News
light
Beranda » Kendaraan » EHang 216-s, Taksi Terbang Listrik Masa Depan IKN dan Pariwisata Indonesia

EHang 216-s, Taksi Terbang Listrik Masa Depan IKN dan Pariwisata Indonesia

  • account_circle dimas
  • calendar_month Kam, 26 Jun 2025
  • visibility 116

EHang 216-s, Taksi Terbang Listrik Masa Depan IKN dan Pariwisata Indonesia

 

OTOExpo.com , Jakarta –  Bicara soal inovasi transportasi, Indonesia memang tak mau ketinggalan zaman. Terbukti, pemerintah tengah mempersiapkan EHang 216-s, taksi terbang listrik otonom berbasis AI, untuk beroperasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 2028.

Bukan hanya sekadar wacana, EHang 216-s bahkan sudah menjalani uji terbang di kawasan Phantom Ground Park PIK 2, Tangerang, disaksikan langsung oleh para pejabat dan tokoh publik.

EHang 216-s: Si Drone Raksasa Pintar

Secara bentuk, EHang 216-s lebih mirip drone raksasa ketimbang pesawat tradisional. Dengan tinggi 1,77 meter dan lebar 5,61 meter, kendaraan ini sanggup membawa muatan hingga 220 kg.

EHang 216-s, Taksi Terbang Listrik Masa Depan IKN dan Pariwisata Indonesia

“Agendanya kita uji terus untuk terbang, supaya ini bisa jadi moda pariwisata dan transportasi masa depan. Kita bawa EHang ke sini supaya Indonesia nggak tertinggal,” kata Rudy Salim, Executive Chairman Prestige Aviation, perusahaan yang memboyong EHang 216-s ke Tanah Air.

Tak hanya itu, jarak terbangnya bisa mencapai 35 km dalam waktu 21 menit dan melaju hingga kecepatan 130 km/jam.

Semua penerbangan dikontrol sepenuhnya oleh sistem kecerdasan buatan (AI), sehingga tidak memerlukan pilot manusia di dalamnya.

Inilah salah satu contoh nyata penerapan Autonomous Aerial Vehicle (AAV) dalam transportasi sehari-hari.

Dukungan dan Harapan Para Pejabat

Dalam uji terbangnya, Ketua Umum IMI sekaligus Anggota DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menyatakan harapannya agar EHang 216-s bisa menjadi solusi kemacetan di perkotaan sekaligus mendorong sektor pariwisata. “Semoga bisa beroperasi di IKN sesuai target 2028,” ujarnya.

Senada dengannya, Raffi Ahmad sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, juga bersemangat melihat potensi moda transportasi baru ini.

Menurut Raffi, taksi terbang bisa memberikan pengalaman wisata unik, misalnya membawa pasangan bulan madu di Bali atau sebagai kendaraan sehari-hari di IKN.

Raffi bahkan menyinggung soal pentingnya belajar dan beradaptasi teknologi luar negeri untuk memajukan generasi muda Indonesia. “Ini saatnya kita belajar dan berkolaborasi,” katanya.

Harga dan Efisiensi

Tentu banyak yang penasaran soal harga. Rudy Salim, Executive Chairman Prestige Aviation, membeberkan bahwa harga satu unit EHang 216-s sekitar USD 535.000 (Rp8,7 miliar).

Mahal? Memang. Tapi kalau bicara biaya operasional, kendaraan ini jauh lebih hemat.

“Bayangkan, sekali isi daya hanya Rp 500 ribu. Kalau helikopter terbang 30 menit bisa habis Rp50 juta,” kata Rudy.

Dengan perbandingan biaya operasional se-hemat itu, tak heran bila banyak pihak optimis EHang 216-s bisa menjadi pilihan baru untuk transportasi perkotaan.

Tantangan dan Peluang

Namun, di balik semangatnya, tak bisa dipungkiri bahwa menghadirkan taksi terbang di Indonesia bukan soal mudah.

Selain menyiapkan infrastruktur, pemerintah harus memastikan regulasi dan keselamatan benar-benar matang.

Maklum, kita bicara soal kendaraan otonom di udara, membawa penumpang, dan harus bisa diandalkan dalam berbagai cuaca dan kondisi.

Meski begitu, peluangnya jelas. Jika berjalan sesuai rencana, Indonesia bisa menjadi salah satu negara pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan taksi terbang untuk publik.

Ini bisa menjadi pembeda sekaligus simbol bahwa Indonesia serius menuju masa depan transportasi pintar dan berkelanjutan.

IKN Sebagai “Kota Pintar”

Penggunaan EHang 216-s di IKN nanti bukan sekadar gimmick. Sebagai kota baru berkonsep smart city dan ramah lingkungan, IKN memang harus memanfaatkan teknologi mutakhir, seperti kendaraan listrik dan otonom.

Selain mengurangi jejak karbon, inovasi semacam ini bisa membuat IKN lebih menarik di mata dunia.

Pemerintah pun nampaknya sudah melangkah ke arah itu. Uji terbang ini adalah awal dari perjalanan panjang mewujudkan IKN sebagai kota modern berkelas dunia.

EHang 216-s bisa menjadi game-changer dalam ekosistem transportasi dan pariwisata Indonesia.

Dengan biaya operasional lebih murah, desain ramah lingkungan, dan fitur otonomnya, moda ini sesuai banget dengan konsep IKN sebagai kota masa depan.

EHang 216-s, Taksi Terbang Listrik Masa Depan IKN dan Pariwisata Indonesia

Tantangannya pasti banyak  mulai dari soal perizinan hingga edukasi publik  tetapi bila pemerintah dan pihak swasta bisa bersinergi, siapa tahu 2028 nanti kita sudah bisa memesan taksi terbang lewat smartphone, persis seperti memesan ojek online.

Teknologi canggih harus diimbangi perencanaan matang, keamanan ketat, dan edukasi ke masyarakat agar transportasi baru ini benar-benar bisa membawa perubahan nyata, bukan sekadar gaya-gayaan.***

.

.

.

  • Penulis: dimas

✈︎ Random Artikel

expand_less