Berita
light_mode
Beranda » Kendaraan » Karoseri Adi Putro Pajang Beragam Tipe Di GIICOMVEC

Karoseri Adi Putro Pajang Beragam Tipe Di GIICOMVEC

  • account_circle Magoh
  • calendar_month Minggu, 8 Mar 2020
  • visibility 221
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Karoseri Adi Putro Pajang Beragam Tipe Di GIICOMVEC

Karoseri Adi Putro tampil all-out di GIICOMVEC dengan Jetbus 3 dan 3+, dari HDD hingga Super Double Decker. Lengkap untuk semua kebutuhan PO

OTOExpo.com – Ajang GIICOMVEC menjadi panggung penting bagi karoseri nasional untuk menunjukkan inovasi dan fleksibilitas produknya. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Karoseri Adi Putro, yang hadir dengan jajaran bodi bus lengkap, mulai dari big bus dek rendah hingga super double decker.

Lewat kehadiran ini, Adi Putro tidak sekadar memamerkan desain, tetapi juga menunjukkan kemampuannya menjawab kebutuhan beragam operator bus di Indonesia—baik AKAP, pariwisata, hingga angkutan premium.

“Kami memiliki rentang produk big bus yang sangat beragam, tergantung tinggi bodinya. Mulai dari HDD, MHD, SHD, UHD sampai SDD. Selisih tinggi masing-masing tipe sekitar 10–15 cm,” ungkap David Jethrokusumo, Direktur Utama PT Adiputro Wirasejati.

Jetbus 3 HDD, Fleksibel untuk Banyak Sasis

Varian paling rendah di lini big bus Adi Putro adalah Jetbus 3 HDD (High Deck) dengan tinggi sekitar 3,6 meter. Meski paling rendah, bodi ini justru menjadi salah satu yang paling fleksibel.

Jetbus 3 HDD dapat digunakan di hampir seluruh sasis big bus, baik mesin belakang seperti Hino RK 260, Hino RN 285, Mercedes-Benz OH Series, Isuzu LT134, hingga mesin depan seperti Hino AK dan Mercedes-Benz OF 1623.

Karakter ini menjadikan HDD sebagai pilihan favorit PO yang menginginkan kemudahan perawatan dan fleksibilitas konfigurasi armada.

Jetbus 3+ MHD, Jawaban Kebutuhan Bagasi Besar

Naik satu tingkat, ada Jetbus 3+ MHD (Medium High Deck) dengan tinggi 3,75 meter. Varian ini dirancang untuk operator yang membutuhkan kapasitas bagasi lebih luas, namun terkendala regulasi tinggi bodi.

“Kami merilis MHD karena ada sasis yang tidak diperbolehkan menggunakan bodi terlalu tinggi seperti SHD, sementara konsumennya ingin memaksimalkan ruang bagasi,” jelas David.

Jetbus 3+ MHD cocok untuk sasis mesin belakang berkonsep space frame, seperti Hino RN 285 dan Mercedes-Benz OH 1626.

Karoseri Adi Putro Pajang Beragam Tipe Di GIICOMVEC

Jetbus 3+ SHD, Standar Bus Premium

Untuk segmen lebih atas, Adi Putro menghadirkan Jetbus 3+ SHD (Super High Deck) dengan tinggi 3,85 meter. Bodi ini menjadi standar bagi bus-bus premium yang mengutamakan tampilan gagah dan bagasi besar.

Varian SHD dapat diaplikasikan pada sasis kelas atas seperti Scania K360IB, Scania K410IB, Mercedes-Benz O500R 1836 hingga O500R 2542. Kombinasi ini banyak digunakan oleh PO AKAP kelas premium dan bus pariwisata jarak jauh.

Jetbus 3+ UHD, Raja Bagasi

Bagi operator yang mengutamakan volume bagasi maksimal, Jetbus 3+ UHD (Ultra High Deck) menjadi jawaban. Dengan tinggi mencapai 4 meter, varian ini menawarkan ruang kargo terbesar di kelasnya.

“Selain mengangkut penumpang, bodi UHD sangat menunjang kebutuhan angkutan barang,” ujar David.

Karakter ini membuat UHD banyak digunakan pada rute-rute jarak jauh dengan kebutuhan logistik tambahan.

Jetbus 3+ SDD, Puncak Hierarki

Di posisi tertinggi, Adi Putro menghadirkan Jetbus 3+ SDD (Super Double Decker) dengan tinggi 4,15 meter, hanya terpaut 5 cm dari batas maksimal tinggi kendaraan di Indonesia.

Dengan dua kabin (atas dan bawah), bodi ini berorientasi penuh pada kapasitas penumpang, bukan bagasi. Untuk alasan regulasi dan keselamatan, Adi Putro hanya menerima sasis tronton untuk varian ini, seperti Volvo B11R, Mercedes-Benz O500R, dan Scania K410IB.

Kehadiran lengkap lini Jetbus di GIICOMVEC menegaskan posisi Adi Putro sebagai salah satu karoseri paling adaptif di Indonesia. Dengan kemampuan menyesuaikan regulasi, sasis, dan kebutuhan operator, Adi Putro terus menjadi pilihan utama PO di berbagai segmen.

Tak hanya soal desain, tetapi juga soal presisi teknis dan pemahaman mendalam terhadap ekosistem transportasi nasional.*****

  • Penulis: Magoh

Baca Juga

expand_less