Pasar Mobil Baru Meredup di 2025, Tapi Mobil Bekas Diam-Diam Menggeliat: Ada Apa di Baliknya?
- account_circle dimas
- calendar_month Sab, 15 Nov 2025
- visibility 113

OLXMobbi Ungkap Penjualan Mobil Baru Turun di 2025, Bagaimana dengan Mobil Bekas?
Pasar Mobil Baru Meredup di 2025, Tapi Mobil Bekas Diam-Diam Menggeliat: Ada Apa di Baliknya?
OLXMobbi Ungkap Penjualan Mobil Baru Turun di 2025, Bagaimana dengan Mobil Bekas?
OTOExpo.com , Jakarta – Di sepanjang 2025, industri otomotif Indonesia berjalan seperti jalan panjang pada musim hujan licin, penuh kejutan, namun tetap menyisakan kesempatan bagi siapa saja yang jeli membaca arah angin.
Penjualan mobil baru melambat, sementara pasar mobil bekas ikut merasakan hembusan angin yang sama: konsumen kian berhitung, menimbang, dan memilih dengan lebih hati-hati sebelum mengeluarkan dana untuk barang tersier.
Internal OLX
Menurut data gabungan internal OLX dan riset pihak ketiga, pertumbuhan pendapatan rumah tangga Indonesia hanya naik sekitar 7% dalam kurun enam tahun terakhir (2019–2025).
Angka ini tidak mampu mengejar lompatan harga mobil baik baru maupun bekas yang merangkak naik 20–25% di periode yang sama. Ada jurang yang perlahan melebar antara daya beli dan harga pasar.
Pencari Mobil Bekas
Jika dilihat lebih dekat, perilaku pencari mobil bekas di OLX pun ikut berubah. Jumlah pencarian turun 5% sejak Januari hingga September 2025 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Anehnya, jumlah iklan mobil bekas justru naik tipis 2%. Fenomena ini seperti gambaran pasar yang sedang “menahan napas” supply meningkat, demand belum sepenuhnya bangun.
Namun, di saat arus besar tampak redup, ada arus kecil yang justru menguat. OLXmobbi, pemain besar di ekosistem mobil bekas bersertifikasi, melangkah lebih agresif dan terukur. Fokus mereka bukan sekadar menjual mobil, tetapi menjual kepercayaan.
“Kami melayani pembelian dengan paket kredit mobil bekas khusus hingga 7 tahun. Selain itu, setiap unit sudah tersertifikasi dengan garansi sampai 1 tahun, serta free maintenance hingga 18 bulan di jaringan bengkel resmi Astra. Hasilnya cukup positif,” ungkap Agung Iskandar, Direktur OLXmobbi, sembari menegaskan betapa pentingnya rasa aman dalam membeli kendaraan bekas.
Strategi ini terbukti ampuh. Di tengah pasar yang melandai, OLXmobbi justru mencetak pertumbuhan penjualan sekitar 20% Year-on-Year.
Sebuah capaian yang menunjukkan bahwa pasar mobil bekas bukan sekadar bergantung pada harga, tetapi pada rasa lega dan kepastian pasca pembelian dua hal yang sering dicari konsumen di tengah ketidakpastian ekonomi.
Agung menambahkan bahwa stimulus berbasis promo juga menjadi magnet tersendiri. “Di sisa tahun 2025 ini, kami berupaya meningkatkan penjualan kuartal IV dengan Mega Weekend Sale pada 14–16 November. Ini acara rutin tiap kuartal dengan menawarkan diskon menarik bagi konsumen,” jelasnya.
Mega Weekend Sale
Acara Mega Weekend Sale kali ini digelar di berbagai kota: Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, Bali, dan Balikpapan. Tidak tanggung-tanggung, OLXmobbi memberikan diskon hingga Rp 25 juta. Tambahan lainnya termasuk:
-
DP mulai Rp 3 juta
-
Cashback sampai Rp 4 juta
-
Hadiah spesial seperti smartphone, kulkas, mesin cuci, voucher belanja, dan hadiah lain yang biasanya membuat pengunjung pulang dengan senyum lebih lebar.
Jika dilihat secara matematis, strategi semacam ini adalah “obat perangsang” di saat pasar kehilangan selera. Namun dari sisi psikologi pembeli, promo besar adalah “bahasa” yang mudah dipahami dan efektif menarik kunjungan.
Di ranah yang lebih luas, tren pelemahan permintaan mobil bekas tidak berdiri sendiri. Ia berkaitan erat dengan preferensi konsumen yang kini mulai membandingkan kebutuhan mobilitas dengan opsi lain: ride-hailing semakin efisien, transportasi umum semakin tertata, dan biaya kepemilikan kendaraan pribadi mulai dari cicilan, bahan bakar, hingga biaya perawatan terus merangkak naik.

OLXMobbi Ungkap Penjualan Mobil Baru Turun di 2025, Bagaimana dengan Mobil Bekas?
Namun cerita otomotif Indonesia 2025 bukan hanya soal grafik yang menurun. Ada segmen tertentu yang justru bangkit saat pasar sedang ragu.
Mobil bekas bersertifikasi dengan garansi panjang dan skema kredit lebih ringan menjadi oasis kecil bagi mereka yang membutuhkan mobil tetapi ingin menghindari harga mobil baru yang makin tinggi.
OLXmobbi
OLXmobbi, melalui Mega Weekend Sale, mencoba mengisi ruang ini. Dalam beberapa tahun terakhir, gelaran ini konsisten menjadi pendorong signifikan penjualan kuartalan.
Tahun ini, acara tersebut diharapkan menjadi “nitro terakhir” untuk mendorong performa penjualan menjelang tutup tahun mengimbangi penurunan pasar akibat tekanan ekonomi global dan domestik.
Ke depan, pasar mobil bekas masih akan menghadapi dinamika yang serupa: naik turun yang tidak mudah diprediksi. Namun satu hal jelas: konsumen semakin matang, semakin kritis, dan semakin membutuhkan kepastian.
Dan di sinilah pemain seperti OLXmobbi mencoba berdiri stabil, menghadirkan kenyamanan, garansi, dan jaminan mutu sebagai nilai tambah yang tidak mudah ditandingi pasar bebas.
Di antara guncangan ekonomi dan fluktuasi angka penjualan, pasar mobil bekas Indonesia tetap bergerak pelan, tetapi pasti.
Seperti perjalanan panjang dalam senja yang samar, selalu ada titik cahaya bagi mereka yang tahu ke mana harus mengarahkan lampu sorotnya.****
- Penulis: dimas
- Editor: Dimas Lombardi

