Bosch hadir di Mobility Live Indonesia 2025 dengan rangkaian inovasi berbasis perangkat lunak
- account_circle dimas
- calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
- visibility 163
- print Cetak

Bosch tampilkan inovasi berbasis perangkat lunak di Mobility Live Indonesia 2025
Bosch hadir di Mobility Live Indonesia 2025 dengan rangkaian inovasi berbasis perangkat lunak
Bosch tampilkan inovasi berbasis perangkat lunak di Mobility Live Indonesia 2025
OTOExpo.com , Tangerang – Di tengah deru pameran otomotif terbesar di Tanah Air, Mobility Live Indonesia 2025, Bosch tampil bukan sekadar membawa produk, tetapi gagasan besar tentang masa depan mobilitas.
Perusahaan asal Jerman ini seolah ingin menegaskan: di era di mana perangkat lunak menjadi “otak” kendaraan, Bosch sudah lebih dulu berpikir jauh ke depan.
“Indonesia berada pada titik penting dalam evolusi mobilitasnya,” ujar Pirmin Riegger, Managing Director Bosch Indonesia.
“Kami di Bosch bangga mendukung transformasi ini melalui solusi cerdas berbasis perangkat lunak yang menjadikan mobilitas lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.”
Ucapan Riegger itu bukan sekadar retorika. Bosch membawa empat domain utama ADAS, Energi, Motion, dan Layanan yang dirancang untuk menghadirkan kendaraan yang tidak hanya bergerak, tapi juga mengerti dan belajar dari setiap perjalanan.
Bosch bukan pemain baru. Dengan sejarah panjang di dunia otomotif sejak abad ke-19, perusahaan ini kini bertransformasi menjadi pionir mobilitas berbasis perangkat lunak.
Melalui pameran Mobility Live Indonesia 2025, Bosch memperlihatkan sisi paling futuristik dari dirinya teknologi yang mampu mendeteksi, bereaksi, dan mencegah bahaya bahkan sebelum pengemudi menyadarinya.
Inovasi yang Menghidupkan Mobilitas
Bosch tak datang dengan jargon kosong. Mereka menunjukkan teknologi nyata yang siap digunakan di jalan-jalan Indonesia — dari jalan tol hingga gang perkotaan.
ADAS: Advanced Driver Assistance Systems
Sistem bantuan pengemudi generasi terbaru Bosch kini mengandalkan multi-purpose camera, ultrasonic sensors, dan sensor radar yang bekerja lintas domain.
Semua sensor ini berkomunikasi secara real-time, menganalisis kondisi sekitar, dan membantu pengemudi menghindari bahaya.
Dari Forward Collision Warning hingga Adaptive Cruise Control, teknologi ini menjadi “indra keenam” bagi kendaraan modern.
Tak hanya untuk mobil, Bosch juga memperkenalkan ARAS (Advanced Rider Assistance Systems) bagi pengendara motor — solusi yang sangat relevan di negara dengan populasi sepeda motor masif seperti Indonesia.
Energi: Elektrifikasi yang Efisien
Bosch menampilkan eAxle, unit yang menggabungkan motor listrik, transmisi, dan power electronics dalam satu paket ringkas.
Teknologi ini mampu mengurangi kehilangan energi, memperbaiki efisiensi hingga 95%, dan meningkatkan performa kendaraan listrik.
Sementara itu, engine cooling fan buatan Bosch hadir sebagai solusi manajemen termal untuk kendaraan hybrid dan EV — menjaga suhu optimal bahkan dalam kondisi tropis yang lembap dan panas seperti di Indonesia.
Kendaraan yang Berpikir dan Bergerak Secara Dinamis
Bosch memamerkan teknologi pengereman generasi baru dengan respons lebih cepat dan presisi lebih tinggi.
Dikombinasikan dengan sistem pengendalian gerak prediktif, mobil kini dapat “merasakan” potensi tabrakan bahkan sebelum terjadi.
Fitur ini bukan sekadar gimmick keselamatan — ia menjadi inti dari visi Bosch tentang kendaraan yang tidak hanya dikendarai, tetapi juga ikut menjaga pengendaranya.
Mobilitas Terkoneksi dan Prediktif
Di dunia yang semakin digital, Bosch memperkenalkan dua bintang utamanya:
-
Battery in the Cloud – sistem pemantauan baterai yang bekerja secara real-time untuk mencegah kerusakan, memperpanjang umur baterai, dan menekan biaya perawatan.
-
RideCare – layanan telematika yang memungkinkan pemantauan dan diagnostik kendaraan jarak jauh, ideal untuk operator armada dan mobilitas berbasis layanan (ride-hailing).
Bayangkan mobil yang bisa mengirimkan notifikasi sendiri sebelum baterainya bermasalah inilah masa depan yang Bosch ciptakan.
Mobility Live Indonesia 2025
Ajang Mobility Live Indonesia 2025 menjadi panggung sempurna untuk Bosch menegaskan posisi strategisnya di Asia Tenggara.
Diselenggarakan di Jakarta Convention Center, pameran ini mempertemukan para pemain besar otomotif global dan pelaku industri lokal yang tengah bertransformasi menuju mobilitas elektrifikasi dan digitalisasi.
Bosch memanfaatkan momentum ini bukan hanya untuk memamerkan teknologi, tapi juga membangun kolaborasi lintas industri dari startup EV lokal hingga produsen kendaraan besar.
Masa Depan Tidak Menunggu
Bosch memahami bahwa lanskap mobilitas Indonesia tengah berubah. Dari kebijakan transisi energi, adopsi kendaraan listrik, hingga meningkatnya kebutuhan akan keselamatan di jalan raya.
Dengan pendekatan berbasis perangkat lunak, Bosch ingin menciptakan ekosistem kendaraan yang selalu belajar, selalu terhubung, dan selalu siaga.
Teknologi seperti ADAS multi-sensor dan Battery Cloud bukan hanya soal efisiensi atau kemewahan — ini soal keamanan manusia.
Satu detik lebih cepat dalam mendeteksi bahaya bisa berarti satu nyawa terselamatkan.
Bosch Mewujudkannya
Semua inovasi ini lahir dari rekayasa lintas domain integrasi software, sensor, dan hardware yang disatukan oleh sistem AI Bosch.
Software mereka kini menjadi “jantung digital” di lebih dari setengah juta kendaraan di seluruh dunia, dan ekspansi ke pasar Indonesia adalah langkah logis berikutnya.

Bosch tampilkan inovasi berbasis perangkat lunak di Mobility Live Indonesia 2025
Dengan slogan “Menggerakkan Masa Depan, Beres.Bosch”, perusahaan ini tidak hanya menjual produk, tetapi membangun kepercayaan bahwa setiap inovasi membawa dampak sosial yang nyata.
Antara Ideal dan Realitas
Meski semua inovasi Bosch terdengar menjanjikan, tantangan di lapangan tetap besar.
Harga perangkat ADAS masih tergolong tinggi, dan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia belum sepenuhnya siap.
Namun, Bosch tampaknya paham betul: perubahan besar tidak lahir dalam semalam.
Seperti pepatah Jerman yang sering mereka kutip “Langsam aber sicher” perlahan tapi pasti.
Mungkin itu juga cara Bosch menapaki masa depan mobilitas Indonesia: perlahan, presisi, dan penuh visi.
Bosch telah menegaskan dirinya bukan sekadar pemasok komponen, tapi arsitek masa depan mobilitas.
Dari sistem pengereman hingga kecerdasan buatan dalam baterai, setiap inovasi mereka membawa satu pesan yang sama:
masa depan kendaraan adalah kolaborasi antara manusia dan mesin yang berpikir bersama.
Dan jika dunia otomotif Indonesia siap untuk berubah, Bosch sudah menunggu dengan kode, chip, dan visi yang siap menggerakkan segalanya.***
“Mobil masa depan tidak hanya berjalan ia berpikir, memahami, dan melindungi. Itulah mobil yang kami bangun di Bosch.” Pirmin Riegger, Managing Director Bosch Indonesia
- Penulis: dimas
- Editor: dimas lombardi
