News
light
Beranda » National » Wuling Menang Dua Penghargaan Sekaligus di Satria Brand Award 2025

Wuling Menang Dua Penghargaan Sekaligus di Satria Brand Award 2025

  • account_circle Abimanyu
  • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
  • visibility 105

Wuling Menang Dua Penghargaan Sekaligus di Satria Brand Award 2025

Wuling Mendapat Dua Penghargaan Bergengsi dalam Ajang Satria Brand Award (SBA) 2025

 

 

OTOExpo.com ,Semarang –  “Sejak awal, kami berkomitmen menghadirkan kendaraan listrik yang mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” ujar Brian Gomgom, Brand Communication Senior Manager Wuling Motors.

Kata-kata itu terdengar indah  hampir seperti puisi industri. Namun kalau kita tarik sedikit lebih dalam, keberhasilan Wuling ini juga menyimpan ironi kecil:

Merek asal Tiongkok-lah yang justru paling cepat membaca denyut hati konsumen Indonesia sesuatu yang produsen Eropa dan Jepang masih coba pahami.

Air ev, sejak diluncurkan pada 2022, memang bukan mobil listrik paling canggih. Tapi ia realistis, sederhana, dan jujur dalam tujuannya: memberi akses pada mobil listrik tanpa menuntut eksklusivitas.

Harga mulai dari sekitar Rp243 juta untuk varian Lite hingga Rp299 juta untuk varian Long Range (2025), membuatnya tetap menjadi EV termurah di segmennya bahkan setelah muncul pesaing dari Jepang dan Korea.

Dan kini, dengan penghargaan Best Urban Electric Vehicle of The Year, Wuling seakan menjawab dengan elegan: “Kami bukan cuma murah, kami juga layak diakui.”

Urban Mobility yang Benar-benar Urban

Di kota seperti Jakarta, Semarang, atau Denpasar  di mana jarak antar destinasi jarang melebihi 30 km,  Air ev memang terasa pas.

Tenaga cukup, dimensi mungil, radius putar kecil, dan biaya operasional yang menggelitik logika: Rp29.000–Rp45.000 untuk jarak tempuh 200–300 km.

Bandingkan dengan mobil bensin kecil yang butuh Rp150.000–Rp200.000 untuk jarak serupa. Rasanya seperti “menukar bensin dengan pulsa.”

Namun, Air ev bukan tanpa cela.

Baterainya berkapasitas kecil, waktu pengisian yang masih relatif lama (sekitar 8 jam dengan charger rumah), dan ruang bagasi yang terbatas membuatnya lebih cocok sebagai kendaraan sekunder, bukan utama.

Tapi justru di situlah kejujuran produk ini: ia tidak berusaha jadi SUV, ia tahu dirinya city car.

Desain, Warna, dan Sentuhan “Rasa”

Untuk versi 2025, Wuling New Air ev tampil makin berani.

Warna Starry Black memberi kesan elegan, sementara interior Tamarind Sunset  terinspirasi dari warna asam jawa membawa kehangatan unik yang jarang ditemukan pada mobil sekelasnya.

Ada juga desain wheel cap baru yang lebih aerodinamis, dan dua varian Pro dan Lite  yang memungkinkan konsumen memilih sesuai kebutuhan dan gaya hidup.

Dalam industri yang sering terlalu serius, Wuling tampak seperti satu-satunya pemain yang berani “bercanda”.
Ia menawarkan desain lembut, warna berani, dan nama varian yang terasa akrab.

Itulah mengapa masyarakat Indonesia, terutama di kota menengah seperti Semarang, Solo, atau Palembang, mudah jatuh cinta padanya.

Dua Gelar, Satu Pesan

Dua penghargaan dari Satria Brand Award 2025 bukan sekadar plakat di dinding kantor. Ia adalah validasi dari publik  terutama dari Jawa Tengah, wilayah yang sering disebut sebagai “cermin pasar otomotif Indonesia sebenarnya.”

Dengan penghargaan Pioneer of Electric Vehicle of The Year, Wuling menegaskan bahwa keberanian mereka di 2022 bukan sekadar langkah nekat, tapi keputusan strategis.

Sementara Best Urban Electric Vehicle of The Year untuk Air ev adalah pengakuan bahwa visi “Your Everyday Vehicle” bukan sekadar tagline tapi kenyataan di jalan raya.

Namun, seperti pepatah Italia: “Tak ada mahkota tanpa berat.” Dominasi Wuling juga menimbulkan pertanyaan:

Apakah pasar mobil listrik Indonesia akan terlalu cepat dimonopoli oleh satu merek? Apakah merek lain hanya akan jadi pengikut, bukan pesaing sejati?

Karena tanpa kompetisi, inovasi bisa kehilangan arah. Dan di dunia otomotif, kehilangan arah adalah dosa besar.

Pada akhirnya, kemenangan Wuling di Satria Brand Award 2025 bukan hanya soal prestasi merek. Ia adalah refleksi zaman di mana transisi energi mulai nyata, meski masih tertatih.

Air ev mungkin bukan mobil listrik paling kuat, tapi mungkin yang paling jujur: kecil, efisien, dan apa adanya.

Seperti kata salah satu penggemar Wuling di Semarang yang kami temui di sela acara,

“Kalau listrik adalah masa depan, mungkin Wuling sudah lebih dulu hidup di sana.

  • Penulis: Abimanyu
  • Editor: Dimas Lombardi

✈︎ Random Artikel

expand_less