News
light
Beranda » Uncategorized » Inilah Jawara Film Pendek Safety Riding dari Yayasan AHM

Inilah Jawara Film Pendek Safety Riding dari Yayasan AHM

  • account_circle dimas
  • calendar_month Kam, 2 Okt 2025
  • visibility 111

Inilah Jawara Film Pendek Safety Riding dari Yayasan AHM

 

OTOExpo.com , Jakarta –  Kreativitas Anak Muda: Dari Jalanan ke Layar Lebar. Keselamatan berkendara sering kali hadir dalam bentuk rambu lalu lintas, aturan, dan himbauan.

Namun, di tangan anak muda, pesan itu menjelma menjadi kisah visual yang menggugah. Melalui Safety Riding Short Movie Contest (SMC) 2025 yang digagas oleh Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) bersama Universitas Indonesia, ratusan ide dituangkan menjadi film pendek penuh energi dan makna.

Tahun ini, tema “Safe Ride with Pride” menjadi napas utama. Tidak kurang dari 579 peserta menyalurkan kreativitasnya, melahirkan 201 karya film pendek yang memadukan pesan serius dengan sentuhan kekinian. Dari sekian banyak karya, lahirlah 9 film terbaik yang dipilih melalui seleksi ketat para juri.

Para Jawara: Suara Kecil dengan Pesan Besar

Di balik sorot lampu layar, ada semangat untuk mengubah kebiasaan.

  • Kategori Pelajar dimenangkan oleh film berjudul “SNI 4 U” karya pelajar SMAN 2 Jakarta. Dalam durasi singkat tiga menit, film ini menekankan pentingnya merawat sepeda motor sebagai bagian tak terpisahkan dari keselamatan di jalan. Pesannya sederhana, namun begitu relevan.

  • Kategori Mahasiswa melahirkan pemenang dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta lewat film “Helm Sebelah Mata”. Karya ini mengingatkan betapa fatalnya dampak jika pengendara mengabaikan riding gear, terutama helm yang sering dianggap sepele.

  • Kategori Umum menghadirkan film “The Delivery Man”, sebuah karya yang menekankan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab kolektif. Film ini menyiratkan bahwa setiap individu punya peran untuk membawa perubahan positif di jalan raya.

Tak berhenti di layar besar, SMC 2025 juga menyentuh ranah media sosial. Melalui TikTok Challenge, sebanyak 5 video terbaik terpilih dan mendapatkan apresiasi tinggi.

Dengan format video singkat berdurasi 30–60 detik, pesan keselamatan berkendara menjangkau audiens lebih luas, dengan gaya yang sesuai tren anak muda.

Lebih dari Sekadar Kompetisi: Hadiah dan Apresiasi

Puncak ajang SMC 2025 berlangsung di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok (29/9). Suasana penuh antusiasme menyelimuti ruangan, terlebih saat pemenang diumumkan.

Mereka tak hanya pulang dengan penghargaan, tapi juga membawa pulang hadiah total Rp 34,5 juta dari Yayasan AHM sebagai bentuk apresiasi nyata atas kreativitas mereka.

Christensen Kevin Samudra, pelajar SMAN 2 Jakarta yang menjadi jawara kategori pelajar, menyampaikan rasa syukur:

“Kami percaya karya visual bisa menjadi bahasa universal untuk menyampaikan pesan. Semoga dengan kemenangan ini semakin banyak generasi muda sadar pentingnya berkendara dengan aman.”

30 Agen Keselamatan: Dari Film ke Aksi Nyata

SMC 2025 tidak hanya melahirkan film, tetapi juga 30 Agen Safety Riding (Agen SR) dari Universitas Indonesia.

Mereka bukan sekadar penonton, melainkan pelaku nyata dalam menyebarkan budaya aman berkendara.

Para Agen SR dibekali ilmu praktik langsung melalui Honda Riding Trainer (HRT) di AHM Safety Riding Training Center Deltamas.

Dengan simulasi situasi nyata di jalan, mereka dilatih untuk menganalisa risiko, mengatur kecepatan, hingga meningkatkan kewaspadaan.

Kehadiran Agen SR ini menjadikan pesan keselamatan lebih berdaya guna karena langsung menyentuh komunitas kampus dan sekolah-sekolah sekitar.

Suara Yayasan AHM: Satu Kisah Bisa Mengubah Banyak Hidup

Ahmad Muhibbuddin, Ketua Yayasan AHM, menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar mencari pemenang, melainkan wadah untuk melahirkan inspirasi:

“Melalui kompetisi film pendek ini, kami ingin kreativitas anak muda menjadi cara untuk menyebarkan pesan bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Satu kisah inspiratif bisa membuka mata banyak orang tentang pentingnya berkendara dengan aman dan nyaman.” terangnya.

Pesan itu jelas: sebuah film singkat bisa berdampak panjang. Sebuah cerita sederhana bisa menjadi pengingat yang membekas.

Mahasiswa Unjuk Prestasi, Ini Jawara Film Pendek Keselamatan Berkendara Dari Yayasan AHM

Mahasiswa Unjuk Prestasi, Ini Jawara Film Pendek Keselamatan Berkendara Dari Yayasan AHM

Layar Kecil, Dampak Besar

Ajang SMC 2025 adalah bukti bahwa edukasi keselamatan berkendara tidak harus selalu kaku. Ia bisa lahir dari kamera ponsel, alur cerita sederhana, hingga gerakan komunitas.

Kreativitas anak muda menjadikan pesan keselamatan lebih dekat, lebih hidup, dan lebih mudah diterima.

Dari “SNI 4 U” hingga “The Delivery Man”, dari layar bioskop mini hingga video TikTok, pesan yang sama bergema: berkendara dengan aman adalah kebanggaan.

Dan lewat ajang ini, generasi muda membuktikan bahwa mereka mampu menjadi agen perubahan di jalan raya.***

.

.

  • Penulis: dimas

✈︎ Random Artikel

expand_less