News
light
Beranda » Business » Bagaimana Cara Mengatur Biaya Operasional dan Kepemilikan Mobil?

Bagaimana Cara Mengatur Biaya Operasional dan Kepemilikan Mobil?

  • account_circle Pandito
  • calendar_month Jum, 11 Okt 2024
  • visibility 159

Dalam kasus di atas, seseorang membutuhkan

dana darurat khusus untuk pergantian

suku cadang mobilnya sebesar Rp 6,18 juta. 

 

Apabila dalam suatu waktu ketersediaan

dana tersebut berkurang sebesar Rp 500 ribu

karena si pemilik harus ganti oli, filter oli,

dan membayar jasa mekanik, maka nominal

dana harus dikembalikan dalam jumlah awal.

Hal itu disebabkan karena proses pergantian

oli dalam setahun tentu lebih dari satu kali. 

 

Beberapa hal yang termasuk ke dalam

biaya lain-lain bisa mencakup ongkos jasa

mekanik baik mekanik bengkel, mekanik

panggil ke rumah, atau keperluan lain yang

bersifat tidak diekspektasi dan

berkaitan dengan kecelakaan. 

 

Sisihkan uang 1% atau maksimal 5% dari

penghasilan bulanan ke rekening tersebut

pengeluaran mobil untuk kebutuhan darurat.

 

Bedakan biaya operasional bulanan dan tahunan

Biaya operasional merupakan biaya-biaya

seputar penggunaan dan kepemilikan mobil

yang juga harus Anda persiapkan. Agar lebih mudah,

pisahkan saja biaya operasional untuk bulanan

dan juga tahunan dengan menggunakan

bagan seperti di bawah ini:

Bagaimana Cara Mengatur Biaya Operasional dan Kepemilikan Mobil?

 

Menurut ilustrasi di atas,

dalam sebulan seorang pemilik mobil bisa

saja mengeluarkan dana mereka

sebesar Rp 800 ribu untuk pemakaian mobilnya.

Semakin sering penggunaan mobil maka makin

besar pula rata-rata pengeluaran operasional

bulanan si pemilik mobil, begitupun sebaliknya.

 

Sementara itu pengeluaran tahunan mereka

bisa mencapai Rp 8,4 juta karena premi

asuransi mobil yang dimiliki dibayarkan per tahun.

 

Asuransi mobil sejatinya juga bisa dibayarkan

secara bulanan, jika memang pemilik lebih

memilih fitur pembayaran dengan kartu kredit,

dan mengajukan metode cicilan. 

 

Jika rata-rata pengeluaran bulanan pemilik

mobil adalah Rp 800 ribu, maka jika disetahunkan

jumlahnya mencapai Rp 9,6 juta.

Total pengeluaran operasional pemilik mobil

tersebut dalam setahun pun bisa

mencapai Rp 9,6 juta + Rp 8,4 juta = Rp 18 juta.

 

Bila perlu gunakan rekening terpisah

Buatlah rekening terpisah baru yang

ditujukan khusus untuk biaya operasional

serta tabungan dana darurat khusus

mobil Anda. Tujuan dari adanya rekening

baru adalah untuk agar pengeluaran untuk

mobil Anda tidak tercampur dengan

pengeluaran sehari-hari.  

 

Atau Anda pun bisa menempatkan

sebagian tabungan dana darurat untuk

mobil di instrumen reksa dana pasar uang,

mengingat keperluan akan pergantian

suku cadang memiliki jangka waktu

yang berbeda-beda.

 

Itulah hal-hal yang bisa Anda lakukan

untuk mengantisipasi adanya pengeluaran

mendadak dan rutin yang disebabkan

karena kepemilikan mobil. Pada intinya,

kepemilikan mobil tentu membutuhkan

biaya yang tidak sedikit, dan wajib pula

bagi Anda untuk melindungi aset ini

dengan asuransi mobil.

 

Tanpa asuransi mobil, maka risiko

finansial yang harus Anda tanggung saat

mobil Anda rusak karena kecelakaan,

baret-baret, atau hilang, menjadi semakin besar.


Biaya operasional Mobil

  • Penulis: Pandito

✈︎ Random Artikel

expand_less