News
light
Beranda » Kendaraan » Xiaomi SU7 Ultra Bikin Geger Nürburgring: Mobil Listrik Mewah Ini Bukan Cuma Gaya, Tapi Ngebutnya Gila!

Xiaomi SU7 Ultra Bikin Geger Nürburgring: Mobil Listrik Mewah Ini Bukan Cuma Gaya, Tapi Ngebutnya Gila!

  • account_circle Abimanyu
  • calendar_month Ming, 15 Jun 2025
  • visibility 85

Xiaomi SU7 Ultra Bikin Geger Nürburgring: Mobil Listrik Mewah Ini Bukan Cuma Gaya, Tapi Ngebutnya Gila!

 

OTOExpo.com , Beijing –  Kalau kamu masih mikir mobil listrik itu cuma cocok buat ibu-ibu arisan atau buat irit bensin doang, Xiaomi SU7 Ultra baru aja ngasih tamparan telak di wajah skeptisisme itu.

Pada tanggal 12 Juni 2025, pabrikan teknologi asal Tiongkok ini resmi mengumumkan bahwa mobil listrik produksi massal mereka, Xiaomi SU7 Ultra, mencetak rekor baru di lintasan Nürburgring Nordschleife trek yang terkenal jadi “neraka hijau” untuk para petrolhead.

Catatan waktunya? 7 menit 4,957 detik. Gokil!

Nürburgring: Uji Nyali Para Raja Jalanan

Buat yang belum tahu, Nürburgring bukan sirkuit biasa. Ini semacam Hogwarts-nya dunia otomotif. Panjang lintasan 20 km lebih, tikungan tajam, tanjakan gila, dan cuaca yang bisa berubah tiap 2 km. Banyak supercar Eropa aja ngos-ngosan di sini.

Xiaomi SU7 Ultra Catat Waktu 7:04.957 di Nürburgring Nordschleife, Pecahkan Rekor Baru untuk Mobil Listrik Mewah

Jadi waktu Xiaomi bilang, “Hey, SU7 Ultra bisa nembus 7:04 di sini,” dunia otomotif langsung melongo. Mobil listrik? Buatan Cina? Produksi massal? Kok bisa?

Tiga Motor, 1.548 PS, 0–100 km/jam dalam 1,98 Detik

Xiaomi SU7 Ultra emang nggak main-main. Mesin utamanya pakai tiga motor listrik — dua motor V8 dan satu motor V6s, dengan tenaga total 1.548 PS. Itu udah level jet tempur kalau dibawa ke jalanan Jakarta.

Akselerasi 0–100 km/jam cuma 1,98 detik (dengan rollout 1 foot), dan top speed-nya? Lebih dari 350 km/jam. Iya, mobil ini bisa bikin kecepatan 120 km/jam terasa kayak naik bajaj.

Teknologi Serius: Dari Torque Vectoring Sampai Aerodinamika Super Rapi

Rekor ini bukan cuma soal tenaga gede, tapi juga soal pengendalian dan efisiensi lintasan. Xiaomi menyematkan teknologi kontrol torsi canggih alias chassis torque-vectoring control, plus desain aerodinamis yang dioptimalkan untuk kecepatan tinggi.

Gabungkan itu semua dengan baterai performa tinggi dan sistem manajemen suhu ekstrem, dan kamu dapat mobil yang bukan cuma kencang di datasheet, tapi juga di lintasan nyata.

Kerja Sama Premium dengan Nürburgring: Ada Tikungan Bernama “Xiaomi Curve”

Yang lebih menarik, Xiaomi nggak cuma datang, ngebut, lalu pulang. Mereka resmi kerja sama jangka panjang dengan Nürburgring. Bahkan sekarang, ada satu tikungan di lintasan Grand Prix yang dinamai “Xiaomi Curve.”

Yes, Xiaomi sekarang punya “monumen” sendiri di sirkuit legendaris Jerman itu. Bukan sekadar branding, tapi bukti bahwa mereka ingin terlibat serius dalam pengembangan kendaraan performa tinggi.

Mereka juga resmi bergabung dengan Industry Pool Nürburgring, klub eksklusif tempat mobil-mobil dari BMW, Porsche, Mercedes-Benz, dan nama-nama top lainnya menguji teknologi terbaru.

Dari Jalanan ke Lintasan, Xiaomi Siap Tantang Tesla dan Porsche

Langkah ini menunjukkan bahwa Xiaomi EV nggak cuma pengen ambil segmen bawah atau pasar domestik.

Dengan SU7 Ultra dan prestasinya di Nürburgring, mereka secara tidak langsung mengajak adu performa langsung ke Tesla Model S Plaid dan Porsche Taycan Turbo S.

Dan lihat hasilnya: Tesla belum tembus waktu ini di Nürburgring, bahkan versi track package sekalipun. Sementara Porsche? Perlu model Taycan GT hardcore untuk bersaing.

Xiaomi benar-benar bikin pernyataan besar: kami bukan anak baru yang main di pinggiran, kami langsung ke pusat pertarungan.

Ada yang Masih Remehkan Mobil Listrik dari Cina?

Kritik terhadap mobil Cina udah kayak soundtrack abadi di dunia otomotif. Mulai dari build quality yang katanya jelek, desain yang dibilang jiplak, sampai teknologi yang nggak bisa dipercaya.

Tapi dengan catatan ini, Xiaomi nunjukin bahwa mereka bukan cuma bisa bikin smartphone atau TV. Mereka bisa bikin mobil listrik performa tinggi yang bisa malu-maluin brand besar Eropa dan Amerika.

Kalau ini bukan revolusi, kita harus cari definisi baru untuk kata itu.

Xiaomi SU7 Ultra Catat Waktu 7:04.957 di Nürburgring Nordschleife, Pecahkan Rekor Baru untuk Mobil Listrik Mewah

Mobil Listrik Sekarang Bukan Cuma Soal Emisi Tapi Emosi!

Xiaomi SU7 Ultra adalah bukti bahwa mobil listrik nggak harus membosankan. Mereka bisa secepat supercar, setajam pisau cukur di tikungan, dan sekaligus tetap ramah lingkungan.

Tapi lebih dari itu, Xiaomi juga menunjukkan bahwa era dominasi brand lama di dunia performa sedang digoyang. Yang dulu dikuasai oleh Ferrari, Porsche, atau Tesla, kini harus rela berbagi spotlight sama anak baru dari Beijing.

Selamat datang di masa depan  di mana torsi instan, akselerasi brutal, dan efisiensi tinggi bukan cuma milik Silicon Valley, tapi juga Zhongguancun.

Kalau kamu penggemar otomotif, kamu wajib pantau Xiaomi SU7 Ultra ini. Karena siapa tahu, yang parkir di garasi kamu tahun depan bukan lagi SUV Jepang, tapi mobil listrik Tiongkok yang bisa ngebut lebih cepat dari Ferrari kamu. ***

.

.

.

.

.

.

  • Penulis: Abimanyu

✈︎ Random Artikel

expand_less