Mercedes-Benz 1626L Euro 5 Made in Indonesia Ekspor Perdana dari Pabrik di Cikarang
- account_circle dimas
- calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
- visibility 244
- comment 0 komentar
- print Cetak

Mercedes-Benz 1626L Euro 5 Made in Indonesia Ekspor Perdana dari Pabrik di Cikarang
OTOExpo.com , Cikarang – Industri otomotif Tanah Air kembali mencetak tonggak sejarah. Daimler Commercial Vehicles Manufacturing Indonesia (DCVMI) resmi melepas unit perdana sasis bus Mercedes-Benz 1626L Euro 5 untuk ekspor.
Momen ini bukan sekadar seremoni biasa, tapi bukti nyata bahwa Indonesia semakin diperhitungkan dalam rantai pasok global otomotif.
Langkah ini juga menjadi realisasi janji DCVMI saat meresmikan pabrik barunya di Cikarang pada 10 Juni 2025 lalu.
Kala itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan pentingnya investasi strategis seperti yang dilakukan Daimler Truck untuk mendorong industrialisasi dan ekspor produk otomotif lokal.
Pabrik Cikarang: Kapasitas 5.000 Unit per Tahun
Fasilitas produksi DCVMI di Cikarang dibangun di atas lahan seluas 15 hektar dengan investasi sekitar Rp 500 miliar.

Pabrik ini bukan pabrik biasa teknologi manufakturnya sudah mengadopsi standar global Daimler Truck.
- Kapasitas produksi: hingga 5.000 unit sasis bus & truk Mercedes-Benz per tahun.
- Konsep manufaktur: lean manufacturing & smart production untuk efisiensi dan kualitas.
- Visi keberlanjutan: mendukung komunitas lokal sekaligus mengurangi jejak karbon.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa DCVMI tak hanya ingin memproduksi kendaraan, tetapi juga membangun ekosistem industri yang lebih modern dan ramah lingkungan.
Janji yang Ditepati
Sankaranarayanan Ramamurthi, Presiden Direktur DCVMI, mengungkapkan rasa bangganya:
“Saat peresmian pabrik, kami berjanji untuk menjadikan Cikarang sebagai basis ekspor. Hari ini, janji itu kami wujudkan. Pelepasan unit perdana ini bukti peran nyata Indonesia dalam memperkuat rantai pasok global Daimler.”
Senada dengan itu, Satyakam Arya, Managing Director & CEO Daimler India Commercial Vehicles (DICV), menambahkan bahwa ini adalah langkah awal transformasi Indonesia menjadi hub ekspor Daimler di kawasan ASEAN.
Dengan strategi harga kompetitif dan kualitas global, produk buatan Cikarang siap bersaing di pasar internasional.
Mercedes-Benz 1626L Euro 5: Spesifikasi dan Keunggulan
Model 1626L Euro 5 bukan sekadar sasis bus biasa. Dirancang khusus untuk pasar ekspor, kendaraan ini membawa berbagai fitur unggulan:
- Mesin belakang dengan standar emisi Euro 5, ramah lingkungan & efisien.
- Suspensi udara untuk kenyamanan optimal, cocok untuk bus jarak jauh.
- Sasis space frame yang lebih ringan dan kuat, mendukung efisiensi bahan bakar.
- Target kandungan lokal: sekitar 60% untuk bus lengkap, mendukung nilai tambah domestik.
Kombinasi teknologi tersebut memungkinkan bus ini memenuhi regulasi emisi ketat di pasar global, terutama negara-negara ASEAN.
Mengapa Strategi Ekspor Ini Penting?
Ekspor perdana ini tidak hanya menguntungkan DCVMI, tapi juga industri otomotif Indonesia secara keseluruhan.
Dengan menambah nilai ekspor dan memperkuat rantai pasok lokal, Indonesia semakin siap menjadi pemain penting di kancah global.
Beberapa manfaat strategis dari langkah ini antara lain:
- Peningkatan daya saing produk lokal: Produk dengan kualitas global namun diproduksi di Indonesia.
- Mendorong transfer teknologi: Standar produksi global membawa dampak positif bagi SDM lokal.
- Meningkatkan investasi asing: Bukti bahwa Indonesia layak menjadi basis manufaktur dan ekspor.
- Kontribusi ekonomi nasional: Melalui penyerapan tenaga kerja dan pajak ekspor.
Cikarang, Hub Baru Daimler di ASEAN
Visi jangka panjang DCVMI adalah menjadikan Cikarang sebagai pusat manufaktur dan ekspor di Asia Tenggara.
Dengan memanfaatkan posisi strategis Indonesia di jalur perdagangan ASEAN, DCVMI bisa menghemat biaya logistik dan mempersingkat rantai distribusi.
Hal ini juga sejalan dengan strategi global Daimler Truck untuk diversifikasi produksi, sehingga tidak bergantung hanya pada satu negara saja.
Pabrik Cikarang berperan sebagai titik kunci dalam mendukung ketahanan rantai pasok internasional.
Perluasan Ekspor dan Model Baru
Meskipun baru tahap awal, DCVMI menargetkan ke depannya akan ada lebih banyak model bus dan truk yang diproduksi di Cikarang untuk pasar ekspor.
Fokus utamanya adalah memenuhi kebutuhan domestik sekaligus membuka jalur ke negara-negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, Vietnam, dan bahkan pasar Timur Tengah.
Dengan keberhasilan ekspor perdana Mercedes-Benz 1626L Euro 5, langkah selanjutnya adalah memperluas portofolio ekspor dan meningkatkan kandungan lokal agar Indonesia semakin mandiri dalam industri kendaraan niaga.
Indonesia Siap Go Global
Peluncuran dan ekspor perdana sasis bus Mercedes-Benz 1626L Euro 5 dari pabrik Cikarang adalah bukti nyata Indonesia tidak lagi hanya sebagai pasar, tapi juga produsen global.

Keberhasilan ini adalah hasil sinergi investasi asing, dukungan pemerintah, serta SDM lokal yang mumpuni.
Dengan pabrik canggih, strategi ekspor yang matang, dan produk berstandar internasional, Indonesia semakin dekat dengan visinya sebagai pusat manufaktur otomotif berkelas dunia.***
.
.
- Penulis: dimas
