Berita
light_mode
Beranda » Uncategorized » 3 Juta Mobil Toyota Diekspor ke 100 Negara

3 Juta Mobil Toyota Diekspor ke 100 Negara

  • account_circle dimas
  • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
  • visibility 202
  • print Cetak

3 Juta Mobil Toyota Diekspor ke 100 Negara

 

OTOExpo.com , Jakarta – Dunia otomotif Tanah Air kembali menorehkan sejarah besar. Toyota Indonesia resmi melepas unit ekspor ke-3 juta dari Pabrik Karawang Plant 1 milik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

Acara ini bukan sekadar seremoni biasa, tapi simbol dari perjalanan panjang industri otomotif nasional yang kini benar-benar mampu bersaing di level global.

Momen bersejarah ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, mulai dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Wapres ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, hingga Presiden Toyota Motor Corporation, Koji Sato.

Mereka semua jadi saksi bahwa hasil karya anak bangsa kini sudah diakui di lebih dari 100 negara di seluruh dunia.

“Pencapaian tiga juta unit kendaraan ini adalah bukti nyata kemampuan Indonesia dalam menghasilkan produk berkelas dunia. Kami akan terus memperkuat peran Indonesia sebagai pusat riset dan ekspor untuk kawasan Global South,” ujar Koji Sato, Presiden Toyota Motor Corporation.

Tonggak Panjang dari Kijang hingga Elektrifikasi

Kalau kita mundur ke belakang, perjalanan ekspor Toyota Indonesia sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 1987 dengan pengiriman perdana Kijang generasi ketiga ke Brunei Darussalam.

Dari situ, langkah kecil itu berkembang jadi lompatan besar. Tahun 2004, Indonesia dipercaya sebagai basis produksi global untuk Kijang Innova di bawah proyek Innovative International Multi-purpose Vehicle (IMV).

Indonesia Telah Mengekspor 3 Juta Kendaraan Toyota ke Pasar Global

Indonesia Telah Mengekspor 3 Juta Kendaraan Toyota ke Pasar Global

Seiring waktu, volume ekspor melonjak signifikan 1 juta unit di tahun 2018, 2 juta di 2022, dan kini resmi menyentuh 3 juta unit pada 2025.

Semua itu berkat dukungan kuat dari rantai pasok lokal yang semakin matang dan kolaborasi lintas industri yang solid.

Model-model andalan Toyota Indonesia juga punya performa ekspor yang luar biasa. Avanza, misalnya, laris di luar negeri dengan lebih dari 40.000 unit per tahun.

Kemudian Agya, si mobil hemat energi dari program Low Cost Green Car (LCGC), sukses menembus ekspor 30.000 unit per tahun.

Dan jangan lupa, era elektrifikasi juga ikut memberi warna baru. Innova Zenix Hybrid Electric Vehicle (HEV) serta Yaris Cross HEV kini diekspor ke berbagai negara, dengan total volume gabungan melampaui 39.000 unit.

Ini jadi sinyal kuat bahwa industri otomotif Indonesia siap menuju era mobilitas berkelanjutan.

Manufaktur Nasional

Pencapaian 3 juta unit ini tentu tidak lepas dari kekuatan basis produksi Toyota di Indonesia. Pabrik Karawang Plant 1 dan 2 menjadi tulang punggung dengan investasi mencapai Rp 100 triliun, melibatkan lebih dari 360.000 tenaga kerja dari berbagai lini mulai dari produksi, rantai pasok, distribusi, hingga layanan purna jual.

Toyota juga berkolaborasi dengan lebih dari 240 pemasok Tier-1 dan lebih dari 520 pemasok Tier-2 dan Tier-3 di dalam negeri.

Artinya, bukan hanya pabrikan besar yang tumbuh, tapi juga industri kecil dan menengah (IKM) yang ikut berkembang di sekitarnya.

“Melalui kolaborasi erat dengan pemasok lokal, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) produk Toyota kini sudah mencapai lebih dari 80%,” ungkap Nandi Julyanto, Presiden Direktur PT TMMIN.

“Dari sini terlihat, talenta Indonesia memang punya daya saing global yang nyata.”

Kontribusi untuk Ekonomi Nasional

Industri otomotif tidak cuma soal produksi dan ekspor. Kontribusinya terasa langsung ke berbagai lini ekonomi nasional. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sektor manufaktur menyumbang 18,98% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan berkontribusi 0,9% terhadap total pertumbuhan ekonomi nasional 2024 yang mencapai 5,03%.

Toyota Indonesia, sebagai bagian dari ekosistem itu, berperan besar dalam penerimaan pajak nasional — mulai dari PPh, PPN, PPnBM, hingga Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan BBNKB di tingkat daerah.

Semua ini memperkuat fiskal daerah dan mendorong kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan industri.

Harga dan Prospek Model Ekspor

Menariknya, sebagian besar model ekspor Toyota Indonesia juga dijual di pasar domestik dengan rentang harga yang kompetitif.

  • Toyota Avanza 1.3 E MT dibanderol mulai Rp 239 juta,

  • Agya 1.2 G CVT sekitar Rp 185 juta,

  • Sementara Innova Zenix HEV mulai dari Rp 458 juta,
    dan Yaris Cross HEV bermain di kisaran Rp 440 jutaan.

Harga ini menjadikan produk buatan Karawang bukan hanya unggul di pasar ekspor, tapi juga sangat bersaing di pasar lokal — baik dari sisi performa, efisiensi, maupun teknologi.

Menuju Masa Depan Elektrifikasi dan Energi Bersih

Toyota Indonesia kini tak sekadar fokus pada ekspor mobil konvensional. Perusahaan juga serius menatap masa depan elektrifikasi, dengan menghadirkan lini kendaraan seperti Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid (PHEV), Battery Electric Vehicle (BEV), hingga Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV).

Yang menarik, Toyota juga tengah mengembangkan Flexy Fuel Vehicle (FFV) berbasis bio-ethanol, yang tak hanya ramah lingkungan tapi juga bisa membantu kesejahteraan petani lokal melalui pemanfaatan sumber daya pertanian sebagai bahan bakar alternatif.

Langkah ini sejalan dengan komitmen Toyota untuk mendukung transisi energi nasional sekaligus memperkuat kemandirian energi berbasis sumber daya dalam negeri.

Indonesia Telah Mengekspor 3 Juta Kendaraan Toyota ke Pasar Global

Indonesia Telah Mengekspor 3 Juta Kendaraan Toyota ke Pasar Global

Kolaborasi, Inovasi, dan Kebanggaan Bangsa

Dari awal hanya mengimpor mobil utuh di tahun 1970-an, kini Indonesia sudah sampai di titik mengekspor 3 juta unit kendaraan ke 100 negara.

Angka ini bukan hanya statistik, tapi refleksi dari kerja keras, inovasi, dan kolaborasi panjang antara pemerintah, industri, dan masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada seluruh pelanggan Indonesia atas dukungannya. Kepercayaan inilah yang membuat kami terus berinovasi dan berkontribusi bagi masa depan mobilitas yang lebih hijau dan berkelanjutan,” tutup Koji Sato dengan bangga.

Ke depan, Toyota Indonesia berkomitmen menjadi pusat riset, produksi, dan ekspor kendaraan elektrifikasi di Asia Tenggara membawa semangat “Perjalanan Tumbuh Bersama Membangun Kesejahteraan Bangsa” ke level berikutnya.***

  • Penulis: dimas

Artikel Menarik Lainnya

expand_less