Berita
light_mode
Beranda » Aftermarket » Indomobil JAC Hidupkan Era Baru Cold Chain Logistics Serba Listrik

Indomobil JAC Hidupkan Era Baru Cold Chain Logistics Serba Listrik

  • account_circle Selviyani Mimie
  • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
  • visibility 206
  • print Cetak

Indomobil JAC Hidupkan Era Baru Cold Chain Logistics Serba Listrik

Indomobil JAC Perkenalkan Unit Perdana, JAC EV Truck Berpendingin, Solusi EV Pertama untuk Industri Cold Chain Indonesia

OTOExpo.com , Jakarta –  Indonesia akhirnya kedatangan pemain baru yang bisa disebut sebagai game changer di sektor logistik dingin.

Ya, Indomobil JAC memperkenalkan unit perdana JAC MetroMover N35 Refrigerated EV Truck, solusi kendaraan listrik pertama yang memang didesain khusus untuk industri cold chain sektor yang selama ini identik dengan konsumsi BBM besar, biaya operasional tinggi, dan ketergantungan mesin konvensional.

Peluncuran ini bukan momen kecil. Unit pertamanya dipamerkan di SIAL Interfood 2025, ajang pameran bisnis F&B paling berpengaruh se-Asia, sekaligus arena pembuktian bahwa teknologi logistik Indonesia sudah siap naik kelas.

Dan ya, langkah ini bukan sekadar “bikin EV lalu ditempeli kulkas.” Indomobil JAC membangun ekosistemnya melalui kolaborasi tiga arah: JAC Motors – Hwasung Thermo – Karoseri Ice Cool Delima Mandiri. Gabungan yang cukup kuat untuk mengisi ruang kosong di pasar kendaraan niaga listrik.

EV Pertama yang Memenuhi Standar Cold Chain

Industri F&B dan distribusi produk beku memang tidak bisa main-main. Temperatur harus stabil, distribusi harus presisi, dan downtime sama dengan kerugian besar. Di sinilah JAC MetroMover N35 EV hadir dengan pendekatan yang lebih matang dibanding EV truck generik pada umumnya.

1. Sudah Siap Karoseri dengan e-PTO Bawaan Pabrik

Tidak banyak EV truck yang siap plug-and-play untuk sistem pendingin. JAC justru datang dengan fitur e-PTO (Electric Power Take-Off) bawaan pabrik, yang membuatnya kompatibel dengan refrigerator box atau freezer box tanpa perlu modifikasi rumit.

Kombinasi inilah yang menjadikannya EV refrigerated truck pertama yang benar-benar siap pakai di Indonesia.

2. Dimensi Kargo Terluas di Kelasnya

Dengan ruang muatan 3300 x 1800 x 1800 mm, N35 memimpin kelasnya dalam efisiensi volume.
Faktor penting untuk industri makanan, minuman, dan logistik dingin skala menengah.

3. Rangka Lebih Kuat 38% Dibanding Kompetitor

Menggunakan baja 610L tebal 5 mm, kekuatan rangka JAC N35 terukur lebih kuat dibanding baja 510L yang umum digunakan kompetitor.

Hasilnya?
Stabil, rigid, dan lebih tahan terhadap beban berulang karakter yang sangat krusial untuk kendaraan distribusi harian.

4. Baterai Besar 63.75 kWh – Sertifikasi IP68

Dengan densitas tinggi 159.56 Wh/kg, baterainya tidak hanya kuat, tapi juga aman:

  • Tahan air & debu (IP68)

  • Lulus uji benturan

  • Lulus uji semprotan garam

  • Lulus uji kebakaran dan korsleting

Untuk kendaraan yang menyuplai energi bagi sistem pendingin, level keamanan ini sangat penting.

5. Fast Charging: 20% ke 80% dalam 45 Menit

Menariknya, JAC mempersiapkan N35 untuk mobilitas tinggi.
Fast charging 60 kW DC memungkinkan pengisian cepat, sehingga truk tidak perlu parkir lama di depo.

Hwasung Thermo

Kolaborasi Indomobil JAC dengan Hwasung Thermo adalah elemen yang membuat kendaraan ini terasa lebih “serius”. Bukan sekadar unit demo, tetapi:

Hwasung Thermo adalah produsen mesin pendingin elektrik pertama di dunia untuk EV komersial.

Artinya, sistem pendinginnya memang dirancang dari nol untuk EV, bukan adaptasi dari AC diesel konvensional.

Arif Suhardiman, Direktur Hwasung Thermo, menjelaskan bahwa teknologi mereka memastikan pendingin berjalan:

  • stabil,

  • efisien,

  • aman,

  • dan tetap optimal meski dalam kondisi lalu lintas berat, cuaca panas, ataupun operasional panjang.

Bagi pelaku industri cold chain, kestabilan temperatur adalah “nyawa bisnis”.
Dan itu disediakan tanpa emisi, tanpa suara mesin, dan tanpa bahan bakar.

Tidak Sekadar Produk, Tapi Tonggak Transformasi

Fransiska Sonia Rickiyanto, Marketing Head Indomobil JAC, berbicara cukup tegas:

“JAC EV Truck adalah pionir truk EV berpendingin di Indonesia. Ini bukan prototype, tetapi solusi nyata untuk kebutuhan cold chain yang semakin kritis.”

Sementara itu, Muhamad Rahma Arif dari tim engineering menambahkan bahwa:

Teknologi dan rangkaian fitur pada N35 dirancang untuk real-world operation, bukan sekadar memenuhi brosur.

Pernyataan yang mengisyaratkan bahwa mereka memahami betul bahwa sektor cold chain tidak menerima setengah solusi.

Apakah Ini Waktu yang Tepat untuk EV Cold Chain?

Melihat konteks pasar, langkah Indomobil JAC bisa dibilang cukup berani.
Industri food logistics di Indonesia terkenal ketat, sensitif harga, dan sangat tergantung reliability.

Tantangannya tentu ada:

  • Infrastruktur charging belum merata

  • Pelaku usaha masih berhitung ROI EV

  • Cold chain butuh uptime tinggi, tidak cocok untuk eksperimen

Namun justru di titik inilah EV refrigerated truck mendemonstrasikan keunggulannya:

  • Tidak perlu biaya BBM

  • Perawatan motor listrik lebih murah

  • Pendingin EV punya efisiensi lebih baik

  • Suhu lebih stabil karena tanpa putaran mesin konvensional

Jika dihitung secara total cost of ownership (TCO), EV bisa unggul.

Dan Indomobil JAC mencoba membuktikan itu lebih dulu.

Datang ke SIAL Interfood 2025 untuk Melihat Unit Aslinya

Indomobil JAC mengundang seluruh pelaku industri, media, dan stakeholders untuk melihat langsung unit JAC MetroMover N35 Refrigerated EV Truck di booth mereka di SIAL Interfood 2025.

Ini kesempatan untuk melihat:

  • integrasi pendingin elektrik Hwasung Thermo,

  • kualitas karoseri Ice Cool,

  • interior kabin,

  • serta keseluruhan spesifikasi teknis yang tidak muncul hanya dari membaca brosur.

Ini Bukan Sekadar Truk, tapi Tipping Point Industri Logistik

Dengan masuknya JAC EV Truck berpendingin, Indonesia akhirnya memiliki solusi cold chain EV yang benar-benar siap pakai. Tidak hanya efisien dan ramah lingkungan, tapi juga membawa standar baru dalam durability, safety, dan integrasi sistem pendingin.

Jika respons pasar positif, JAC berpotensi memulai babak baru dalam logistik dingin—lebih bersih, lebih hemat, dan lebih modern.

Dan melihat keseriusan ekosistem yang digarap Indomobil JAC, rasanya industri sudah selangkah lebih dekat dengan masa depan zero-emission logistics.***

  • Penulis: Selviyani Mimie
  • Editor: Dimas Lombardi

Artikel Menarik Lainnya

expand_less