Tak Sekadar Bantuan Darurat, Pertamina Foundation Bergerak Jauh Menguatkan Pemulihan Pascabencana di Sumatera Utara hingga Barat
- account_circle Selviyani Mimie
- calendar_month Jumat, 26 Des 2025
- visibility 110
- print Cetak

Pertamina Foundation Perkuat Peran Strategis dalam Pemulihan Pascabencana di Sumatera bagian Utara
Tak Sekadar Bantuan Darurat, Pertamina Foundation Bergerak Jauh Menguatkan Pemulihan Pascabencana di Sumatera Utara hingga Barat
Pertamina Foundation Perkuat Peran Strategis dalam Pemulihan Pascabencana di Sumatera bagian Utara
OTOExpo.com , Sumatera – Bencana datang tanpa aba-aba, tetapi kepedulian sejati diuji dari seberapa lama ia bertahan. Di tengah tantangan bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumatera bagian utara, Pertamina melalui Pertamina Foundation menegaskan perannya bukan sekadar sebagai penyalur bantuan darurat, melainkan mitra strategis pemulihan jangka panjang bagi masyarakat terdampak.
Melalui pendekatan yang terkoordinasi, kolaboratif, dan berkelanjutan, Pertamina Foundation aktif mendukung penanganan dan pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, serta Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Dua wilayah ini menjadi saksi bagaimana penanganan bencana tidak hanya berbicara soal hari ini, tetapi juga tentang masa depan masyarakat yang harus kembali bangkit.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan strategis yang berlangsung pada 16 Desember 2025 antara Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn.) Armia Fahmi, dan President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari. Pertemuan ini menjadi ruang dialog penting untuk menyatukan langkah, memastikan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran sekaligus berdampak jangka panjang.
Dalam diskusi tersebut, kedua pihak membahas kebutuhan mendesak masyarakat terdampak banjir, sekaligus menyelaraskan dukungan pemulihan sosial dan ekonomi agar masyarakat tidak terjebak dalam fase krisis berkepanjangan.
Pada fase tanggap darurat, Pertamina Foundation bergerak cepat memenuhi kebutuhan paling mendasar. Berbagai bantuan disalurkan, mulai dari tenda pengungsian, kelambu, kasur, makanan siap saji, hingga obat-obatan. Bantuan ini bukan hanya untuk bertahan hidup, tetapi juga untuk menjaga martabat dan kesehatan masyarakat terdampak.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya terintegrasi bersama pemerintah daerah, mempercepat penanganan dampak bencana sekaligus memastikan masyarakat dapat menjalani hari-hari sulit dengan kondisi yang lebih layak dan aman.
“Pertamina Foundation berkomitmen untuk hadir secara nyata dalam situasi darurat bencana. Namun kami memandang pemulihan sebagai proses berkelanjutan, bukan sekadar bantuan awal, melainkan penguatan ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujar Agus Mashud S. Asngari, President Director Pertamina Foundation.
Lebih dari sekadar respons cepat, Pertamina Foundation menempatkan keberlanjutan sebagai fondasi utama pemulihan. Berbagai program sosial dirancang untuk membantu masyarakat kembali berdiri di atas kaki sendiri.
Dukungan pendidikan melalui program beasiswa, pemulihan dan penguatan UMKM lokal, hingga program pemberdayaan masyarakat menjadi bagian dari strategi jangka menengah dan panjang. Pendekatan ini diyakini mampu menciptakan efek berganda tidak hanya memulihkan ekonomi, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan kemandirian masyarakat pascabencana.

Pertamina Foundation Perkuat Peran Strategis dalam Pemulihan Pascabencana di Sumatera bagian Utara
Salah satu perhatian penting dalam pemulihan Aceh Tamiang adalah keberlanjutan layanan kesehatan. Banjir sempat menyebabkan RSUD Tanjung Pura menghentikan operasionalnya, kondisi yang berpotensi memperparah dampak bencana bagi masyarakat.
Menjawab tantangan tersebut, Pertamina melalui Pertamina Foundation menyalurkan bantuan dukungan operasional bagi rumah sakit tersebut. Bantuan diserahkan langsung oleh President Director Pertamina Foundation, bekerja sama dengan berbagai entitas di lingkungan Pertamina Grup, untuk memastikan layanan kesehatan dapat kembali berjalan normal secepat mungkin.
Langkah ini menjadi bukti bahwa pemulihan tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga tentang memastikan akses masyarakat terhadap layanan vital tetap terjaga.
Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang terbangun. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha memegang peran krusial dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak.
“Kami mengapresiasi dukungan Pertamina Foundation yang tidak hanya responsif, tetapi juga berorientasi pada pemulihan jangka panjang yang berkelanjutan,” ujar Armia Fahmi.
Tidak hanya terfokus di Aceh, Pertamina Foundation juga bergerak aktif di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan setempat, bantuan kemanusiaan berupa paket makanan siap saji dan pakaian layak pakai disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa darurat.
Pendekatan terpadu ini menegaskan prinsip Pertamina Foundation dalam penanganan bencana: respons cepat, kolaborasi lintas sektor, dan keberlanjutan program agar dampak bantuan tidak berhenti di satu titik waktu.
Seluruh bantuan kemanusiaan ini merupakan hasil kolaborasi lintas entitas di lingkungan Pertamina Grup, termasuk Pertamina Lubricants, Badak LNG, PT Pertamina Training & Consulting, PT Pertamina Bina Medika (IHC), serta Universitas Pertamina. Sinergi ini memperkuat daya jangkau program sekaligus memastikan efektivitas penyaluran bantuan.
Bagi masyarakat terdampak, kehadiran ini bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga penguatan moral. Seperti disampaikan salah satu warga Aceh Tamiang:
“Semoga apa yang diberikan Pertamina bermanfaat bagi kesehatan dan kekuatan kami dalam menghadapi musibah ini, hingga menjadi darah daging bagi anak cucu kami.”
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Pertamina Foundation kembali menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial dan kemanusiaan. Upaya ini sejalan dengan komitmen Pertamina Grup untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan sosial nasional sekaligus memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi dan bangkit dari bencana.
Karena pada akhirnya, pemulihan bukan hanya tentang kembali ke keadaan semula—melainkan tentang membangun masa depan yang lebih siap, lebih kuat, dan lebih berdaya.*****
- Penulis: Selviyani Mimie
- Editor: dimas lombardi
