News
light
Beranda » Uncategorized » IIMS 2026 Hidupkan Kembali Gambir Expo

IIMS 2026 Hidupkan Kembali Gambir Expo

  • account_circle Magoh
  • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
  • visibility 120

IIMS 2026 Hidupkan Kembali Gambir Expo

IIMS 2026 Hidupkan Kembali Area Gambir Expo Sebagai Simbol Kebanggaan Produk Lokal di Panggung Internasional

 

 

OTOExpo.com , Jakarta –  Ada aroma nostalgia yang perlahan menguar dari kawasan Kemayoran. Dyandra Promosindo baru saja mengumumkan sesuatu yang akan membuat para pecinta otomotif, pelaku industri kreatif, dan penggemar jajanan pameran tersenyum lebar: Gambir Expo akan hidup kembali.

Bukan sekadar dibuka, tapi diangkat menjadi simbol kebanggaan nasional dalam gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, yang akan digelar pada 5–15 Februari 2026 di JIExpo Kemayoran.

Area yang dulu sempat tenang itu kini disulap menjadi “kawasan energi lokal”, di mana pelaku UMKM, industri kreatif, hingga pecinta otomotif bisa berbaur dalam satu festival besar. Bukan hanya pameran mobil, tapi panggung kolaborasi antara dunia mesin, rasa, dan budaya.

“Dyandra ingin menjadikan Gambir Expo sebagai ruang inklusif—bukan hanya untuk industri besar, tapi juga rumah bagi pelaku usaha lokal, kreator, dan komunitas,” ujar Rudi MF, Project Manager IIMS 2026, dalam nada yang mencampur semangat dan idealisme.

Dari Roda Dua sampai Kopi Tubruk

IIMS 2026 memang terasa lebih ambisius dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun depan, Gambir Expo tak hanya jadi pelengkap pameran, tapi pusat gravitasi baru.

Di sinilah produk-produk aftermarket, UMKM, hingga food & beverage lokal akan berdiri sejajar dengan brand otomotif dunia seperti Carglos dan Von Dutch.

Sebuah langkah berani yang menghapus jarak antara “pabrikan besar” dan “pemain kecil” karena pada akhirnya, semuanya sama: sama-sama bagian dari ekosistem otomotif Indonesia.

Tak berhenti di situ. Area ini juga akan menghadirkan mini stage edukasi, tempat di mana siswa dan mahasiswa bisa belajar tentang industri otomotif dan kreatif.

Di sinilah lahir bibit-bibit baru para kreator masa depan yang mungkin suatu hari akan membawa merek Indonesia ke panggung dunia.

Dan tentu saja, IIMS School Competition akan kembali hadir. Karena generasi muda bukan cuma penonton, tapi juga bagian dari narasi besar IIMS.

UMKM Bukan Figuran Lagi

Kabar baik ini disambut antusias oleh Hasby Muhammad Zamri, Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM. Ia menegaskan bahwa sektor aftermarket dan UMKM otomotif kini bukan lagi pelengkap, tapi tulang punggung dari industri kendaraan bermotor nasional.

“Kementerian UMKM siap berkolaborasi dan mendukung penuh inisiatif Dyandra. Acara ini bukan cuma milik Dyandra, tapi milik bangsa,” ujar Hasby dengan keyakinan yang jarang terdengar dalam forum-forum resmi.

Pernyataan itu bukan sekadar formalitas. Pasalnya, langkah IIMS untuk membuka ruang selebar-lebarnya bagi pelaku lokal memang sejalan dengan semangat pemerintah lewat kampanye “Bangga Buatan Indonesia.”

Jadi, jangan heran kalau tahun depan aroma kebab Arab dan suara knalpot racing bisa terdengar berdampingan.
Itu bukan kontradiksi  itu cerminan Indonesia yang sebenarnya: berisik, berwarna, tapi selalu hidup.

Indonesia Boating Gathering

Bukan IIMS kalau tidak menghadirkan sesuatu yang di luar nalar pameran otomotif biasa. Tahun depan, Indonesia Boating Gathering (IBG) akan tampil beda  bukan lagi sekadar “mini-show” di kolam buatan, tapi berlayar di danau permanen JIExpo Kemayoran.

Ya, benar. Tahun ini, IBG resmi “naik level”. Dengan kedalaman air 1,5 meter, area outdoor IIMS 2026 akan dipenuhi kapal, jetski, kayak, dan berbagai produk wisata bahari.

Menurut Mohamad Firman Santoso, Ketua Community for Maritime Studies Indonesia (CMSI), ini bukan sekadar pameran, tapi pembentukan ekosistem wisata air nasional.

“Selama ini kita punya potensi wisata maritim yang luar biasa, tapi belum punya wadah kolaborasi. IIMS memberi panggung itu,” ujarnya.

Di IBG 2026 nanti, pengunjung tak hanya bisa melihat, tapi juga merasakan. Anak-anak bisa bermain air di zona hiburan, orang dewasa bisa mencoba produk boating, dan pelaku industri bisa melakukan business matching, talkshow, hingga community gathering.

Lebih dari Sekadar Pameran

Kalau dulu IIMS dikenal sebagai “pameran otomotif penuh gimmick,” kini arahnya jauh lebih dalam.

Di bawah payung “pameran otomotif inklusif dan berkelanjutan”, Dyandra tampaknya serius membawa IIMS ke dimensi baru: bukan hanya arena jualan, tapi juga wadah ekonomi kreatif yang bertanggung jawab.

Ada semangat yang sama di setiap kutipan narasumber: bahwa IIMS bukan milik satu pihak, tapi milik bangsa.

Bahwa Gambir Expo bukan sekadar lahan pameran, tapi ruang simbolik, tempat produk lokal berdiri sejajar dengan merek global.

IIMS 2026 Hidupkan Kembali Area Gambir Expo Sebagai Simbol Kebanggaan Produk Lokal di Panggung Internasional

IIMS 2026 Hidupkan Kembali Area Gambir Expo Sebagai Simbol Kebanggaan Produk Lokal di Panggung Internasional

Dan bahwa otomotif Indonesia bisa maju  asalkan berani membuka diri pada kolaborasi lintas sektor.

Sebuah “Reinkarnasi” yang Layak Ditunggu

Jika pameran otomotif biasanya diukur dari seberapa banyak mobil mahal yang dipajang, IIMS 2026 mungkin akan diukur dari seberapa banyak senyum dan kolaborasi yang tercipta.

Kembalinya Gambir Expo bukan cuma soal lokasi fisik  tapi soal jiwa yang dihidupkan kembali.

Tempat yang dulu sunyi, kini akan bergemuruh lagi oleh suara mesin, musik, dan tawa pengunjung yang menikmati sate lilit di antara deretan motor konsep dan kapal fiberglass.

Dan di antara semua gebrakan itu, ada satu pesan sederhana yang terasa kuat:

“Bangga buatan Indonesia bukan sekadar slogan. Ia kini punya panggungnya sendiri.”

Ketika Roda, Layar, dan Lidah Bersatu

IIMS 2026 bukan sekadar pameran otomotif. Ia adalah festival kehidupan modern Indonesia, di mana teknologi bertemu tradisi, dan bisnis bertemu idealisme.

Jadi kalau nanti Anda berkunjung ke JIExpo Februari mendatang, jangan cuma datang buat lihat mobil listrik baru.

Datanglah juga ke Gambir Expo  nikmati makanan lokal, saksikan siswa berkompetisi, dengarkan komunitas kreatif bercerita, dan rasakan sendiri: bahwa kebanggaan nasional tak lagi butuh slogan, karena kini sudah punya panggungnya.

  • Penulis: Magoh
  • Editor: Dimas Lombardi

✈︎ Random Artikel

expand_less