Skutik Terasa Goyang, Cek part Engine Mounting nya
- account_circle Abimanyu
- calendar_month Sen, 22 Des 2025
- visibility 155

Skutik Terasa Goyang, Cek part Engine Mounting nya
Motor matik terasa goyang saat jalan atau menikung? Bisa jadi engine mounting sudah aus. Kenali ciri, fungsi, dan solusinya di sini.
OTOExpo.com – Skutik atau sepeda motor matik sudah lama menjadi sahabat setia mobilitas masyarakat Indonesia. Praktis, mudah dikendarai, dan nyaman untuk berbagai kondisi jalan, membuat motor jenis ini terus mendominasi pasar roda dua Tanah Air.
Namun seiring usia dan pemakaian, ada kalanya skutik mulai “berbicara” lewat gejala yang terasa aneh. Salah satunya adalah motor terasa goyang, terutama saat melintasi jalan bergelombang, polisi tidur, atau ketika menikung pada kecepatan tertentu. Banyak pengendara mengira ini masalah sepele, padahal bisa menjadi sinyal adanya komponen yang mulai lelah bekerja.
Salah satu bagian yang sering luput dari perhatian adalah engine mounting.
Tak bisa dimungkiri, kondisi jalan di Indonesia belum sepenuhnya ramah kendaraan. Lubang kecil, sambungan aspal yang tidak rata, hingga genangan air saat musim hujan, menjadi tantangan harian bagi motor.
Kondisi ini membuat beberapa komponen bekerja ekstra keras. Mulai dari bearing roda, komstir, jari-jari roda (untuk tipe tertentu), hingga pelek yang bisa saja berubah bentuk. Namun, di balik semua itu, ada satu komponen yang jarang dicek namun perannya sangat vital dalam menjaga kestabilan skutik: engine mounting.
Secara sederhana, engine mounting berfungsi sebagai penghubung antara mesin dan rangka motor. Pada skutik, mesin menjadi bagian dari lengan ayun (swing arm), sehingga posisinya sangat menentukan kestabilan bagian belakang.
Engine mounting bekerja sebagai:
-
Bantalan mesin
-
Peredam getaran
-
Penjaga keselarasan posisi mesin
Komponen ini umumnya terdiri dari karet mounting, bos (bushing), dan bearing. Ketiganya bekerja bersama untuk memastikan getaran mesin tidak langsung diteruskan ke rangka dan pengendara.
Ciri-Ciri Engine Mounting Mulai Aus
Seiring waktu dan pemakaian, terutama pada motor yang sudah berusia di atas 5 tahun, engine mounting bisa mengalami keausan. Bahkan motor yang jarang melewati jalan rusak tetap berpotensi mengalami hal ini.
Beberapa gejala yang umum dirasakan antara lain:
-
Motor terasa goyang dari belakang
-
Getaran lebih terasa saat melintasi jalan tidak rata
-
Saat menikung, bagian belakang terasa tidak solid
-
Ada bunyi halus namun mengganggu dari area mesin belakang
Pada kondisi tertentu, goyangan ini terasa seperti ban belakang tidak menapak sempurna, padahal tekanan ban dan kondisi suspensi masih normal.
Ketika engine mounting mulai aus atau bearing-nya sudah oblak, posisi mesin tidak lagi stabil. Saat motor berjalan lurus mungkin masih terasa aman, tetapi ketika menikung, beban berpindah ke satu sisi.
Di sinilah engine mounting yang sudah tidak optimal akan menunjukkan “kelelahannya”. Mesin bisa bergerak sedikit dari posisi ideal, dan pengendara akan merasakan efek goyangan dari belakang.
Efek ini tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga berpotensi menurunkan faktor keselamatan.
Jika sudah muncul gejala tersebut, solusi terbaik adalah mengganti komponen engine mounting. Menunda penggantian justru bisa membuat kerusakan merembet ke bagian lain, seperti rangka atau dudukan mesin.
Kabar baiknya, biaya penggantian engine mounting untuk skutik tergolong masih ramah di kantong. Umumnya berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp200 ribuan, tergantung merek motor dan kualitas komponen yang digunakan.
Komponen yang biasanya diganti meliputi:
-
Karet engine mounting
-
Bos karet (bushing)
-
Bearing engine mounting
Disarankan menggunakan suku cadang original atau kualitas setara OEM agar daya tahan dan kenyamanan tetap terjaga.
Engine mounting memang bukan komponen yang terlihat langsung, namun perannya sangat besar dalam menjaga rasa berkendara skutik tetap nyaman dan aman.
Melakukan pengecekan berkala, terutama saat motor mulai terasa berbeda dari biasanya, adalah langkah bijak. Jangan tunggu sampai goyangan makin parah atau muncul suara-suara yang tidak diinginkan.
Karena pada akhirnya, skutik yang terasa stabil bukan hanya soal kecepatan, tapi juga tentang rasa percaya diri saat melintasi setiap tikungan dan jalanan harian.****
- Penulis: Abimanyu
- Editor: dimas lombardi


