V dan AION UT Dorong Kesuksesan Penjualan GAC Indonesia di 2025
OTOExpo.com , Jakarta – Pasar kendaraan listrik Indonesia sepanjang 2025 bergerak dalam ritme yang semakin matang. Bukan lagi sekadar euforia awal, tetapi mulai menunjukkan pola pertumbuhan yang lebih berkelanjutan. Di tengah perubahan itu, satu nama terlihat konsisten mencatatkan akselerasi: GAC Indonesia.
Berdasarkan data resmi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan kendaraan listrik GAC secara year-on-year pada 2025 menunjukkan peningkatan yang lebih solid dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka-angka tersebut bukan datang dari satu model semata, melainkan hasil kerja kolektif portofolio produk yang matang dan yang paling bersinar adalah AION V dan AION UT.
Dua model ini bukan pemain baru di panggung global. Keduanya telah mencicipi kesuksesan di berbagai pasar internasional, dan Indonesia menjadi salah satu panggung di mana reputasi global itu berbuah nyata.
Jika harus menunjuk satu model sebagai tulang punggung penjualan GAC Indonesia di 2025, jawabannya jelas: AION V.
Berdasarkan akumulasi data GAIKINDO, AION V Luxury mencatatkan penjualan 5.866 unit sepanjang 2025, menjadikannya model GAC paling laris di Indonesia. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan sinyal kuat bahwa konsumen Indonesia mulai nyaman dengan SUV listrik berkarakter modern, praktis, dan relevan untuk penggunaan harian.
Kesuksesan AION V di pasar nasional selaras dengan performanya secara global. Model ini dikenal sebagai salah satu produk strategis GAC Group yang diterima luas di berbagai negara, berkat kombinasi desain SUV yang proporsional, kabin lapang, dan teknologi elektrifikasi yang efisien.
Di Indonesia, AION V menemukan momentumnya. Ia hadir di waktu yang tepat—ketika konsumen mulai beralih dari sekadar “ingin mencoba EV” menjadi “siap menggunakan EV sebagai kendaraan utama”.
Jika AION V adalah mesin utama, maka AION UT adalah penguat ritme. Sepanjang 2025, AION UT membukukan penjualan 1.910 unit, menempatkannya sebagai model terlaris kedua GAC Indonesia.

Kesuksesan Global GAC AION V dan AION UT Dorong Kesuksesan Penjualan GAC Indonesia di 2025
Meski volumenya berada di bawah AION V, peran AION UT tidak bisa dipandang sebelah mata. Model ini menyasar konsumen yang menginginkan EV dengan dimensi lebih ringkas, karakter premium, dan fleksibilitas penggunaan urban.
Menariknya, baik AION V maupun AION UT merupakan model yang juga dipersiapkan GAC Group untuk pasar Jepang, melalui penyesuaian standar keselamatan, kualitas, dan preferensi konsumen setempat. Fakta ini mempertegas bahwa kedua model tersebut memang dirancang untuk bermain di level global bukan hanya untuk satu pasar tertentu.
Di luar dua model utama tersebut, GAC Indonesia juga mencatat kejutan dari segmen yang lebih premium melalui GAC Hyptec HT. Khususnya pada varian Premium, model ini mencatatkan penjualan 4.038 unit sepanjang 2025.
Angka tersebut mencerminkan lonjakan lebih dari empat kali lipat dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Sebuah akselerasi yang tidak lazim, sekaligus menunjukkan bahwa pasar EV premium di Indonesia mulai terbentuk.
Hyptec HT membawa pendekatan desain futuristik, teknologi mutakhir, dan positioning yang jelas: EV premium dengan karakter berani. Dan tampaknya, pasar menyambutnya dengan antusias.
Di tengah dominasi AION V dan lonjakan Hyptec HT, AION Y Plus tetap memainkan peran penting sebagai penopang volume. Sepanjang 2025, model ini mencatatkan penjualan 1.774 unit, atau meningkat sekitar 1,5 kali dibandingkan 2024.
AION Y Plus dikenal sebagai EV yang mengedepankan kenyamanan, fungsionalitas, dan kepraktisan—karakter yang dekat dengan kebutuhan keluarga Indonesia. Konsistensi penjualannya menunjukkan bahwa tidak semua konsumen mengejar spesifikasi tertinggi; sebagian besar mencari kendaraan listrik yang masuk akal untuk rutinitas sehari-hari.
CEO GAC Indonesia, Andry Ciu, menyampaikan bahwa capaian penjualan 2025 menjadi bukti bahwa strategi GAC mulai menemukan pijakannya di Indonesia.
“Berdasarkan data GAIKINDO, penjualan GAC di 2025 terbukti lebih baik dibandingkan 2024, dengan AION V dan AION UT menjadi model terlaris. Tidak tertinggal juga AION Y Plus dan Hyptec HT sebagai kontribusinya menunjukkan bahwa portofolio produk GAC semakin diterima oleh pasar,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak berdiri sendiri, melainkan hasil sinergi antara produk, jaringan diler, dan kepercayaan konsumen.
Dengan tren year-on-year yang positif dan dukungan model-model yang telah teruji secara global, GAC Indonesia kini berada di fase penting: menjaga momentum.
Pasar EV Indonesia masih terus bertumbuh, dan kompetisi akan semakin ketat. Namun dengan fondasi penjualan yang kuat, portofolio yang berlapis dari mass market hingga premium, serta penerimaan konsumen yang kian matang, GAC tidak lagi sekadar “ikut meramaikan”.
Dan jika 2025 adalah tahun pembuktian, maka tahun-tahun berikutnya akan menjadi ujian konsistensi—sesuatu yang, sejauh ini, tampaknya siap dijawab oleh GAC Indonesia.****
- Penulis: Abimanyu
- Editor: RM.Dimas Wirawan
