Di tengah hiruk-pikuk GIICOMVEC 2026, Foton justru tampil dengan pendekatan berbeda. Bukan sekadar memamerkan kendaraan listrik, tapi membedah bagaimana teknologi di baliknya benar-benar dirancang untuk menjawab kebutuhan operasional bisnis modern, dari efisiensi energi, durability, hingga integrasi sistem digital.
Lewat tiga model utamanya, e-Tunland, e-VIEW Connect, dan e-Miller, Foton menunjukkan bahwa kendaraan listrik komersial bukan hanya soal “tanpa bensin”, tapi tentang sistem yang bekerja lebih cerdas, lebih presisi, dan lebih tahan lama.
Jika dibandingkan dengan mesin diesel konvensional, karakter utama kendaraan listrik Foton ada pada sistem penggeraknya.
Motor listrik menghasilkan torsi maksimum sejak putaran nol. Artinya, kendaraan seperti e-Tunland mampu memberikan dorongan instan tanpa delay turbo atau perpindahan gigi yang kompleks.
Pada e-Tunland, tenaga mencapai sekitar 114 HP dengan torsi 290 Nm. Angka ini bukan sekadar spesifikasi di atas kertas, tapi terasa langsung saat kendaraan membawa beban di kondisi jalan menanjak atau stop-and-go.
“Motor listrik memungkinkan distribusi tenaga yang lebih presisi dan responsif, sehingga kendaraan tetap stabil meski dalam kondisi beban penuh,” ungkap salah satu perwakilan teknis Foton dalam sesi diskusi di pameran.
Karakter ini sangat relevan untuk kebutuhan operasional di area industri, perkotaan padat, hingga jalur distribusi dengan frekuensi berhenti tinggi.
Teknologi Baterai
Di balik performa tersebut, ada satu komponen kunci: baterai.
Foton tidak hanya mengandalkan kapasitas besar, tetapi juga mengoptimalkan stabilitas dan umur pakai melalui teknologi Lithium Iron Phosphate (LFP) yang dikombinasikan dengan sistem liquid cooling.
Pada e-Tunland, baterai 88 kWh mampu menghasilkan jarak tempuh hingga 400 km dalam penggunaan riil. Sementara e-VIEW Connect menggunakan baterai sekitar 50 kWh dengan jangkauan hingga 300 km (WLTC).
Yang menarik bukan hanya angka jarak tempuhnya, tetapi bagaimana sistem pendinginan cair menjaga suhu baterai tetap stabil, bahkan saat digunakan dalam siklus kerja berat.
“Stabilitas temperatur baterai adalah kunci. Tanpa kontrol suhu yang baik, performa akan turun dan umur pakai akan lebih pendek,” jelas sumber internal Foton.

Dengan pendekatan ini, degradasi baterai dapat ditekan, sehingga total cost of ownership (TCO) menjadi lebih kompetitif dalam jangka panjang.
Fast Charging
Dalam operasional bisnis, waktu adalah uang. Foton memahami hal ini dengan menghadirkan teknologi DC fast charging di seluruh lini EV-nya.
e-Tunland dapat mengisi daya hingga optimal dalam waktu sekitar 42 menit, sementara e-VIEW Connect bahkan bisa lebih cepat, sekitar 35 menit.
Kecepatan ini bukan sekadar angka marketing, tetapi menjadi solusi nyata untuk mengurangi downtime armada.
Kendaraan bisa kembali ke jalan dalam waktu kurang dari satu jam—sebuah keunggulan yang sebelumnya sulit dicapai oleh kendaraan listrik generasi awal.
e-VIEW Connect
Di sektor last mile delivery, kompleksitas bukan hanya soal jarak, tetapi juga pola berkendara.
e-VIEW Connect dirancang dengan pendekatan sistem terintegrasi: mulai dari efisiensi motor listrik, sistem manajemen energi, hingga fitur konektivitas kendaraan.
Teknologi monitoring memungkinkan operator memantau kondisi kendaraan secara real-time, termasuk status baterai, efisiensi energi, hingga pola penggunaan kendaraan.
Ini membuka peluang optimasi rute dan pengurangan biaya operasional secara signifikan.
e-Miller
Untuk kebutuhan distribusi yang lebih besar, e-Miller membawa pendekatan berbeda: stabilitas dan konsistensi performa.
Tanpa getaran mesin diesel, kendaraan ini memberikan kondisi kerja yang lebih stabil, terutama untuk aplikasi seperti logistik makanan, farmasi, atau chiller truck.
Distribusi suhu dalam ruang kargo menjadi lebih konsisten karena tidak terganggu oleh fluktuasi mesin konvensional.
Apa yang dilakukan Foton bukan sekadar menghadirkan kendaraan listrik, tetapi membangun sistem mobilitas berbasis teknologi.
Dari motor listrik, baterai berpendingin cair, fast charging, hingga sistem monitoring digital, semuanya dirancang untuk satu tujuan: meningkatkan efisiensi operasional tanpa mengorbankan performa.
“Teknologi kendaraan listrik harus memberikan nilai nyata bagi bisnis, bukan hanya sekadar tren. Di situlah kami fokus,” ujar perwakilan Foton.
GIICOMVEC 2026 menjadi bukti bahwa masa depan kendaraan komersial tidak lagi berbasis bahan bakar, tetapi berbasis teknologi.
Dan melalui e-Tunland, e-VIEW Connect, serta e-Miller, Foton memperlihatkan bahwa inovasi bukan hanya tentang canggih tetapi tentang relevansi di lapangan.
Di titik ini, kendaraan listrik bukan lagi alternatif. Ia sudah menjadi standar baru.***
Saat ini belum ada komentar