Busi Iridium Lagi Naik Daun, Mobil Baru Sekarang Butuh yang Lebih Tangguh!
- account_circle dimas
- calendar_month Sen, 26 Mei 2025
- visibility 128

Busi Iridium Lagi Naik Daun, Mobil Baru Sekarang Butuh yang Lebih Tangguh!
OTOExpo.com , Jakarta – Pernah kepikiran nggak, kalau komponen kecil kayak busi itu ternyata punya pengaruh besar buat performa mobil?
Yup, meskipun kecil, busi adalah salah satu komponen paling penting dalam sistem pengapian mesin mobil, terutama buat yang masih pakai mesin bensin alias internal combustion engine (ICE) atau hybrid.
Nah, belakangan ini, tren penggunaan busi iridium makin naik daun, dan itu bukan tanpa alasan.
Menurut Citra Aji Sanjaya, Marketing Manager dari PT Niterra Mobility Indonesia perusahaan yang ngejual busi NGK di Indonesia tren penggunaan busi iridium dan juga busi platinum lagi berkembang pesat.
“Busi jenis ini udah jadi standar baru di mobil-mobil modern, apalagi sejak munculnya mesin NR dari Toyota dan Daihatsu,” kata Aji.

NGK Ungkap Fakta Bahwa Mobil Terkini Menggunakan Busi Iridium
Toyota & Daihatsu Jadi Rajanya Busi Iridium
Kalau ngomongin siapa yang paling rajin pakai busi iridium, jawabannya jelas: Toyota dan Daihatsu. Menurut data dari NGK, 47,5 persen mobil Toyota yang beredar di Indonesia udah pakai busi iridium sebagai standar. Daihatsu juga nggak mau ketinggalan, dengan angka 27 persen.
Artinya, dari setiap 10 mobil Toyota, hampir 5 mobil udah pakai busi iridium sejak dari pabrik. Lumayan, kan?
Selain itu, beberapa merek lain kayak Honda, Mitsubishi, Hyundai, sampai Wuling juga udah mulai mengikuti tren ini, walau jumlahnya belum sebanyak Toyota dan Daihatsu.
Busi iridium ini emang cocok banget buat mesin modern yang sekarang makin kompresi tinggi, makin efisien, dan butuh pengapian yang stabil dan presisi.
Nggak heran kalau sekarang makin banyak pabrikan mobil yang beralih dari busi nikel ke iridium atau platinum.
Busi Nikel Masih Ada, Tapi Mulai Tergeser
Meskipun iridium lagi populer, bukan berarti busi nikel udah ditinggalkan total. Masih banyak juga mobil baru yang pakai busi nikel, terutama buat tipe mesin lama atau yang masih mempertahankan desain mesin yang simpel.
Misalnya aja, mobil-mobil Suzuki dengan mesin K14B masih pakai busi nikel sekitar 42,1 persen. Begitu juga Honda dengan mesin L15Z1, sekitar 33,4 persen mobilnya masih pakai busi nikel.
Tapi kalau dilihat tren jangka panjang, penggunaan busi nikel pelan-pelan bakal terus turun. Soalnya, produsen mobil makin fokus ngembangin mesin yang lebih efisien dan ramah lingkungan, yang artinya butuh busi yang juga bisa ngimbangin performanya dan iridium jawabannya.
Kenapa Busi Iridium Banyak Diminati?
Oke, sekarang kita bahas: kenapa sih busi iridium bisa jadi primadona? Jawaban sederhananya: karena lebih awet dan performanya lebih stabil.
Dibanding busi nikel biasa, busi iridium punya banyak keunggulan. Ujung elektrodenya jauh lebih kecil, jadi percikan api lebih terfokus dan pembakarannya lebih sempurna.
Selain itu, material iridium lebih tahan panas dan korosi, jadi usianya bisa jauh lebih panjang bahkan bisa sampai 100 ribu km pemakaian. Bandingkan sama busi nikel yang umumnya cuma kuat 20–30 ribu km.

Busi NGK sudah teruji kualitasnya
“Orang sekarang makin ngerti pentingnya perawatan mobil yang nggak ribet tapi hasilnya maksimal. Jadi daripada gonta-ganti busi tiap tahun, mending langsung pakai iridium yang bisa tahan lebih lama,” jelas Aji.
Mobil Listrik Gimana? Masih Butuh Busi Nggak?
Pertanyaan bagus! Buat mobil listrik murni alias Battery Electric Vehicle (BEV), tentu nggak pakai busi sama sekali.
Tapi, jangan panik dulu. Kalau ngelihat data dari Gaikindo selama 5 tahun terakhir, populasi mobil listrik di Indonesia masih kecil banget baru 2 persen dari total mobil yang ada. Bahkan, mobil hybrid masih lebih banyak, sekitar 3,4 persen.
Itu artinya, mobil konvensional (mesin bensin biasa) masih jadi mayoritas. Nah, selama mobil bensin masih merajai jalanan Indonesia, produsen busi seperti NGK masih punya peluang besar untuk terus berkembang.
Bahkan mobil hybrid pun tetap butuh busi, karena sistem hybrid masih punya mesin bensin yang aktif. Makanya, NGK tetap optimis tren ini bakal bertahan cukup lama sebelum benar-benar bergeser total ke listrik.
Jadi, Busi Iridium Itu Investasi?
Bisa dibilang gitu. Buat kamu yang punya mobil dan pengen performanya tetap maksimal, irit bensin, dan nggak mau sering-sering ke bengkel cuma gara-gara busi, busi iridium adalah pilihan tepat.
Meskipun harganya sedikit lebih mahal dibanding busi biasa, tapi umur pakainya jauh lebih panjang. Dalam jangka panjang, malah jadi lebih hemat.
Selain itu, iridium juga bantu menjaga mesin tetap sehat, karena pembakarannya lebih sempurna. Ini penting banget, apalagi buat mobil yang sering dipakai harian atau buat mudik jarak jauh.
Mesin mobil zaman sekarang makin canggih, dan itu artinya komponen pendukungnya juga harus upgrade.
Busi iridium jadi salah satu solusi buat kamu yang pengen mobil tetap bertenaga, irit, dan minim perawatan. Tren ini udah terbukti, terutama dari dominasi Toyota dan Daihatsu dalam penggunaan busi canggih ini.
Walaupun mobil listrik terus berkembang, mayoritas mobil di Indonesia masih butuh busi. Jadi buat sekarang dan beberapa tahun ke depan, busi iridium masih jadi komponen penting yang nggak bisa diremehkan.****

seorang usher menjajakan busi berkualitas
.
.
.
.
.
.
.
- Penulis: dimas

