JAECOO J7 SHS-P Bikin PHEV Naik Kelas, Tenaga Ganas, Irit, dan Tetap Kencang Meski Baterai Drop!
- account_circle dimas
- calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
- visibility 54
- comment 0 komentar
- print Cetak

JAECOO J7 SHS-P dan Evolusi Elektrifikasi, Kendaraan Hybrid sebagai Opsi Strategis untuk Indonesia
JAECOO J7 SHS-P dan Evolusi Elektrifikasi, Kendaraan Hybrid sebagai Opsi Strategis untuk Indonesia
JAECOO J7 SHS-P di IIMS 2026: PHEV 1.377 Km, Motor 150 kW, Performa Stabil di Bawah 20% Baterai
OTOExpo.com , Jakarta – Perkembangan elektrifikasi kendaraan di Indonesia bergerak semakin cepat, namun realitas di lapangan menunjukkan bahwa transisi menuju mobil listrik murni (BEV) belum sepenuhnya mulus. Ketersediaan infrastruktur charging yang belum merata, pola mobilitas antar kota yang panjang, hingga kekhawatiran soal jarak tempuh membuat banyak konsumen mulai mencari opsi elektrifikasi yang lebih adaptif.
Dalam konteks tersebut, kendaraan plug-in hybrid (PHEV) mulai tampil sebagai solusi transisi paling realistis. Dan di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, JAECOO mempertegas arah strateginya dengan menghadirkan JAECOO J7 SHS-P, SUV PHEV yang membawa pendekatan teknis berbeda lewat sistem Super Hybrid System (SHS).
Menurut data wholesales GAIKINDO, pasar mobil hybrid di Indonesia tumbuh sekitar 10 persen sepanjang 2025, dengan total penjualan hampir 66 ribu unit, berkontribusi sekitar 8,2 persen terhadap total penjualan nasional.
Yang lebih menarik, produksi kendaraan hybrid lokal juga melonjak sekitar 30 persen, menunjukkan bahwa ekosistem hybrid mulai diterima sebagai bagian dari mobilitas modern di Tanah Air.
JAECOO menilai hybrid bukan lagi teknologi “setengah-setengah”, melainkan pilihan strategis yang menjawab kebutuhan pengguna Indonesia yang dinamis: berkendara harian di perkotaan, perjalanan luar kota, hingga kebutuhan efisiensi bahan bakar dalam jangka panjang.
“Pencapaian JAECOO J7 SHS-P di Inggris menunjukkan bahwa SUV plug-in hybrid dengan performa dan efisiensi tinggi semakin dipercaya konsumen. Kami melihat tren serupa mulai tumbuh di Asia Tenggara, termasuk Indonesia,” ujar Jim Ma, Business Unit Director JAECOO Indonesia.

JAECOO J7 SHS-P dan Evolusi Elektrifikasi, Kendaraan Hybrid sebagai Opsi Strategis untuk Indonesia
Keberhasilan J7 SHS-P di Inggris menjadi salah satu indikator penting. Model ini bahkan menembus daftar PHEV terlaris dan sempat berada di posisi model terlaris kedua dalam periode penjualan terbaru di UK. Untuk pasar matang seperti Inggris, capaian ini menjadi validasi bahwa PHEV berperforma tinggi tetap punya pangsa kuat.
Kebanyakan PHEV menghadapi tantangan yang sama: performa bisa menurun ketika baterai berada pada level rendah. Pada banyak model, saat baterai drop, kendaraan lebih sering bergantung pada mesin bensin, dan karakter akselerasi menjadi terasa berat.
JAECOO justru mengembangkan SHS sebagai jawaban atas masalah klasik tersebut.
JAECOO J7 SHS-P diklaim tetap responsif meskipun baterai berada di bawah 20%, tanpa penurunan performa signifikan. Artinya, tenaga tetap disalurkan secara halus dan konsisten, baik untuk stop-and-go di kota maupun saat menyalip di jalan tol.
Dari sisi teknis, J7 SHS-P dibekali sistem plug-in hybrid dengan konfigurasi tenaga yang agresif:
-
Mesin bensin: tenaga maksimum 140 Hp, torsi puncak 215 Nm
-
Motor listrik: daya puncak 201 Hp, torsi 310 Nm
-
Sistem plug-in hybrid: tenaga mencapai 105 kW
-
Motor listrik utama: mencapai 150 kW
Dengan kombinasi tersebut, J7 SHS-P bukan sekadar SUV hybrid “hemat”, tetapi diposisikan sebagai SUV elektrifikasi yang tetap punya karakter performa kuat.
Untuk pasar seperti Indonesia, jarak tempuh adalah faktor krusial. Konsumen masih mempertimbangkan perjalanan antar kota yang panjang, serta minimnya charging station di luar kota besar.
Di sinilah angka yang ditawarkan J7 SHS-P menjadi daya jual utama.
-
Jarak tempuh listrik murni: hingga 100 km (NEDC)
-
Jarak tempuh gabungan: hingga 1.377 km (NEDC)
Secara praktis, angka ini memberi fleksibilitas: pengguna bisa memanfaatkan mode listrik untuk aktivitas harian, namun tetap punya “backup” jarak jauh tanpa range anxiety.
JAECOO tidak hanya mengandalkan satu produk. Mereka membawa strategi lini elektrifikasi lengkap yang mencakup:
-
J5 EV (mobil listrik murni/BEV)
-
J7 SHS-P (PHEV dengan SHS)
-
J8 SHS-P ARDIS (SUV elektrifikasi lebih premium)
Kombinasi ini menunjukkan bahwa JAECOO ingin menempatkan hybrid sebagai jembatan utama sebelum konsumen sepenuhnya pindah ke EV murni.
Di IIMS 2026, ketiga model tersebut ditampilkan di Hall B3, JIExpo Kemayoran, lengkap dengan area test drive agar pengunjung dapat merasakan langsung karakter sistem elektrifikasi yang ditawarkan.
Dari sisi kesiapan layanan, JAECOO menyatakan jaringan dealernya saat ini telah mencapai 25 dealer berstandar global, tersebar di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Medan, hingga Makassar.
Target ekspansi mereka cukup agresif: 80 dealer pada akhir 2026, sebagai bagian dari strategi memperluas akses purna jual dan membangun kepercayaan konsumen terhadap teknologi elektrifikasi.
JAECOO J7 SHS-P hadir di waktu yang tepat. Saat pasar masih ragu melangkah penuh ke EV murni, PHEV dengan sistem matang menjadi jawaban paling masuk akal.

JAECOO J7 SHS-P dan Evolusi Elektrifikasi, Kendaraan Hybrid sebagai Opsi Strategis untuk Indonesia
Dengan motor listrik 150 kW, performa stabil meski baterai drop, serta jarak tempuh kombinasi hingga 1.377 km, J7 SHS-P menempatkan dirinya sebagai SUV elektrifikasi yang tidak hanya efisien, tetapi juga realistis untuk kondisi Indonesia—mulai dari kemacetan kota sampai perjalanan lintas provinsi.
Jika tren hybrid terus tumbuh, JAECOO tampaknya sudah menyiapkan senjata serius untuk menjadi pemain besar di era elektrifikasi nasional.****
- Penulis: dimas
- Editor: Dimas Lombardi
