Berita
light_mode
Beranda » Uncategorized » GIIAS 2025 Kembali Digelar, Tapi Apa Cukup Sekadar Lihat Mobil Mewah dan Makan Es Krim?

GIIAS 2025 Kembali Digelar, Tapi Apa Cukup Sekadar Lihat Mobil Mewah dan Makan Es Krim?

  • account_circle Selviyani Mimie
  • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
  • visibility 167
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GIIAS 2025 Kembali Digelar, Tapi Apa Cukup Sekadar Lihat Mobil Mewah dan Makan Es Krim?

 

OTOExpo.com , Jakarta –  Pameran otomotif paling ditunggu di Indonesia, GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, akan kembali hadir pada 24 Juli hingga 03 Agustus 2025 di ICE BSD City, Tangerang.

Pameran ini memang selalu jadi ajang unjuk gigi industri otomotif, tapi di tengah gempuran mobil listrik dan perubahan tren mobilitas, apa GIIAS tahun ini benar-benar menjawab rasa penasaran pengunjung atau hanya sekadar ajang “lihat-lihat dan selfie”?

Lebih dari Sekadar Pamer Mobil, Katanya…

Menurut Rizwan Alamsjah, Ketua Penyelenggara Pameran GIIAS, edisi tahun ini diklaim sebagai yang terbesar dan terlengkap di dunia setelah China.

Wah, cukup prestisius memang. Lebih dari 60 merek otomotif bakal tampil, termasuk 39 merek mobil penumpang, 17 merek motor, hingga 4 merek kendaraan komersial.

Tapi, kalau kamu sering datang ke GIIAS, pasti sadar: berapa banyak booth yang benar-benar bikin kamu betah lebih dari 5 menit?

Kadang, sebagian pengunjung malah lebih tertarik ke booth kopi, es krim, atau selfie dengan SPG ketimbang melihat detail mesin atau teknologi baru.

GIIAS 2025 Kembali Digelar, Tapi Apa Cukup Sekadar Lihat Mobil Mewah dan Makan Es Krim?

giias 2025

Test Drive EV, Tapi Siap Panas-Panasan?

Salah satu daya tarik GIIAS 2025 adalah area test drive dan test ride yang katanya lebih luas dan bahkan dilengkapi dengan water obstacle khusus EV.

Ini tentu menarik, karena banyak orang ingin tahu seperti apa rasa berkendara dengan mobil listrik.

Tapi faktanya, tahun-tahun sebelumnya antrean test drive bisa sangat panjang, dan lokasi yang panas serta minim tempat duduk bikin banyak pengunjung memilih skip saja.

Semoga tahun ini lebih manusiawi dan tertata ya.

Peluncuran Mobil Baru, tapi Apa Benar Relevan untuk Pasar?

Tahun ini dijanjikan akan ada lebih dari 40 peluncuran kendaraan baru, mulai dari World Premiere hingga Asia dan Indonesia Premiere.

Menarik? Tentu. Tapi sebagian pengunjung juga mulai mempertanyakan:

“Kalau mobilnya cuma sekadar show off atau nggak bakal dijual di Indonesia, terus gunanya buat apa?”

Kendaraan konsep memang terlihat futuristik, tapi jika tidak ada roadmap jelas untuk masuk pasar, ujung-ujungnya cuma jadi dekorasi Instagram Story saja.

Ada Seminar dan Konferensi? Siapa yang Datang?

GIIAS juga akan menggelar GAIKINDO International Automotive Conference (GIAC) dan seminar lain. Acara ini menghadirkan pembicara dari pemerintah, industri, dan pakar global.

Sayangnya, seminar ini kadang masih terlalu segmented lebih cocok untuk pelaku industri atau media ketimbang masyarakat umum.

Kalau kamu bukan penggiat otomotif atau mahasiswa teknik mesin, besar kemungkinan kamu malah memilih ke food court ketimbang duduk di seminar.

Kehadiran Brand Lokal & Aftermarket: Harapan yang Tertinggal?

Dengan lebih dari 120 merek industri pendukung dan aksesoris hadir, seharusnya ini jadi surganya pecinta modifikasi.

Tapi faktanya, booth aftermarket sering kali ditaruh di area yang sulit dijangkau, seperti Hall 11 atau pre-function area.

Apakah ini tidak seharusnya mendapat panggung lebih sentral, mengingat antusiasme anak muda terhadap modifikasi dan personalisasi kendaraan semakin tinggi?

Harga Tiket Masuk: Masih Ramah Dompet?

Untuk kamu yang ingin datang, harga tiket weekday Rp 50.000 dan weekend Rp 100.000.

Tiket bisa dibeli via Auto360.

Harga ini terbilang wajar, tapi masih jadi pertanyaan: apa yang benar-benar kamu dapatkan dari Rp 100 ribu?

Jika kamu hanya punya waktu satu jam dan tidak tertarik test drive atau belanja, bisa jadi rasanya seperti bayar mahal hanya untuk melihat-lihat brosur.

Area Kuliner dan Hiburan: Tempat Pelarian atau Daya Tarik Utama?

Area kuliner outdoor akan kembali hadir dengan berbagai pilihan menu lokal dan internasional. Ini memang jadi daya tarik tersendiri, tapi juga menimbulkan pertanyaan:

“Kenapa pameran otomotif harus selalu diselipin festival kuliner? Apakah karena experience-nya belum cukup kuat kalau hanya fokus ke kendaraan?”

Kalau sampai pengunjung lebih excited dengan booth minuman dingin dibanding teknologi baru, itu sinyal bahwa ada yang perlu dievaluasi dari pameran ini.

GIIAS The Series: Keliling Indonesia, Tapi Efektifkah?

Setelah BSD, GIIAS The Series akan menyambangi Surabaya, Semarang, Bandung, dan Makassar. Ini memang langkah bagus untuk memperluas jangkauan.

Namun, dari tahun ke tahun, jumlah kendaraan yang dipamerkan di luar Jakarta cenderung lebih sedikit dan kurang variatif.

Buat warga luar Jakarta, rasanya GIIAS versi daerah lebih mirip “pameran mini” ketimbang show skala nasional.

Worth It Datang ke GIIAS 2025?

Kalau kamu antusias terhadap dunia otomotif, ingin mencoba langsung EV, atau penasaran dengan mobil konsep terbaru, maka GIIAS 2025 tetap jadi agenda wajib.

Tapi buat kamu yang hanya ingin “jalan-jalan lihat mobil keren”, sebaiknya atur ekspektasi.

GIIAS memang besar dan padat konten, tapi belum tentu semua pengalaman yang ditawarkan sesuai untuk setiap kalangan. Jadi, jangan cuma ikut-ikutan FOMO ya datang karena kamu tahu apa yang mau dicari.

Kalau kamu berencana datang, beli tiket lebih awal secara online dan cek dulu brand atau agenda yang kamu incar, supaya nggak sekadar jalan kaki keliling hall sambil bingung.

Selamat berburu pengalaman otomotif semoga kamu dapat lebih dari sekadar foto-foto dan es krim! ***

.

.

.

.

  • Penulis: Selviyani Mimie

Baca Juga

expand_less