Berita
light_mode
Beranda » Kendaraan » GAC E8 Resmi Mendarat di IIMS 2026, MPV 7-Seater Hybrid Ini Bikin Alphard Auto Berkeringat?

GAC E8 Resmi Mendarat di IIMS 2026, MPV 7-Seater Hybrid Ini Bikin Alphard Auto Berkeringat?

  • account_circle dennis
  • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
  • visibility 102
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GAC E8 Hadir Sebagai MPV 7-Seater di IIMS 2026, Definisi Ulang Kenyamanan Berkendara

GAC E8 IIMS 2026: MPV 7-Seater Hybrid Premium, Spesifikasi, Fitur, Performa 237 kW

OTOExpo.com , Jakarta –  Kalau dulu MPV itu identik dengan “mobil keluarga” yang penting muat banyak, era itu sudah lewat. Sekarang, keluarga modern bukan cuma butuh kursi tujuh. Mereka butuh ketenangan. Mereka butuh kabin senyap.

Mereka butuh teknologi yang tidak bikin ribet. Dan yang paling penting: mereka butuh rasa premium yang tidak sekadar tempelan gimmick.

Di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, GAC Indonesia datang membawa jawaban yang cukup berani. Mereka memperkenalkan GAC E8, sebuah MPV 7-seater hybrid yang hadir dengan tema besar: “Redefine Future of Comfort.”

Kalimatnya terdengar seperti slogan marketing biasa. Tapi begitu spesifikasinya dibuka, GAC E8 ini jelas bukan MPV yang sekadar numpang lewat.

Menurut Iqbal Taufiqurrahman, Product and Strategy GAC Indonesia, definisi kenyamanan masa depan bukan lagi soal jok empuk atau kabin luas.

GAC E8 Hadir Sebagai MPV 7-Seater di IIMS 2026, Definisi Ulang Kenyamanan Berkendara

GAC E8 Hadir Sebagai MPV 7-Seater di IIMS 2026, Definisi Ulang Kenyamanan Berkendara

Ini soal bagaimana mobil mampu beradaptasi dengan gaya hidup pemiliknya.

Bagi GAC, kenyamanan di masa depan berarti pengalaman berkendara yang intuitif, tenang, bertenaga, dan relevan dengan kebutuhan gaya hidup modern,” ujar Iqbal.

Kalau ditarik garis lurus, GAC ingin menyampaikan bahwa MPV premium itu tidak boleh terasa seperti kendaraan “serba tanggung”. Harus terasa seperti ruang hidup kedua—bukan sekadar ruang duduk.

GAC E8 tampil sebagai MPV 7-seater dengan konfigurasi 2+2+3, format yang sudah jadi “pakem” mobil kelas atas. Tapi GAC tidak berhenti di situ.

Mereka mengusung konsep mobile living room, artinya kabin dibuat untuk memberi rasa santai seperti berada di ruang keluarga—bukan seperti sedang menunggu giliran check-in di bandara.

Sorotan utama jelas ada di kursi baris kedua: captain seat lengkap dengan fitur pijat dan ventilated seat. Ini bukan fitur ecek-ecek, karena pada penggunaan sehari-hari, justru baris kedua adalah singgasana sesungguhnya.

GAC juga menyiapkan berbagai mode konfigurasi kabin, membuat mobil ini fleksibel untuk kebutuhan keluarga, bisnis, sampai perjalanan jauh.

Dan untuk urusan digital, GAC E8 dibekali layar sentral 14,6 inci yang berjalan di atas chipset Qualcomm Snapdragon 8155. Ini salah satu prosesor favorit di kendaraan modern karena responsnya cepat, transisi halus, dan tidak lemot seperti head unit generasi lama.

Singkatnya: layar besar ini bukan sekadar pajangan, tapi memang dibangun untuk bekerja cepat.

Sekarang masuk ke bagian yang membuat MPV ini terasa “serius”: powertrain.

GAC E8 mengusung sistem hybrid dengan mesin bensin 2.0L ATK yang dikombinasikan dengan motor listrik dan Dedicated Hybrid Transmission (DHT).

Hasilnya? Output mencapai sekitar 237 kW. Ini angka yang cukup brutal untuk sebuah MPV keluarga. Dan lebih menarik lagi, GAC mengklaim akselerasi 0–100 km/jam sekitar 8,8 detik.

Artinya, ini MPV yang bisa melaju cepat tanpa perlu mengorbankan kenyamanan penumpang. Bukan tipe MPV yang kalau diajak menyalip harus minta izin dulu.

Soal efisiensi, konsumsi bahan bakarnya diklaim berada di angka ±5,7 liter per 100 km. Dengan tenaga segede itu, angka ini terdengar seperti “kemenangan kecil” yang cukup memalukan buat MPV bensin konvensional.

GAC juga memahami satu fakta pahit: jalan Indonesia itu bukan sirkuit. Banyak lubang, banyak sambungan beton, banyak suara liar dari luar kabin.

Karena itu, GAC E8 menonjolkan aspek NVH (Noise, Vibration, Harshness) dengan serius. Kabin dibekali kaca peredam suara berlapis ganda, plus penyempurnaan NVH yang diklaim berstandar premium.

Hasil yang dijanjikan sederhana: perjalanan tetap terasa tenang, bahkan saat kondisi jalan tidak bersahabat.

Dan untuk MPV keluarga, ketenangan adalah mata uang paling mahal.

Di era mobil modern, MPV premium tanpa ADAS itu seperti rumah mewah tanpa pagar: terlihat keren, tapi bikin khawatir.

GAC E8 membawa Level 2 Intelligent Driving Assistance, ditambah 540° panoramic camera yang membuat manuver parkir atau putar balik lebih percaya diri.

Airbag pun tidak tanggung-tanggung: tersedia enam airbag, termasuk side curtain airbag sepanjang 2,9 meter.

Struktur bodinya juga diklaim menggunakan lebih dari 75% baja berkekuatan tinggi, yang secara teori meningkatkan rigiditas sekaligus perlindungan saat terjadi benturan.

GAC E8 Hadir Sebagai MPV 7-Seater di IIMS 2026, Definisi Ulang Kenyamanan Berkendara

GAC E8 Hadir Sebagai MPV 7-Seater di IIMS 2026, Definisi Ulang Kenyamanan Berkendara

GAC E8 bukan sekadar MPV 7-seater baru di IIMS 2026. Ia adalah statement.

Statement bahwa MPV keluarga tidak harus terasa membosankan. Tidak harus terasa lambat. Tidak harus terasa “sekadar cukup”.

Dengan kabin ala ruang tamu berjalan, teknologi layar Snapdragon 8155, sistem hybrid bertenaga 237 kW, akselerasi 8,8 detik, efisiensi 5,7 L/100 km, serta paket keselamatan Level 2, GAC E8 datang membawa pesan yang agak tajam:

MPV premium itu bukan cuma soal merek besar—tapi soal siapa yang paling siap menghadapi masa depan.

“MPV ini bukan sekadar model baru, tetapi simbol bagaimana GAC melihat masa depan mobilitas di Indonesia, lebih nyaman, lebih cerdas, dan lebih berorientasi pada pengalaman pengguna,” tutup Iqbal.

Dan jika GAC E8 benar-benar masuk pasar dengan harga agresif, MPV premium lain mungkin harus mulai berhitung ulang.*****

@otoexpo

gac bawa mobil keren dech di IIMS 2026 INI. Ini adalah E8 keliatan nyaman banged yaaa.... #gac #gacindonesia #gaciims2026 #gacaion

♬ เสียงต้นฉบับ - Aof Allnew - A O F 🐼
  • Penulis: dennis
  • Editor: RM.Dimas Wirawan

Berita Menarik Lainnya

expand_less