Dampak Fatal Mengabaikan Karet Penopang Mesin yang Retak, Jangan Tunggu Mesin Bermasalah
- account_circle dimas
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 12

engine mounting honda
Dampak Karet Penopang Mesin Retak Jika Diabaikan, Wajib Tahu!
Karet penopang mesin mobil atau engine mounting yang retak bisa memicu getaran berlebih, suara bising, hingga kerusakan mesin. Ini dampak serius jika Anda mengabaikannya.
OTOExpo.com , Jakarta – Banyak pemilik mobil fokus pada komponen besar seperti mesin, transmisi, atau sistem pengereman, namun sering mengabaikan satu komponen kecil yang justru punya peran krusial: karet penopang mesin atau engine mounting.
Padahal, ketika karet penopang mesin mulai retak atau mengeras, dampaknya tidak hanya soal kenyamanan, tetapi juga berpotensi merusak komponen lain dan mengancam keselamatan berkendara.
Masalahnya, kerusakan pada karet penopang mesin sering terjadi secara perlahan dan tanpa disadari. Retakan kecil kerap dianggap wajar karena usia kendaraan.
Padahal, jika dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang menjadi masalah serius yang biayanya jauh lebih mahal.
Karet penopang mesin berfungsi sebagai peredam getaran sekaligus penahan posisi mesin agar tetap stabil di dalam ruang mesin. Komponen ini memisahkan mesin dari rangka kendaraan, sehingga getaran dan hentakan tidak langsung diteruskan ke bodi dan kabin.

engine mounting honda
Ketika kondisi karet masih baik, mesin dapat bekerja dengan halus dan senyap. Namun saat mulai retak, fungsi peredam getaran akan menurun drastis. Akibatnya, mesin tidak lagi “duduk” dengan sempurna di posisinya.
Salah satu tanda paling mudah dirasakan saat karet penopang mesin retak adalah getaran mesin yang meningkat, terutama saat idle atau ketika mobil berjalan di kecepatan rendah. Getaran ini bisa terasa di setir, pedal, hingga jok pengemudi.
Dalam jangka panjang, getaran berlebih tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga mempercepat keausan komponen lain, termasuk baut, bracket, hingga sistem kelistrikan di sekitar mesin.
Engine mounting berfungsi menjaga mesin tetap stabil meskipun kendaraan melewati jalan rusak atau bergelombang. Saat karet penopang melemah, mesin dapat bergerak lebih bebas dari seharusnya.
Kondisi ini sering menimbulkan gejala seperti:
-
Tarikan terasa tidak halus saat akselerasi
-
Ada bunyi “duk” saat melewati polisi tidur
-
Mesin terasa seperti menghentak ketika pindah gigi
Jika dibiarkan, pergeseran mesin ini dapat memperburuk kondisi mounting lain yang masih sehat.
Mesin yang tidak stabil akan memberikan tekanan tambahan pada berbagai komponen penting seperti sistem pembuangan, transmisi, hingga drive shaft. Posisi mesin yang berubah membuat komponen tersebut bekerja dalam sudut yang tidak ideal.
Dalam jangka panjang, hal ini bisa menyebabkan:
-
Knalpot cepat retak atau bocor
-
Komponen transmisi lebih cepat aus
-
Dudukan dan bracket mesin ikut rusak
Biaya perbaikannya jelas jauh lebih mahal dibandingkan mengganti karet penopang mesin sejak awal.
Retaknya karet penopang mesin juga sering ditandai dengan suara bising tidak wajar dari ruang mesin. Bunyi ini bisa berupa dentuman halus, gesekan, atau suara kasar saat mobil mulai bergerak atau berhenti.
Awalnya suara mungkin terdengar ringan, namun seiring retakan membesar, bunyi tersebut bisa semakin keras dan mengganggu konsentrasi saat berkendara.
Mesin yang tidak berada pada posisi ideal akan mempengaruhi kerja sistem pembakaran dan transmisi. Dampaknya, respons mesin menjadi kurang presisi, akselerasi terasa berat, dan konsumsi bahan bakar bisa meningkat.
Banyak pengendara mengira masalah ini berasal dari mesin atau sistem injeksi, padahal akar masalahnya hanya dari karet penopang mesin yang sudah tidak layak.
Mengabaikan karet penopang mesin yang retak bukan keputusan bijak. Selain menurunkan kenyamanan berkendara, risiko kerusakan lanjutan dan biaya perbaikan yang membengkak juga mengintai.
Pemeriksaan rutin dan penggantian karet penopang mesin sesuai kondisi kendaraan adalah langkah sederhana namun berdampak besar untuk menjaga kenyamanan, keamanan, dan usia pakai mobil.
Lebih baik mencegah sejak dini, daripada harus menanggung kerusakan besar di kemudian hari.****
- Penulis: dimas
- Editor: Dimas Lombardi

