Berita
light_mode
Beranda » Aftermarket » Pertamina Patra Niaga Siap Edukasi Bioetanol 10% Dan Perbaiki SPBU

Pertamina Patra Niaga Siap Edukasi Bioetanol 10% Dan Perbaiki SPBU

  • account_circle Pandito
  • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
  • visibility 229
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pertamina Siap Sosialisasi Bioetanol 10% & Perbaiki SPBU

OTOExpo.com , Jakarta –  Pertamina Patra Niaga menyatakan dukungan terbuka atas kebijakan pemerintah untuk memanfaatkan bioetanol hingga 10% (E10).
Pernyataan itu muncul bersamaan dengan rencana internal perusahaan untuk meningkatkan pengalaman konsumen di SPBU lewat program Retail Make Over.

“Sebagai perusahaan yang melakukan layanan publik di bidang BBM, kami memahami perlunya edukasi kepada masyarakat… kami menyambut baik bahwa pabrikan otomotif juga telah mengantisipasi dengan teknologi kendaraan yang mampu menggunakan Bioetanol sebagai bahan bakarnya,” ujar Mars Ega Legowo Putra, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga.

Apa arti E10 untuk pemilik kendaraan?

Secara teknis, E10 adalah bensin yang mengandung 10% bioetanol. Di banyak negara, E10 sudah menjadi standar karena mengurangi ketergantungan impor BBM dan menurunkan emisi karbon sedikit demi sedikit.

Untuk konsumen Indonesia, ada tiga hal praktis yang perlu dicermati:

  • Kompatibilitas kendaraan: mayoritas mobil modern (khususnya keluaran 2010 ke atas) umumnya kompatibel dengan E10. Namun kendaraan lawas—terutama motor dan mobil diesel konversi—perlu pengecekan material fuel line, seal, dan pompa bahan bakar.
  • Perawatan lebih ketat: bioetanol bersifat higroskopis (menarik air), sehingga kualitas penyimpanan dan distribusi di SPBU harus diawasi ketat agar tidak terjadi kontaminasi atau korosi pada komponen tertentu.
  • Efisiensi & performa: pada beberapa mesin, E10 bisa memberi sedikit penurunan efisiensi volumetrik atau perubahan timing; namun pabrikan kendaraan biasanya sudah menyesuaikan ECU untuk menangani perbedaan ini.

Program Retail Make Over

Pertamina Patra Niaga menyebut sedang mengakselerasi perbaikan layanan ritel SPBU: penataan toilet & mushala, housekeeping, dan kepastian kualitas BBM.

Itu langkah yang disambut baik, tetapi implementasi adalah kunci. Ada ribuan SPBU di Indonesia; perbaikan seragam memerlukan standar operasional, audit kualitas, dan anggaran berkelanjutan.

Sudut pandang kritis: tanpa target waktu yang jelas, indikator kinerja (KPI) publik, dan transparansi audit kualitas BBM di tingkat SPBU, klaim “Make Over” berisiko terasa kosmetik.
Konsumen berhak tahu: SPBU mana yang diprioritaskan, berapa banyak outlet yang sudah diupgrade, dan bagaimana pengawasan terhadap kualitas E10 berjalan.

Kolaborasi B2B & edukasi publik

Pertamina menyatakan negosiasi B2B dengan Badan Usaha Non-Pertamina masih berlangsung—mengarah ke solusi win-win. Ini penting untuk memperluas jaringan distribusi E10 tanpa menurunkan standar.

Selain itu, Pertamina mengajak pabrikan otomotif, akademisi, dan praktisi untuk edukasi publik langkah yang tepat karena perubahan bahan bakar memerlukan literasi konsumen.

MyPertamina & program apresiasi

Sambil mempersiapkan transisi, Pertamina Patra Niaga menjalankan program promosi seperti MyPertamina Tebar Hadiah yang memberi kesempatan penukaran poin hingga akhir Oktober 2025.

Program seperti ini efektif untuk mendorong engagement, tetapi jangan sampai menggantikan komunikasi edukatif yang lebih teknis soal E10.

Manfaat besar

Langkah pertanian energi seperti adopsi bioetanol 10% berpotensi memperkaya rantai nilai lokal, mengurangi impor, dan mendukung target energi hijau.

Namun agar transisi adil dan aman, diperlukan koordinasi operasional konkret: standar kualitas BBM di SPBU, audit periodik, dukungan teknis untuk kendaraan lawas, dan kampanye edukasi yang mudah dipahami konsumen.

Secara ringkas: pernyataan Pertamina Patra Niaga positif dan strategis  namun masyarakat berhak menuntut akselerasi yang terukur, data implementasi, dan jaminan kualitas di lapangan. Tanpa itu, niat baik rawan jadi janji yang belum terukur.

“Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada segenap masyarakat atas kepercayaan, kepedulian dan masukan yang diberikan kepada kami, baik secara langsung melalui Contact Center 135 atau tidak langsung untuk kebaikan perusahaan”, tutup Mars Ega.

Pertanyaan Singkat

Apa bedanya E10 dengan bensin biasa? E10 mengandung 10% bioetanol yang berasal dari bahan biomassa. Manfaatnya termasuk mengurangi emisi CO₂ dan ketergantungan bahan bakar fosil.

Apakah semua mobil bisa pakai E10? Tidak semua; mayoritas mobil modern mendukung E10, tetapi kendaraan lawas perlu pengecekan teknis.

Bagaimana konsumen melaporkan masalah kualitas BBM? Pertamina menyediakan Contact Center 135—Pertamina Patra Niaga juga menyambut masukan masyarakat untuk perbaikan layanan.

 

  • Penulis: Pandito
  • Editor: RM.Dimas Wirawan

Baca Juga

expand_less