Berita
light_mode
Beranda » Kendaraan » Bukan As Roda Patah! Geely EX5 di PIK Ternyata Alami Benturan Ekstrem, Ini Hasil Investigasi Teknisnya

Bukan As Roda Patah! Geely EX5 di PIK Ternyata Alami Benturan Ekstrem, Ini Hasil Investigasi Teknisnya

  • account_circle Selviyani Mimie
  • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
  • visibility 84
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Geely Auto Indonesia Tegaskan Insiden Geely EX5 di PIK Akibat Kecelakaan, Bukan Kerusakan As Roda

Geely Auto Indonesia buka suara soal insiden Geely EX5 di PIK. Investigasi teknis membuktikan kerusakan terjadi pada ball joint akibat benturan keras, bukan as roda. Simak penjelasan detailnya

OTOExpo.com , Jakarta –  Insiden kecelakaan tunggal yang melibatkan SUV listrik Geely EX5 di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) pada 16 Februari 2026 sempat memicu spekulasi.

Beredar kabar bahwa insiden tersebut disebabkan oleh patahnya as roda. Namun, klarifikasi resmi dari Geely Auto Indonesia justru mengungkap fakta teknis yang berbeda.

Berdasarkan hasil inspeksi awal tim engineering, kerusakan bukan terjadi pada komponen as roda (drive shaft), melainkan pada ball joint di sistem suspensi depan.

Dan yang lebih penting, kerusakan tersebut merupakan konsekuensi dari benturan keras dengan pembatas jalan, bukan akibat kegagalan komponen atau cacat produksi.

Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Dalam konstruksi kendaraan modern, khususnya SUV listrik berbasis platform monokok, sistem suspensi depan umumnya mengandalkan konfigurasi MacPherson strut yang terintegrasi dengan lower control arm dan ball joint.

Komponen ball joint berfungsi sebagai pivot point yang memungkinkan roda bergerak vertikal mengikuti kontur jalan sekaligus berbelok sesuai input kemudi.

Ketika kendaraan mengalami benturan lateral atau frontal dengan energi besar misalnya menghantam pembatas jalan beton gaya impuls akan merambat dari velg dan hub roda menuju steering knuckle, kemudian diteruskan ke ball joint dan control arm.

Dalam skenario benturan ekstrem, ball joint memang dirancang sebagai salah satu titik yang dapat menyerap dan mendistribusikan energi sebelum merusak struktur utama sasis.

Tim teknis Geely memastikan bahwa deformasi pada ball joint EX5 tersebut adalah dampak langsung dari benturan keras, bukan akibat fatigue material atau kegagalan manufaktur.

Tidak ditemukan indikasi patah spontan pada as roda maupun kerusakan struktural yang mengarah pada defect produksi.

Isu yang berkembang sebelumnya menyebut adanya kerusakan as roda. Secara teknis, as roda atau drive shaft merupakan komponen yang mentransfer torsi dari motor listrik ke roda penggerak.

Jika as roda patah akibat defect, gejalanya biasanya muncul saat akselerasi atau dalam kondisi beban torsi tinggi, bukan akibat benturan eksternal.

Sebaliknya, ball joint adalah bagian dari sistem suspensi dan kemudi. Komponen ini bekerja secara mekanis mengikuti sudut belok dan gerakan vertikal roda. Dalam kasus benturan keras ke pembatas jalan, kerusakan ball joint jauh lebih logis dibandingkan kegagalan drive shaft.

Penjelasan ini menjadi penting agar publik tidak salah memahami terminologi teknis yang berpotensi memengaruhi persepsi terhadap kualitas produk.

Geely menegaskan bahwa EX5 telah melalui serangkaian uji keselamatan global sebelum dipasarkan. Model ini mengantongi rating bintang lima dari Euro NCAP, yang mencakup pengujian frontal impact, side impact, pole test, hingga evaluasi sistem keselamatan aktif.

Struktur bodinya mengadopsi high-strength steel dengan zona crumple terukur untuk mengelola distribusi energi benturan. Desain ini memungkinkan energi tabrakan disalurkan ke area tertentu guna meminimalkan intrusi ke kabin.

Selain itu, Geely EX5 dibekali ADAS Level 2 dengan 13 fungsi, termasuk Autonomous Emergency Braking (AEB), Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Keeping Assist (LKA), Blind Spot Detection (BSD), hingga Traffic Sign Recognition (TSR). Sistem ini dirancang untuk membantu mencegah potensi kecelakaan, bukan menggantikan peran penuh pengemudi.

Geely Auto Indonesia menyatakan pemeriksaan lanjutan tetap dilakukan untuk memastikan seluruh sistem kendaraan berada dalam kondisi sesuai standar. Evaluasi meliputi alignment sasis, geometri suspensi, sistem kemudi elektrik (EPS), hingga integritas mounting baterai.

Geely Auto Indonesia Tegaskan Insiden Geely EX5 di PIK Akibat Kecelakaan, Bukan Kerusakan As Roda

Geely Auto Indonesia Tegaskan Insiden Geely EX5 di PIK Akibat Kecelakaan, Bukan Kerusakan As Roda

Langkah ini menjadi bagian dari prosedur quality assurance sekaligus bentuk transparansi kepada konsumen. Di tengah pertumbuhan pasar kendaraan listrik nasional, kepercayaan publik menjadi faktor krusial.

Insiden di PIK ini sekaligus menjadi pengingat bahwa dalam kecelakaan dengan benturan signifikan, kerusakan mekanis adalah konsekuensi fisik yang wajar. Yang terpenting adalah memastikan tidak ada kegagalan struktural atau cacat desain yang menjadi penyebab utama.

Dengan klarifikasi teknis yang lebih terbuka, Geely berupaya menjaga reputasi sekaligus mempertegas bahwa EX5 tetap memenuhi standar keselamatan global.

Bagi konsumen, pemahaman teknis yang utuh jauh lebih penting dibanding sekadar potongan informasi yang belum terverifikasi.*****

  • Penulis: Selviyani Mimie
  • Editor: RM.Dimas Wirawan

Baca Juga

expand_less