BYD Di-Space Zhengzhou, Museum NEV Pertama di Tiongkok dengan Konsep Imersif
- account_circle dennis
- calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
- visibility 100
- print Cetak

BYD Di-Space Zhengzhou: Museum Sains tentang NEV Pertama di Tiongkok, Hadirkan Edukasi dan Pengalaman Imersif untuk Publik
BYD Di-Space Zhengzhou: Museum NEV yang Mengajak Publik “Masuk” ke Masa Depan Mobilitas
BYD Di-Space Zhengzhou: Museum Sains tentang NEV Pertama di Tiongkok, Hadirkan Edukasi dan Pengalaman Imersif untuk Publik
OTOExpo.com , Jakarta – Di tengah derasnya narasi kendaraan listrik yang kerap terasa elitis dan teknokratis, BYD justru mengambil jalur berbeda. Alih-alih sekadar berbicara tentang angka penjualan atau klaim teknologi, pabrikan raksasa asal Tiongkok ini memilih mengajak publik masuk langsung ke dalam cerita besar mobilitas masa depan.
Caranya? Lewat BYD Di-Space Zhengzhou, sebuah museum sains New Energy Vehicle (NEV) pertama di Tiongkok yang dirancang bukan untuk dipandangi dari kejauhan, melainkan untuk dialami.
Berlokasi di Distrik Erqi, Zhengzhou, dan diresmikan pada 2024, Di-Space bukan museum dalam pengertian konvensional. Dengan pendekatan imersif berbasis pengalaman publik, ruang ini menjadi titik temu antara sejarah, sains, teknologi, dan imajinasi masa depan transportasi bebas emisi.
BYD mengalokasikan investasi sekitar 200 juta yuan untuk membangun Di-Space di atas lahan pameran seluas 15.000 meter persegi, ditambah area luar ruang mencapai 8.500 meter persegi. Skala ini menegaskan bahwa Di-Space bukan proyek simbolik, melainkan bagian strategis dari ekosistem energi baru BYD secara global.

BYD Di-Space Zhengzhou: Museum Sains tentang NEV Pertama di Tiongkok, Hadirkan Edukasi dan Pengalaman Imersif untuk Publik
Namun yang membuat Di-Space berbeda bukan hanya ukurannya, melainkan perannya. Museum ini diposisikan sebagai platform edukasi publik, tempat masyarakat umum dapat memahami teknologi NEV tanpa perlu latar belakang teknik atau industri otomotif.
“BYD Di-Space bukan hanya sekadar museum, tetapi juga wujud komitmen kami untuk menempatkan sejarah, sains, dan teknologi NEV dalam ruang publik,” ujar Eagle Zhao, President Director PT BYD Motor Indonesia.
Ia menambahkan bahwa literasi teknologi menjadi kunci percepatan adopsi kendaraan energi baru.
“Kami ingin masyarakat melihat masa depan mobilitas sebagai sesuatu yang dekat dan relevan, bukan eksklusif. Edukasi publik dan transparansi teknologi adalah fondasi penting dalam transisi energi,” jelasnya.
Perjalanan di BYD Di-Space dirancang layaknya narasi besar tentang mobilitas manusia. Empat lantai pameran dikurasi untuk membawa pengunjung memahami evolusi energi, inovasi teknologi, hingga masa depan kendaraan listrik.
Di lantai pertama, pengunjung diajak menelusuri sejarah energi transportasi global, sekaligus melihat bagaimana BYD menempatkan diri sebagai pionir NEV. Di sinilah mobil konsep BYD ET yang diperkenalkan pada 2004 tampil sebagai simbol awal perjalanan panjang BYD di dunia kendaraan listrik.
Pendekatan ini terasa relevan: memahami masa depan tanpa memahami masa lalu hanya akan melahirkan euforia sesaat.
Naik ke lantai dua dan tiga, pengalaman menjadi semakin imersif. Pengunjung dapat melihat simulasi proses manufaktur, memahami teknologi inti BYD seperti Blade Battery, e⁴ Platform, sistem suspensi cerdas Yun Nian, hingga Dual Mode (DM) generasi kelima. Semuanya dikemas interaktif, bukan dalam bahasa teknis yang kaku, tetapi visual dan naratif.
Salah satu instalasi paling menyita perhatian adalah Patent Waterfall, dinding visual yang menampilkan lebih dari 10.000 paten teknologi BYD. Bukan sekadar pamer kekuatan R&D, instalasi ini menjadi simbol transparansi inovasi, sesuatu yang sering luput dalam diskusi publik tentang kendaraan listrik.
Di lantai keempat, Di-Space bertransformasi menjadi ruang penemuan sains. Area ini dirancang fleksibel untuk berbagai kegiatan edukasi lintas generasi, mulai dari pelajar hingga komunitas teknologi. Di sinilah museum berfungsi sebagai public learning platform, bukan sekadar destinasi wisata.
Melengkapi keseluruhan pengalaman, BYD juga menghadirkan Naked-Eye 3D Folding Corner seluas 260 m², area plaza terbuka, aula multifungsi, serta ruang pamer seni dan komunitas. Di-Space bahkan dilengkapi showroom kendaraan BYD Group, memungkinkan pengunjung mengaitkan pemahaman teknologi dengan produk nyata yang siap digunakan di jalan raya.

BYD Di-Space Zhengzhou: Museum Sains tentang NEV Pertama di Tiongkok, Hadirkan Edukasi dan Pengalaman Imersif untuk Publik
Kehadiran BYD Di-Space memberi gambaran jelas tentang pendekatan BYD dalam membangun ekosistem NEV: tidak hanya lewat produk, tetapi lewat edukasi dan keterbukaan teknologi. Di tengah skeptisisme publik terhadap kendaraan listrik, strategi ini terasa cerdas dan berjangka panjang.
Alih-alih memaksa pasar percaya, BYD memilih mengajak masyarakat memahami. Dan dari pemahaman itulah, kepercayaan tumbuh secara alami.
Di-Space bukan sekadar museum. Ia adalah ruang hidup, tempat teknologi bertemu budaya, sains bertemu emosi, dan masa depan mobilitas tidak lagi terasa asing, melainkan sesuatu yang sudah mengetuk pintu hari ini.****
- Penulis: dennis
- Editor: RM.Dimas Wirawan
