News
light
Beranda » Kendaraan » Produk Lokal Menggila, 88% Penjualan Suzuki 2025 Disokong Mobil Buatan Dalam Negeri

Produk Lokal Menggila, 88% Penjualan Suzuki 2025 Disokong Mobil Buatan Dalam Negeri

  • account_circle Abimanyu
  • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
  • visibility 15

Suzuki Indonesia Catat 88% Penjualan dari Produk Lokal di 2025

SUZUKI INDONESIA PERKUAT INDUSTRI NASIONAL, PRODUK LOKAL DOMINASI 88% PENJUALAN TAHUN 2025

OTOExpo.com , Jakarta –  Suzuki Indonesia menutup tahun 2025 dengan catatan yang bukan hanya manis dari sisi bisnis, tetapi juga strategis bagi masa depan industri otomotif nasional. PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) membukukan penjualan lebih dari 64.000 unit mobil, dengan fakta menarik di baliknya: 88% di antaranya berasal dari model hasil produksi dalam negeri.

Angka tersebut bukan sekadar statistik penjualan. Ia mencerminkan bagaimana Suzuki menempatkan Indonesia bukan hanya sebagai pasar, melainkan sebagai jantung produksi yang menopang keberlangsungan bisnis jangka panjang.

Dari lini kendaraan niaga hingga SUV modern, pabrik Suzuki di Tanah Air bekerja penuh, menyerap komponen lokal sekaligus menggerakkan ekosistem industri otomotif nasional.

Jangan Kaget Kalau Kamu Bisa Bawa Pulang Emas Dengan Test Drive FRONX dari Suzuki

“Sepanjang 2025, lebih dari 64.000 unit mobil Suzuki telah terjual di Indonesia. Yang membanggakan, 88% di antaranya merupakan produk buatan dalam negeri.

Ini menjadi bukti keberhasilan Suzuki dalam mendukung dan memperkuat industri otomotif nasional,” ujar Dony Saputra, Deputy to 4W Sales & Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales.

Dominasi produk lokal Suzuki paling terasa di segmen kendaraan komersial. New Carry kembali membuktikan statusnya sebagai tulang punggung ekonomi rakyat. Sepanjang 2025, kendaraan niaga legendaris ini menyumbang 47% dari total penjualan ritel Suzuki.

Angka tersebut menggambarkan realitas pasar Indonesia, di mana kendaraan bukan sekadar alat transportasi, melainkan mitra kerja harian. Efisiensi biaya operasional, daya tahan, dan kemudahan perawatan menjadikan New Carry tetap relevan di tengah persaingan yang semakin ketat.

Di sinilah Suzuki bermain rapi: menghadirkan produk fungsional, diproduksi lokal, dan benar-benar digunakan untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Beralih ke segmen kendaraan penumpang, tren SUV semakin menguat sepanjang 2025. Konsumen Indonesia kini mencari kendaraan serbaguna—nyaman untuk keluarga, tangguh untuk perjalanan jauh, dan efisien untuk penggunaan harian.

Menjawab kebutuhan tersebut, New Suzuki XL7 tampil sebagai pemain utama. SUV 7-penumpang ini menyumbang 20% dari total penjualan Suzuki, menjadikannya model penumpang terlaris Suzuki sepanjang tahun.

Kombinasi desain modern, fitur fungsional, serta pilihan teknologi hybrid membuat XL7 diterima luas oleh pasar keluarga Indonesia yang semakin rasional dan sadar nilai.

Suzuki tidak berhenti pada model yang sudah mapan. Tahun 2025 juga menjadi panggung bagi Suzuki Fronx, Coupe SUV bergaya modern yang diproduksi langsung di pabrik Cikarang.

Sejak diluncurkan pada Mei 2025, Fronx langsung mencuri perhatian pasar. Dalam waktu singkat, model ini mencatatkan penjualan hampir 10.000 unit, setara 14% dari total penjualan Suzuki. Capaian ini semakin solid dengan raihan 13 penghargaan nasional, termasuk Car of the Year 2025.

Lebih dari sekadar produk domestik, Fronx diproyeksikan sebagai produk ekspor, menegaskan peran Indonesia dalam rantai pasok global Suzuki.

Jika sebelumnya teknologi hybrid dipandang sebagai ceruk, maka 2025 menjadi titik balik. Suzuki mencatat perubahan signifikan dalam preferensi konsumen terhadap kendaraan elektrifikasi ringan melalui teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS).

Suzuki New Carry Dilengkapi Proteksi Tambahan Hindari Pencurian

Suzuki New Carry Dilengkapi Proteksi Tambahan Hindari Pencurian

Model-model seperti Grand Vitara Hybrid, XL7 Hybrid, dan Fronx Hybrid menjadi bukti bahwa efisiensi dan keterjangkauan bisa berjalan beriringan.

“Data Gaikindo menunjukkan enam dari sepuluh pembeli mobil penumpang Suzuki memilih varian hybrid. Ini membuktikan bahwa konsumen Indonesia mulai menikmati efisiensi bahan bakar yang lebih baik, sekaligus berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon,” jelas Dony.

Dominasi produk lokal hingga 88% bukan hanya prestasi penjualan, melainkan penegasan arah strategi Suzuki di Indonesia. Dengan mengoptimalkan fasilitas manufaktur, memperluas serapan komponen lokal, dan menghadirkan teknologi yang relevan, Suzuki menempatkan diri sebagai bagian aktif dari pembangunan industri otomotif nasional.

Di tengah transisi menuju elektrifikasi dan persaingan global yang semakin ketat, Suzuki memilih jalur konsisten: membangun dari dalam negeri, untuk pasar domestik dan dunia.*****

  • Penulis: Abimanyu
  • Editor: RM.Dimas Wirawan

✈︎ Random Artikel

expand_less