Berita
light_mode
Beranda » Tech » ALVA Pabrikan Motor Listrik Pertama Raih Sertifikat INDI 4.0, Siap Jadi National Lighthouse 2026

ALVA Pabrikan Motor Listrik Pertama Raih Sertifikat INDI 4.0, Siap Jadi National Lighthouse 2026

  • account_circle Abimanyu
  • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
  • visibility 82
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

ALVA Raih Sertifikat INDI 4.0, Motor Listrik Pertama di Indonesia

ALVA, PABRIKAN MOTOR LISTRIK PERTAMA BERHASIL MENDAPAT SERTIFIKAT INDI 4.0, SIAP DORONG INDUSTRI KENDARAAN LISTRIK NASIONAL

OTOExpo.com , Jakarta –  ALVA (PT Electra Mobilitas Indonesia) mencetak tonggak penting dalam industri kendaraan listrik nasional dengan resmi memperoleh Sertifikat Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0).

Pengakuan ini menjadikan ALVA sebagai pabrikan motor listrik pertama di Indonesia yang dinyatakan siap bertransformasi menuju manufaktur berbasis digital terintegrasi.

Sertifikasi tersebut diberikan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia sebagai instrumen pengukuran kesiapan perusahaan manufaktur dalam mengimplementasikan transformasi Industri 4.0, sesuai amanat Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 21 Tahun 2020.

Penyerahan sertifikat dilakukan oleh Setia Diarta, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian, kepada Putu Swaditya Yudha, Chief Marketing Officer ALVA.

ALVA Raih Sertifikat INDI 4.0, Motor Listrik Pertama di Indonesia

ALVA Raih Sertifikat INDI 4.0, Motor Listrik Pertama di Indonesia

Dalam kunjungan ke fasilitas produksi ALVA, Setia Diarta menilai keseriusan perusahaan dalam membangun ekosistem smart manufacturing yang komprehensif. Fasilitas tersebut mengintegrasikan sistem digital pada lini produksi, pengendalian kualitas berbasis data, hingga manajemen rantai pasok terotomatisasi.

Yang menjadi nilai diferensiasi signifikan adalah keberadaan pusat Research & Development (R&D) mandiri. Infrastruktur ini memungkinkan ALVA melakukan pengembangan teknologi internal, mulai dari optimasi sistem baterai, kalibrasi motor listrik, hingga pembaruan perangkat lunak kendaraan.

“Keberadaan R&D mandiri menunjukkan ALVA tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga inovasi berkelanjutan,” ujar Setia Diarta. Ia bahkan mendorong ALVA untuk melangkah ke tahap berikutnya sebagai kandidat National Lighthouse INDI 4.0 pada 2026.

INDI 4.0 bukan sekadar label administratif. Evaluasi mencakup lima pilar utama:

  1. Manajemen dan organisasi

  2. Orang dan budaya

  3. Produk dan layanan

  4. Teknologi

  5. Operasional pabrik

Dengan memperoleh sertifikat ini, ALVA dinilai telah memiliki fondasi digital yang kuat dalam integrasi data produksi, otomatisasi proses, hingga pengambilan keputusan berbasis analitik.

Bagi industri motor listrik nasional, pencapaian ini menjadi sinyal bahwa manufaktur kendaraan listrik Indonesia mampu memenuhi standar kesiapan transformasi digital setara perusahaan besar yang telah lama mapan.

Transformasi digital berdampak langsung pada konsistensi dan presisi produksi. Sistem manufaktur terdigitalisasi memungkinkan:

  • Monitoring kualitas secara real-time

  • Traceability komponen baterai dan motor

  • Pengurangan potensi human error

  • Peningkatan efisiensi energi produksi

Bagi konsumen, implikasinya adalah motor listrik dengan performa lebih stabil, daya tahan komponen lebih terukur, serta pembaruan teknologi yang lebih cepat diimplementasikan.

ALVA juga mengintegrasikan ekosistem Boost Charging Station dan layanan purna jual berbasis data, sehingga pengalaman kepemilikan kendaraan menjadi lebih terkontrol dan efisien.

Sertifikasi INDI 4.0 menempatkan ALVA dalam jalur menuju Champion INDI 4.0—tahapan strategis sebelum memperoleh status National Lighthouse, predikat bagi perusahaan yang menjadi acuan nasional dalam penerapan industri 4.0.

Jika berhasil, ALVA berpotensi melangkah lebih jauh sebagai Global Lighthouse, pengakuan internasional bagi perusahaan dengan implementasi manufaktur digital paling unggul.

Putu Swaditya Yudha menyatakan bahwa pencapaian ini memperkuat posisi ALVA sebagai pemain kunci dalam ekosistem elektrifikasi Indonesia. Menurutnya, adopsi teknologi digital bukan hanya soal efisiensi produksi, tetapi fondasi untuk menghadirkan solusi mobilitas berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan pasar domestik.

Dalam konteks percepatan kendaraan listrik, kesiapan manufaktur berbasis digital menjadi faktor krusial untuk memastikan skalabilitas produksi, peningkatan TKDN, dan daya saing global.

ALVA Raih Sertifikat INDI 4.0, Motor Listrik Pertama di Indonesia

ALVA Raih Sertifikat INDI 4.0, Motor Listrik Pertama di Indonesia

Dengan usia operasional kurang dari empat tahun, keberhasilan ALVA memenuhi standar INDI 4.0 menunjukkan bahwa pemain lokal mampu bergerak cepat membangun kapabilitas industri modern.

Langkah ini sekaligus menjadi referensi bagi pabrikan motor listrik lain di Indonesia untuk mempercepat transformasi digital dan meningkatkan standar manufaktur nasional.

Di tengah kompetisi global kendaraan listrik, sertifikasi INDI 4.0 bukan sekadar pencapaian simbolik. Ini adalah fondasi strategis menuju industri motor listrik Indonesia yang lebih presisi, terintegrasi, dan siap bersaing di panggung internasional.****

 

  • Penulis: Abimanyu
  • Editor: Dimas Lombardi

Baca Juga

expand_less