News
light
Beranda » Aftermarket » Pertamina Mantapkan Langkah Menuju Swasembada Energi dan Ketahanan Nasional

Pertamina Mantapkan Langkah Menuju Swasembada Energi dan Ketahanan Nasional

  • account_circle dimas
  • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
  • visibility 174

Pertamina Mantapkan Langkah Menuju Swasembada Energi dan Ketahanan Nasional

Pertamina terus memperkuat ketahanan energi nasional dengan lima pilar strategis: Availability, Accessibility, Affordability, Acceptability, dan Sustainability

 

 

OTOExpo.com , Jakarta –  Ada sesuatu yang sakral dalam setiap tetes energi. Ia mengalir dalam denyut kehidupan bangsa, menghidupkan lampu di rumah-rumah, menyalakan mesin yang membawa hasil bumi, dan memberi napas pada jutaan kendaraan di jalan raya.

Di tengah pusaran waktu dan perubahan dunia, Pertamina berdiri tegak bukan sekadar perusahaan energi, melainkan penjaga bara abadi kemandirian bangsa.

Kini, ketika dunia bicara tentang transisi energi, Pertamina menulis babak baru: sebuah perjalanan menuju swasembada energi nasional dengan fondasi lima pilar sakti Availability, Accessibility, Affordability, Acceptability, dan Sustainability.

Lima kata, satu tujuan: energi yang tangguh, adil, dan berkelanjutan untuk Indonesia.

“Energi bukan sekadar komoditas. Ia adalah jiwa dari kedaulatan,” terang Nicke Widyawati, Direktur Utama PT Pertamina (Persero).

Availability

Seperti pelita yang tak pernah padam, Pertamina memastikan energi tetap tersedia (availability) dari Sabang hingga Merauke.

Melalui eksplorasi berkelanjutan, Pertamina Hulu Energi (PHE) terus menggali potensi migas dalam negeri, sementara sektor energi baru dan terbarukan mulai tumbuh menjadi tulang punggung masa depan.

Pertamina kini bukan hanya bicara minyak dan gas, tapi juga panas bumi, hidrogen hijau, bioetanol, hingga solar panel.
Semuanya dirancang untuk memastikan Indonesia tidak bergantung pada pasokan asing, namun berdiri di atas kekuatan sumber daya sendiri.

“Kami percaya kemandirian energi harus dimulai dari tanah sendiri,  dari perut bumi dan sinar matahari Indonesia,” ujar salah satu insinyur eksplorasi muda Pertamina di Cepu.

Accessibility

Apa arti energi kalau tak sampai ke tangan rakyat? Bagi Pertamina, keadilan energi adalah napas kedua dari ketahanan nasional. Melalui program BBM Satu Harga, Pertamina memastikan harga bahan bakar di Wamena sama dengan di Jakarta.

Hingga 2025, lebih dari 500 titik distribusi BBM Satu Harga telah berdiri kokoh, menjadi saksi bahwa energi sejati adalah energi yang menyapa semua lapisan bangsa.

Inovasi digital pun menjadi jembatan. Lewat MyPertamina, masyarakat dapat bertransaksi lebih mudah, memantau konsumsi, hingga menikmati promo loyalitas.

Teknologi menjadi perantara antara energi dan kehidupan modern, tanpa melupakan akar sosialnya.

“Kami ini pengemudi ojek online, hidup di jalan. Isi Pertamax di SPBU Pertamina bikin mesin halus, irit, dan selalu siap tempur,” tutur Rohman, pengemudi ojol di Jakarta, sambil tersenyum bangga.

Affordability

Dalam dunia yang berubah cepat, harga energi menjadi cermin kesejahteraan. Melalui pilar Affordability, Pertamina menyeimbangkan antara efisiensi produksi dan keterjangkauan harga.

Proyek-proyek seperti Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan dan Grass Root Refinery (GRR) di Tuban menjadi bukti nyata upaya Pertamina meningkatkan efisiensi nasional.

Dengan teknologi kilang modern, bahan bakar berkualitas tinggi dapat diproduksi lebih hemat — tanpa mengorbankan kualitas, tanpa mengorbankan rakyat.

Itulah esensi dari energi berkeadilan: tangguh di pasar global, namun lembut bagi dompet rakyat.

Harga eceran Pertamax, misalnya, dijaga agar tetap kompetitif di kisaran Rp 13.500–Rp 14.000 per liter, dengan jaminan performa dan efisiensi yang lebih unggul.

Acceptability

Pilar keempat, Acceptability, menjadi wajah masa depan Pertamina: energi yang bersahabat dengan lingkungan.

Dalam senyapnya laboratorium dan kilang hijau, Pertamina menanam benih masa depan melalui green refinery di Cilacap dan Plaju.

Di sana, minyak sawit (CPO) diolah menjadi bahan bakar hijau (green diesel dan green avtur) yang rendah emisi namun tinggi nilai inovasi.

Selain itu, Pertamina juga memperluas infrastruktur SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum), menjawab gelombang elektrifikasi kendaraan yang makin deras.

Langkah-langkah ini sejalan dengan visi besar: Net Zero Emission 2060.

“Transisi energi bukan hanya soal teknologi, tapi juga kesadaran akan warisan yang kita tinggalkan bagi generasi berikutnya,” ungkap Nicke Widyawati, dalam salah satu forum energi di Bali.

Sustainability

Dan akhirnya, pilar terakhir: Sustainability keberlanjutan.
Pertamina sadar bahwa perjalanan ini bukan sprint, tapi maraton panjang menuju masa depan yang hijau.

Melalui anak usaha Pertamina New & Renewable Energy (PNRE), berbagai proyek energi terbarukan terus dikembangkan: dari geothermal Lahendong, PLTS Badak LNG, hingga co-firing biomassa di pembangkit.

Tak hanya mengubah sumber energi, Pertamina juga mengubah budaya: dari konsumtif menjadi produktif, dari eksploitatif menjadi regeneratif.

Dalam setiap tetes bahan bakar, kini terselip makna: keberlanjutan adalah bentuk cinta pada bumi.

Pertamina, Bara yang Tak Padam

Di atas landasan Availability, Accessibility, Affordability, Acceptability, dan Sustainability, Pertamina bukan sekadar menjaga pasokan energi, tapi juga menyalakan harapan.

PENURUNAN HARGA MINYAK MENTAH DUNIA & PENYESUAIAN HARGA BBM

Energi tidak lagi sekadar urusan mesin dan angka, tapi tentang kehidupan tentang bagaimana setiap keluarga menyalakan lampu di malam hari tanpa takut gelap, tentang nelayan yang berangkat sebelum fajar, dan tentang bangsa yang terus melaju tanpa kehilangan arah.

“Energi adalah cahaya yang menghubungkan masa lalu, kini, dan masa depan Indonesia. Dan Pertamina akan terus menjaganya tetap menyala.” (kutipan internal Pertamina Energy Day 2025)

Dengan semangat “Energizing The Nation”, Pertamina menegaskan tekad: swasembada energi bukan impian jauh, tapi kenyataan yang sedang tumbuh.

Di tangan para insinyur, teknisi, dan pekerja di lapangan, nyala energi bangsa terus berpijar membawa Indonesia menuju masa depan yang mandiri, hijau, dan berkelanjutan.****

  • Penulis: dimas
  • Editor: Dimas Lombardi

✈︎ Random Artikel

expand_less