News
light
Beranda » Tips » Salah Pilih V-Belt Aerox Dan NMAX Bisa Bikin CVT “Menangis”: Ini Kode Lengkap yang Wajib Kamu Tahu!

Salah Pilih V-Belt Aerox Dan NMAX Bisa Bikin CVT “Menangis”: Ini Kode Lengkap yang Wajib Kamu Tahu!

  • account_circle Pandito
  • calendar_month 16 jam yang lalu
  • visibility 16

Salah Pilih V-Belt Aerox Dan NMAX Bisa Bikin CVT “Menangis”: Ini Kode Lengkap yang Wajib Kamu Tahu!

Masih bingung pilih V-belt Aerox dan NMAX? Ini penjelasan lengkap kode B65, B6H, B8R, dan 2DP agar CVT awet dan tarikan tetap enak

OTOExpo.com , Jakarta –  Di balik tarikan halus dan akselerasi spontan motor matik Yamaha seperti Aerox, NMAX, dan Lexi, ada satu komponen yang sering diremehkan tapi punya peran vital: V-belt CVT.

Sayangnya, justru di sektor inilah banyak pemilik motor dibuat bingung. Bukan karena harganya, tapi karena kode-kodenya yang mirip, panjang, dan terlihat sepele padahal dampaknya bisa fatal.

Tak sedikit pengguna yang mengaku tarikan motornya mendadak loyo, CVT berisik, bahkan muncul getaran aneh hanya karena salah memilih kode V-belt. Masalah klasik ini terus berulang, terutama pada lini Yamaha berbasis mesin 155 cc yang terlihat serupa namun sejatinya berbeda generasi.

Lantas, kenapa V-belt Aerox dan NMAX punya banyak kode, dan mana yang sebenarnya paling tepat?

V-Belt Bukan Sekadar Karet, Ini “Nadi” Sistem CVT. Dalam sistem Continuously Variable Transmission (CVT), V-belt berfungsi sebagai penghubung utama tenaga dari mesin ke roda. Ia bekerja di antara pulley depan (primary) dan belakang (secondary), menyesuaikan rasio secara dinamis mengikuti putaran mesin.

Karena itulah, perbedaan sedikit saja pada panjang, lebar, atau karakter material V-belt akan memengaruhi performa secara signifikan.

“V-belt itu bukan cuma soal muat atau tidak. Ada karakter tarikan, respons RPM, sampai ketahanan panas yang harus sesuai dengan desain CVT tiap model,” ujar Deni, mekanik spesialis CVT Yamaha, saat ditemui di Jakarta.

Yang terkadang jadi pertanyaan adalah, Kenapa Kode V-Belt Yamaha Bisa Banyak dan Mirip? Yamaha menerapkan kode part berbeda untuk menyesuaikan:

  • Tahun produksi

  • Generasi mesin

  • Desain CVT

  • Bobot dan karakter kendaraan

Meski Aerox, NMAX, dan Lexi sama-sama mengusung mesin 155 cc VVA, setting CVT-nya tidak identik. Inilah yang membuat satu kode V-belt bisa cocok, sementara kode lain justru bikin performa anjlok.

Yuk kita bedah Kode V-Belt Aerox, NMAX, dan Lexi: Jangan Sampai Salah.

1. Kode 2DP-E7641

Ini adalah V-belt khusus NMAX generasi pertama (2015–2018).

  • Dirancang untuk CVT NMAX lama

  • Panjang dan profilnya berbeda

  • Tidak kompatibel dengan Aerox atau NMAX baru

Menggunakan V-belt ini di motor generasi terbaru berisiko membuat CVT cepat aus dan tarikan tidak presisi.

2. Kode B65

Kode ini paling sering ditemui di pasaran dan dikenal fleksibel.

  • Digunakan pada Aerox dan Lexi

  • Karakter responsif

  • Bisa menjadi alternatif untuk beberapa model NMAX baru

Namun tetap disarankan mengecek tahun produksi motor sebelum membeli.

3. Kode B8R-E7641

Ini adalah kode OEM untuk Yamaha Aerox.

  • Cocok untuk Aerox generasi baru

  • Bisa digunakan pada NMAX 2020 ke atas

  • Karakter stabil dan awet untuk pemakaian harian

4. Kode B6H

Kode ini sering disebut sebagai “kembarannya” B65 dan B8R.

  • Digunakan pada NMAX baru dan Aerox

  • Bisa saling tukar pada platform CVT terbaru

  • Cocok untuk pengguna yang menginginkan performa seimbang

Berikut imi panduan penggunaan V-belt untuk masing-masing motor Yamaha.

  • NMAX 2015–2018
    WAJIB pakai 2DP-E7641

  • Aerox, Lexi, NMAX 2020 ke atas
    Bisa pakai B65, B8R-E7641, atau B6H

Kesalahan paling umum adalah menyamakan semua NMAX tanpa melihat tahunnya. Padahal, di sinilah sumber masalah bermula.

MAXI Signature Hadirkan Xmax Dan Aerox

Tanda-Tanda V-Belt Sudah Harus Diganti, V-belt yang mulai aus biasanya menunjukkan gejala:

  • Tarikan terasa berat di awal

  • RPM naik tapi motor lambat melaju

  • CVT mengeluarkan suara kasar

  • Getaran muncul saat akselerasi

Secara umum, Yamaha menyarankan penggantian V-belt di kisaran 20.000–25.000 km, tergantung gaya berkendara dan beban penggunaan.

Tips Membeli V-Belt agar CVT Tetap Sehat

  1. Utamakan bengkel resmi atau toko terpercaya

  2. Sebutkan tipe motor dan tahun produksi

  3. Jika belanja online, pastikan kode tercantum jelas

  4. Jangan tergoda harga murah tanpa spesifikasi pasti

“Lebih baik tanya ulang daripada bongkar CVT dua kali,” tambah Deni.

Banyaknya kode V-belt bukan untuk membingungkan, melainkan menyesuaikan karakter mesin dan CVT. Ketika dipilih dengan benar, V-belt mampu:

  • Menjaga akselerasi tetap halus

  • Memperpanjang usia CVT

  • Mengembalikan rasa berkendara yang nyaman

Di dunia motor matik modern, ketepatan komponen adalah kunci performa. Salah pilih satu bagian kecil, efeknya bisa terasa ke seluruh sistem.

  • Penulis: Pandito
  • Editor: RM.Dimas Wirawan

✈︎ Random Artikel

expand_less