Berita
light_mode
Beranda » Uncategorized » WMS Edukasi Safety Riding Inklusif di IIMS 2026, Teknik Motor Adaptif untuk Difabel Jadi Sorotan

WMS Edukasi Safety Riding Inklusif di IIMS 2026, Teknik Motor Adaptif untuk Difabel Jadi Sorotan

  • account_circle Abimanyu
  • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
  • visibility 64
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

PT Wahana Makmur Sejati Tegaskan Komitmen Keselamatan Berkendara Inklusif Melalui Edukasi Safety Riding di IIMS 2026

WMS Edukasi Safety Riding Inklusif di IIMS 2026: Teknik Motor Adaptif untuk Pengendara Difabel Dibedah Tuntas!

OTOExpo.com , Jakarta –  PT Wahana Makmur Sejati (WMS), selaku Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Jakarta–Tangerang, kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun budaya keselamatan berkendara melalui program edukasi yang konsisten dan berkelanjutan.

Dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, WMS menghadirkan edukasi safety riding yang lebih relevan dengan kondisi lalu lintas modern, yakni mengangkat tema keselamatan berkendara inklusif.

Kegiatan edukasi ini berlangsung pada Selasa (10/02) di Indoor Stage, Grand Hall Area, JIExpo Kemayoran, dan menjadi bagian dari talkshow bertajuk Talk Show @SafeAndAble yang diselenggarakan oleh KamiBijak Media.

Berbeda dengan edukasi keselamatan berkendara pada umumnya yang hanya berfokus pada keterampilan teknis dasar, talkshow ini menekankan bahwa safety riding juga menyangkut aspek sosial: bagaimana pengguna jalan mampu membangun sikap empati, memahami kondisi pengendara lain, serta menghargai kebutuhan pengendara difabel yang memiliki karakter berkendara berbeda.

Wahana Makmur Sejati Tegaskan Komitmen Keselamatan Berkendara Inklusif Melalui Edukasi Safety Riding di IIMS 2026

Wahana Makmur Sejati Tegaskan Komitmen Keselamatan Berkendara Inklusif Melalui Edukasi Safety Riding di IIMS 2026

WMS menegaskan bahwa edukasi keselamatan berkendara harus mampu menjangkau semua lapisan masyarakat, termasuk pengendara dengan kebutuhan khusus. Hal ini sejalan dengan kampanye keselamatan Honda yang terus digaungkan melalui semangat #Cari_Aman.

Head of Safety Riding Promotion (SRP) PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, menekankan bahwa keselamatan berkendara bukan sekadar urusan mampu mengendarai sepeda motor, melainkan soal bagaimana setiap individu bertanggung jawab di jalan.

“Keselamatan adalah aspek fundamental dalam berkendara. Melalui edukasi safety riding yang adaptif dan inklusif, kami ingin mendorong seluruh pengguna jalan, termasuk pengendara difabel, untuk dapat berkendara dengan aman, nyaman, dan bertanggung jawab sesuai semangat #Cari_Aman,” jelas Agus.

Melalui kolaborasi bersama KamiBijak Media, WMS memperluas jangkauan edukasi keselamatan yang lebih aplikatif, terutama untuk pengunjung IIMS 2026 yang berasal dari latar belakang berbeda.

Dalam sesi materi utama, WMS memaparkan teknik berkendara adaptif yang dirancang untuk mendukung pengendara difabel agar tetap mampu mengendalikan sepeda motor secara optimal. Materi ini menyoroti empat faktor penting sebagai dasar keselamatan:

1. Kontrol Halus (Smooth Control)

Pengendara dianjurkan mengoperasikan throttle dan rem dengan input lembut. Teknik ini penting untuk menjaga stabilitas, terutama saat motor bermanuver dalam kondisi padat atau ketika pengendara menggunakan alat bantu tertentu.

2. Kecepatan Konsisten

Kecepatan yang stabil membuat kendaraan lebih mudah dikendalikan. Dalam konteks pengendara difabel, kestabilan kecepatan juga membantu mengurangi risiko kehilangan keseimbangan akibat perubahan akselerasi mendadak.

3. Jarak Aman Ekstra

Jarak pengereman harus diperhitungkan lebih panjang. Faktor ini krusial karena pengendara difabel bisa memiliki keterbatasan waktu reaksi atau keterbatasan pergerakan tertentu, sehingga ruang aman ekstra dapat menjadi penyelamat di situasi darurat.

4. Antisipasi Dini

Kemampuan membaca potensi bahaya lebih awal menjadi elemen paling vital. Pengendara didorong untuk memprediksi pergerakan kendaraan lain, kondisi jalan, hingga potensi blind spot sebelum mengambil keputusan.

Keempat faktor ini menjadi pondasi untuk meningkatkan kewaspadaan, sekaligus membentuk pola berkendara yang lebih aman di jalan raya.

Tidak berhenti pada teknik dasar, WMS juga membahas aspek posisi berkendara dan penggunaan alat bantu yang tepat. Dalam sesi ini, dijelaskan empat faktor pendukung keselamatan yang berkaitan langsung dengan ergonomi:

1. Posisi Duduk Stabil

Keseimbangan tubuh harus dijaga agar distribusi bobot pengendara tetap optimal dan motor lebih mudah dikendalikan.

2. Titik Tumpu

Penggunaan titik tumpu pada tubuh maupun alat bantu perlu disesuaikan agar pengendara tidak cepat lelah dan tetap stabil saat bermanuver.

3. Ergonomis

Penyesuaian posisi setang, pijakan kaki, hingga modifikasi tertentu harus mengikuti kebutuhan fisik pengendara. Ergonomi yang tepat akan meningkatkan kontrol sekaligus menurunkan risiko cedera.

4. Safety First

Perlengkapan keselamatan tetap menjadi prioritas utama, mulai dari helm berstandar SNI, sarung tangan, jaket pelindung, hingga penggunaan pelindung lutut bila diperlukan.

Pemahaman ini menegaskan bahwa keselamatan bukan hanya tentang motor yang digunakan, tetapi juga tentang bagaimana kendaraan dan pengendara “menyatu” dalam kondisi yang aman.

Head of TSD PT Wahana Makmur Sejati, Benedictus F. Maharanto, menambahkan bahwa talkshow ini membawa pesan penting: keselamatan berkendara harus dilihat sebagai kebutuhan bersama, bukan hanya individu.

Wahana Makmur Sejati Tegaskan Komitmen Keselamatan Berkendara Inklusif Melalui Edukasi Safety Riding di IIMS 2026

Wahana Makmur Sejati Tegaskan Komitmen Keselamatan Berkendara Inklusif Melalui Edukasi Safety Riding di IIMS 2026

“Kegiatan ini bertujuan mengajak masyarakat memahami keselamatan berkendara menyeluruh, termasuk pentingnya empati dan inklusivitas di jalan raya. Kolaborasi ini semakin menegaskan pesan keselamatan yang relevan dan mudah dipahami oleh audiens. Kami harap ilmu yang diajarkan bisa dipahami dan diterapkan berkelanjutan,” ujar Benedictus.

Bagi WMS, program edukasi seperti ini bukan sekadar kegiatan seremonial pameran, tetapi bagian dari tanggung jawab jangka panjang untuk mendukung mobilitas aman dan berkelanjutan di Indonesia.

Melalui langkah nyata di IIMS 2026, WMS kembali menegaskan bahwa keselamatan berkendara harus menjadi budaya bersama—untuk semua, tanpa terkecuali.*****

  • Penulis: Abimanyu

Berita Menarik Lainnya

expand_less