Parkir di Mall Sekarang Bisa Tanpa Setir! LEPAS L8 Bawa RPA & APA, Mobil Bisa Masuk Slot Sempit Sendiri
- account_circle dimas
- calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
- visibility 14
- print Cetak

LEPAS L8 Punya RPA dan APA, Teknologi Parkir Pintar untuk Kota Besar
LEPAS L8 Hadirkan Teknologi Parkir Pintar RPA dan APA, Jawaban Atas Tantangan Parkir di Kota Besar
LEPAS L8 Punya RPA dan APA, Teknologi Parkir Pintar untuk Kota Besar
OTOExpo.com , Jakarta – Buat pengendara di kota besar, tantangan berkendara sering kali bukan cuma soal macet, tapi justru dimulai saat mencari parkir. Slot sempit, mobil sebelah parkir mepet, sampai risiko pintu tergores karena ruang buka pintu terbatas, jadi situasi yang hampir selalu terjadi di area mal, apartemen, maupun perkantoran.
Menjawab kebutuhan mobilitas urban yang semakin kompleks, LEPAS L8 menghadirkan teknologi parkir pintar yang biasanya identik dengan mobil premium: Remote Parking Assist (RPA) dan Automatic Parking Assist (APA).
Dua fitur ini bukan sekadar gimmick, karena cara kerjanya benar-benar memindahkan sebagian besar beban manuver parkir dari tangan pengemudi ke sistem elektronik kendaraan. Hasilnya, parkir lebih presisi, lebih aman, dan jauh mengurangi risiko benturan di ruang terbatas.
Fitur RPA menjadi sorotan utama karena memungkinkan kendaraan melakukan manuver parkir secara otomatis meski pengemudi sudah berada di luar mobil.

LEPAS L8 Punya RPA dan APA, Teknologi Parkir Pintar untuk Kota Besar
Skenario yang paling relevan adalah kondisi parkir di pusat perbelanjaan pada akhir pekan: slot parkir tersedia, tetapi terlalu sempit untuk membuka pintu secara normal. Dengan RPA, pengguna cukup memastikan kendaraan mendeteksi area parkir yang sesuai melalui layar infotainment, lalu menekan tombol “P” di layar.
Setelah sistem membaca ruang parkir, pengemudi bisa keluar membawa smart key, berdiri dalam radius sekitar 5 meter, dan mengawasi kondisi sekitar.
Selanjutnya, cukup tekan tombol “P” pada remote, kendaraan akan bergerak maju atau mundur otomatis hingga masuk ke posisi parkir yang terdeteksi.
Saat proses selesai, sistem akan melakukan konfirmasi dengan menutup jendela serta melipat spion sebagai indikator kendaraan sudah terkunci dan aman.
Secara teknis, fitur seperti ini mengandalkan kombinasi sensor jarak, kamera, serta modul kontrol elektronik yang mengatur input kemudi dan throttle dengan kecepatan rendah. Karena sistem bergerak perlahan, manuvernya lebih halus dan minim risiko benturan dibanding parkir manual dalam kondisi sempit.
RPA juga berguna untuk kondisi sebaliknya: ketika mobil sudah terparkir terlalu rapat di antara dua kendaraan lain dan pengemudi sulit masuk ke kabin.
Pada kondisi ini, pengguna cukup memastikan mobil dalam keadaan terkunci, lalu tekan dan tahan tombol “P” sampai lampu hazard menyala, spion terbuka, dan headlamp aktif sebagai tanda sistem siap bekerja.
Kemudian, tekan tombol unlock untuk menggerakkan mobil maju sekitar 2,5 hingga 3 meter. Setelah posisi cukup lega, pengemudi dapat masuk ke kabin tanpa drama dan tanpa takut pintu bersenggolan dengan kendaraan lain.
Fitur ini relevan untuk lingkungan parkir apartemen atau basement mall, di mana jarak antar mobil sering tidak ideal.
Berbeda dengan RPA, Automatic Parking Assist (APA) bekerja saat pengemudi masih berada di dalam kabin.
Teknologi ini dirancang untuk membantu parkir paralel di pinggir jalan maupun parkir tegak lurus di area perkantoran. Sistem akan mendeteksi slot yang cukup, kemudian mengambil alih kendali kemudi secara otomatis.
Cara mengaktifkannya cukup sederhana. Pengemudi memilih menu park assist melalui tombol atau layar infotainment, lalu berjalan pelan di area parkir hingga sensor mendeteksi ruang yang sesuai. Ketika notifikasi muncul, pengemudi tinggal memilih jenis parkir, dan sistem akan memulai manuver.
Dalam prosesnya, pengemudi hanya perlu memantau instruksi pada layar dan tetap siaga menahan rem bila diperlukan. Kemudi akan bergerak sendiri mengikuti jalur parkir yang sudah dihitung sistem.
Hasilnya, parkir terasa lebih presisi, terutama bagi pengemudi yang kurang percaya diri ketika harus masuk slot sempit dalam sekali manuver.
Head of Marketing LEPAS Indonesia, Arga Simanjuntak, menegaskan bahwa kehadiran dua teknologi ini bukan sekadar fitur gaya-gayaan.
“Melalui kehadiran RPA dan APA, kami ingin memastikan setiap pengguna LEPAS L8 merasakan pengalaman parkir yang lebih praktis, aman, dan selaras dengan gaya hidup urban masa kini. Teknologi ini bukan hanya tentang kemudahan, tetapi juga menghadirkan rasa percaya diri dalam setiap perjalanan,” ujarnya.
Kehadiran RPA dan APA juga menunjukkan arah LEPAS yang ingin menempatkan L8 sebagai SUV modern dengan pendekatan teknologi berbasis kenyamanan, bukan hanya tenaga atau desain.

LEPAS L8 Punya RPA dan APA, Teknologi Parkir Pintar untuk Kota Besar
Untuk membuktikan kemampuan sistem parkir pintar ini, LEPAS menghadirkan sesi showcase di IIMS 2026. Pengunjung dan media dapat melihat demonstrasi langsung fitur RPA dan APA, termasuk bagaimana mobil membaca slot parkir dan bergerak otomatis dengan presisi.
LEPAS L8 bisa ditemui di Booth LEPAS Hall 3C, lengkap dengan penjelasan teknis dan kesempatan test drive.
Dengan hadirnya Remote Parking Assist dan Automatic Parking Assist, LEPAS L8 menawarkan solusi nyata untuk problem harian pengendara kota besar: parkir sempit, ruang terbatas, dan risiko bodi lecet.
Jika sistem bekerja konsisten di berbagai skenario, LEPAS L8 berpotensi menjadi salah satu SUV yang paling relevan untuk urban lifestyle modern karena di kota besar, kemampuan parkir sering kali lebih penting daripada sekadar akselerasi.****
@otoexpo LEPAS L8 cari parkir, dan parkir sendiri !!! #lepas #lepasl8 #lepasindonesia #teknologilepas #lepasmotors
♬ Vibes - ZHRMusic
- Penulis: dimas
- Editor: RM.Dimas Wirawan
