Berita
light_mode
Beranda » National » Larangan Singapura Terhadap Skuter Listrik Di Trotoar

Larangan Singapura Terhadap Skuter Listrik Di Trotoar

  • account_circle Magoh
  • calendar_month Jumat, 8 Nov 2019
  • visibility 150
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Larangan Singapura Terhadap Skuter Listrik Di Trotoar

Pemerintah Singapura melarang penggunaan skuter listrik di trotoar sejak November 2019 demi keselamatan pejalan kaki

 

 

 

OTOExpo.com – Skuter listrik sempat menjadi simbol mobilitas modern di Singapura. Ringkas, praktis, dan relatif terjangkau, kendaraan listrik mikro ini menjelma sebagai solusi alternatif di tengah tingginya harga kepemilikan mobil di Negeri Singa. Namun, di balik kemudahannya, skuter listrik juga menyisakan persoalan serius yang akhirnya mendorong pemerintah mengambil langkah tegas.

Popularitas skuter listrik di Singapura tumbuh pesat seiring kebutuhan masyarakat akan transportasi jarak pendek yang efisien. Sayangnya, ruang gerak yang terbatas membuat banyak pengguna memilih trotoar sebagai jalur utama, berbagi ruang dengan para pejalan kaki.

Di sinilah masalah bermula.

Trotoar sejatinya diperuntukkan bagi pejalan kaki. Namun dalam praktiknya, keberadaan skuter listrik di ruang tersebut menimbulkan risiko keselamatan yang tidak kecil. Kecepatan, manuver mendadak, serta minimnya perlindungan bagi pejalan kaki menjadi kombinasi berbahaya.

Dalam beberapa tahun terakhir, kasus kecelakaan akibat tabrakan skuter listrik terus bermunculan. Cedera ringan hingga berat tak terelakkan, bahkan berujung pada korban jiwa.

Salah satu insiden paling disorot terjadi pada September 2019, ketika seorang pengendara skuter listrik berusia 20 tahun terlibat tabrakan dengan pesepeda lanjut usia. Korban yang berusia sekitar 65 tahun mengalami koma dan akhirnya meninggal dunia. Kejadian ini menjadi titik balik dalam diskursus keselamatan penggunaan skuter listrik di Singapura.

Larangan Singapura Terhadap Skuter Listrik Di Trotoar

Tak hanya soal kecelakaan lalu lintas, warga Singapura juga mulai mengkhawatirkan risiko kebakaran akibat pengisian daya skuter listrik di rumah. Beberapa laporan menyebutkan baterai yang tidak memenuhi standar keamanan dapat memicu korsleting hingga kebakaran, terutama di hunian padat.

Kombinasi antara ancaman keselamatan publik dan potensi bahaya kebakaran membuat pemerintah tak bisa lagi menunda tindakan.

Akhirnya, Pemerintah Singapura resmi melarang penggunaan skuter listrik di trotoar mulai Selasa, 5 November 2019. Aturan ini bukan sekadar imbauan, melainkan kebijakan tegas dengan sanksi berat bagi para pelanggarnya.

Langkah ini diambil sebagai upaya melindungi pejalan kaki serta menciptakan ruang publik yang lebih aman dan tertib.

Menteri Negara Singapura untuk Transportasi, Lam Pin Min, menegaskan bahwa siapa pun yang kedapatan mengendarai skuter listrik di trotoar akan dikenakan denda hingga 2.000 dolar Singapura, atau setara sekitar Rp 20,6 juta.

“Pengguna skuter listrik di trotoar juga dapat dikenai hukuman penjara hingga tiga bulan, atau keduanya,” tegas Lam Pin Min pada Senin (4/11/2019), seperti dikutip dari Bloomberg.

Larangan Singapura Terhadap Skuter Listrik Di Trotoar

Dengan ancaman sanksi finansial dan pidana sekaligus, pemerintah berharap aturan ini mampu menekan angka pelanggaran secara signifikan.

Pemerintah Singapura menyatakan bahwa penerapan larangan ini akan dilakukan dalam masa transisi hingga akhir tahun 2019. Pada periode awal, fokus diarahkan pada edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

Namun setelah masa tersebut berakhir, penegakan hukum akan dilakukan secara lebih ketat, tanpa toleransi bagi pelanggar.

Kebijakan Singapura ini menjadi contoh nyata bagaimana negara dengan sistem transportasi maju tetap harus beradaptasi menghadapi inovasi mobilitas baru. Skuter listrik memang menawarkan solusi, tetapi tanpa regulasi yang jelas, risikonya dapat melampaui manfaat.

Larangan ini bukan bentuk penolakan terhadap teknologi, melainkan upaya menempatkan inovasi pada jalur yang aman dan bertanggung jawab.***

  • Penulis: Magoh
  • Editor: dimas lombardi

Baca Juga

  • Bus Listrik Transjakarta Akan Menggunakan BYD K9 Asal Cina

    Bus Listrik Transjakarta Akan Menggunakan BYD K9 Asal Cina

    • calendar_month Senin, 9 Jul 2018
    • account_circle Magoh
    • visibility 298
    • 1Komentar

    Bus Listrik Transjakarta Akan Menggunakan BYD K9 Asal Cina   OTOExpo.com – BYD K9 merupakan bus listrik baterai yang diproduksi oleh pembuat mobil Cina. Bus BYD dibuat oleh produsen bus listrik terbesar di China, BYD Auto Co Ltd yang digandeng oleh Grup usaha Bakrie, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR). Daya tahan baterai bus listrik BYD […]

  • Ford Luncurkan Edisi Terbatas Hanya 15 Unit Saja

    Ford Luncurkan Edisi Terbatas Hanya 15 Unit Saja

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2024
    • account_circle Magoh
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Ford Luncurkan Edisi Terbatas Hanya 15 Unit Saja   OTOExpo.com , ICE BSD Tangerang –  Bertepatan dengan GAIKINDO Jakarta Auto Week 2024 (GJAW 2024), Ford menggandeng Hamer 4×4, produsen aksesoris offroad asal Australia yang terkenal dengan kualitas dan desainnya yang tangguh. Kolaborasi ini diperkenalkan pada dua mobil andalan terbaru yaitu Next-Gen Ford Everest Titanium 4×4 A/T Limited Edition, dan Next-Gen Ford Ranger […]

  • Nissan Serena e-POWER Experience Semarang Kenyamanan Teknologi Listrik

    Nissan Serena e-POWER Experience Semarang Kenyamanan Teknologi Listrik

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2024
    • account_circle dimas
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Nissan Serena e-POWER Experience Semarang Kenyamanan Teknologi Listrik   OTOExpo.com , Semarang –  Menyusul debutnya yang disambut meriah di GIIAS 2024 Jakarta dan Surabaya, serta kehadiran di kota Bandung, kini Nissan Motor Distributor Indonesia mengundang masyarakat Semarang untuk lebih mengenal MPV e-POWER terbaru mereka, The All-New Nissan Serena e-POWER. Acara bertajuk “Nissan Serena e-POWER Experience: […]

  • Kode Yang Terdapat Pada Mobil Transmisi Otomatis

    Kode Yang Terdapat Pada Mobil Transmisi Otomatis

    • calendar_month Senin, 18 Apr 2022
    • account_circle Pandito
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Kode Yang Terdapat Pada Mobil Transmisi Otomatis , Untuk kode, standarnya adalah P, R, N, D, 3, 2, dan L. Ada juga yang dilengkapi posisi + dan – di sisinya, tergantung tipe mobil. Berikut ini penjelasannya ;

  • Wuling di BCA Expoversary 2026: Pamer Lini Lengkap ICE-Hybrid-PHEV-EV, Debut Eksion + Promo Gila

    Wuling Bikin Booth BCA Expoversary 2026 Jadi “Showroom Masa Depan” , Dari ICE sampai EV, Eksion Langsung Nyolong Panggung!

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle dimas
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Wuling Menampilkan Lini Produk Lengkap dan Promo Menarik di BCA Expoversary 2026

  • Solusi Rem Motor Jadi Endut-endutan Abis Ganti Cakram Lebar

    Solusi Rem Motor Jadi Endut-endutan Abis Ganti Cakram Lebar

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Abimanyu
    • visibility 380
    • 0Komentar

    Abis ganti cakram lebar, eh rem motor malah jadi nggak enak, endut-endutan pas ngerem? Jangan panik! Kita bahas tuntas nih penyebabnya dan cara gampang buat atasin masalah rem motor kamu biar pakem lagi kayak semula!

expand_less