XPENG Bawa Robot Humanoid ke IIMS 2026! Sedan Listrik P7 Baru Ini Punya Otak 2.250 TOPs
- account_circle Pandito
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 10

XPENG Indonesia Unjuk Teknologi AI dan Mobilitas Masa Depan di IIMS 2026
XPENG Indonesia di IIMS 2026 Pamer AI Physical, The Next P7 dan Robot Humanoid IRON
XPENG Indonesia Unjuk Teknologi AI dan Mobilitas Masa Depan di IIMS 2026
OTOExpo.com ,Jakarta – Ada pameran otomotif yang hanya memajang mobil. Lalu ada pameran yang membuat orang bertanya: ini pameran kendaraan, atau pintu masuk ke masa depan?
Di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, XPENG Indonesia memilih jalur kedua. Bertempat di Hall B3, JIExpo Kemayoran, brand kendaraan listrik asal Tiongkok ini tampil dengan konsep yang tidak sekadar futuristik, tetapi terasa “hidup”: tema evolusi dari Digital AI menuju Physical AI.
Intinya sederhana, tapi efeknya besar. AI tidak lagi cuma fitur di layar infotainment atau sistem suara yang pintar menjawab perintah. XPENG ingin AI hadir sebagai bagian dari tubuh mobil sebagai kecerdasan yang benar-benar bekerja di dunia nyata, memproses situasi, mengambil keputusan, dan bergerak bersama manusia.
XPENG Indonesia sendiri berada di bawah bendera Erajaya Active Lifestyle (ERAL) sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) di Indonesia. Dan di IIMS 2026, mereka datang bukan sekadar membawa unit display, tapi membawa pesan: teknologi bukan lagi aksesori, melainkan identitas.

XPENG Indonesia Unjuk Teknologi AI dan Mobilitas Masa Depan di IIMS 2026
CEO Erajaya Active Lifestyle, Djohan Sutanto, menyebut bahwa IIMS 2026 hadir dalam atmosfer yang positif—dan XPENG ikut menikmati gelombang antusiasme itu.
XPENG, meski terbilang baru di Indonesia, mencatat capaian yang cukup keras suaranya: menjadi posisi penjualan teratas di segmen MPV Premium pada Desember 2025.
Bukan angka yang bisa dianggap kebetulan. Itu artinya pasar sudah mulai menerima XPENG sebagai pemain serius di segmen EV premium.
“Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan XPENG di Indonesia. Antusiasme dan kepercayaan konsumen menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan dan bernilai untuk pasar Indonesia,” ujar Djohan.
Kalimatnya terdengar formal, tapi maknanya jelas: XPENG tidak datang untuk coba-coba.
Di booth IIMS 2026, XPENG menampilkan The Next P7, generasi terbaru sedan listrik berperforma tinggi. Sedan ini bukan hanya soal desain progresif dan garis bodi tajam yang terasa seperti “dibuat oleh angin”.
Yang membuatnya menonjol adalah bagaimana XPENG memposisikan P7 sebagai kendaraan yang menyatu dengan AI—bukan mobil yang “ditambah AI” belakangan.
The Next P7 disebut sebagai wujud sedan listrik masa depan yang menggabungkan performa dan teknologi. Dengan kata lain: ini sedan untuk mereka yang ingin mobil tetap terasa emosional, tapi otaknya sudah masuk era baru.
Bukan lagi sekadar cepat, tapi cerdas.
Namun pusat perhatian sebenarnya bukan cuma mobil.
XPENG juga membawa XPENG IRON, robot humanoid yang jadi bukti bahwa perusahaan ini serius bermain di ranah AI tingkat lanjut. Kehadiran humanoid ini seperti sindiran halus untuk industri otomotif konvensional: XPENG tidak hanya membuat kendaraan, mereka membangun ekosistem kecerdasan buatan.
Dan IRON bukan robot gimmick yang hanya bisa berdiri lalu melambaikan tangan.
Robot ini mengusung sistem AI dunia fisik generasi pertama yang dikembangkan mandiri oleh XPENG. Teknologinya mengombinasikan VLT, VLA, dan VLM, yang membuat IRON mampu berkomunikasi, bergerak, dan berinteraksi secara lebih alami.
Teknologi VLT sendiri disebut sebagai pusat pemrosesan utama yang memungkinkan robot berpikir lebih dalam dan mengambil keputusan mandiri.
Kalau biasanya robot humanoid hanya jadi simbol masa depan, XPENG mencoba menjadikannya produk nyata dari “masa depan yang sedang dibangun hari ini”.
Bagian yang paling menarik dan paling teknis ada pada otaknya.
Baik XPENG P7 maupun humanoid XPENG IRON dibekali tiga chip Turing AI dengan kemampuan komputasi mencapai 2.250 TOPs.
TOPs (Trillion Operations Per Second) adalah ukuran kemampuan komputasi AI. Semakin besar nilainya, semakin kuat sistem memproses data real-time seperti kamera, radar, sensor kendaraan, hingga pola perilaku pengguna.
Dengan angka 2.250 TOPs, XPENG seperti ingin mengatakan: AI mereka bukan “asisten”, tapi “pusat kendali”.
Dan ini semakin masuk akal ketika XPENG menyebut mereka sudah mengembangkan sistem Physical AI secara menyeluruh—mulai dari chip, sistem operasi berbasis AI, hingga perangkat keras cerdas.
Teknologi ini menjadi fondasi untuk kendaraan berbasis AI, Robotaxi, robot humanoid, bahkan kendaraan terbang.
Ya, kendaraan terbang. Kedengarannya seperti film, tapi XPENG menyebutnya sebagai bagian dari roadmap.
Agar booth mereka tidak terasa seperti museum masa depan, XPENG juga membawa lini yang sudah dipasarkan di Indonesia: XPENG G6 Pro dan XPENG X9.
Keduanya diposisikan untuk memenuhi permintaan pasar EV premium yang terus tumbuh. X9 sendiri bermain di segmen MPV modern, sementara G6 Pro menargetkan konsumen SUV listrik yang menginginkan performa plus teknologi.
Ini penting, karena XPENG terlihat ingin membangun keseimbangan: mereka boleh futuristik, tapi tetap membumi lewat produk yang bisa langsung digunakan.
XPENG juga menyiapkan program apresiasi untuk pengunjung. Setiap pelanggan yang melakukan SPK selama pameran berkesempatan mendapat hadiah melalui program Lucky Dip, mulai dari Smart Band hingga iPhone 17.
Selain itu, ada juga voucher pengisian daya gratis di jaringan Voltron, dengan manfaat hingga 10.000 km free charging atau setara satu tahun penggunaan.
Bagi calon pengguna EV, ini bukan bonus kecil karena biaya charging adalah bagian penting dari kalkulasi kepemilikan kendaraan listrik.

XPENG Indonesia Unjuk Teknologi AI dan Mobilitas Masa Depan di IIMS 2026
Melalui IIMS 2026, XPENG Indonesia juga menegaskan strategi tahun ini: memperluas jaringan dan ekspansi ke luar Jabodetabek.
Langkah ini terdengar klasik, tapi bagi brand EV premium, ekspansi jaringan berarti satu hal: mereka siap bermain jangka panjang.
Karena mobil listrik bukan hanya soal produk. Ia soal ekosistem, layanan, dan kepercayaan.
Dan XPENG, lewat panggung IIMS 2026, tampaknya ingin memastikan publik Indonesia paham: mereka bukan datang membawa hype, tapi membawa sistem—dengan AI sebagai tulang punggungnya.****
- Penulis: Pandito
- Editor: Dimas Lombardi
