News
light
Beranda » Kendaraan » Truk Sampah Milik Pemkab Bekasi Harus Diperbanyak

Truk Sampah Milik Pemkab Bekasi Harus Diperbanyak

  • account_circle Magoh
  • calendar_month Kam, 10 Okt 2019
  • visibility 135

Truk Sampah Milik Pemkab Bekasi Harus Diperbanyak

 

OTOExpo.com – Jumlah armada truk sampah milik Pemkab Bekasi yang hanya 111 unit jelas sangat tidak memadai untuk menangani produksi sampah harian yang mencapai sekitar 2.400 ton per hari.

Dengan hanya 850–1.000 ton sampah yang bisa diangkut per hari, sisanya berceceran atau masuk TPS liar dan sungai, sehingga menyebabkan tumpukan tak terangkut.

Idealnya, untuk melayani penduduk 3,9 juta di 23 kecamatan, Bekasi seharusnya punya minimal 320 armada truk agar pengelolaan lebih optimal dan tidak “keteteran” seperti kondisi sekarang

Dengan jumlah armada truk yang dimiliki saat ini, hanya mampu mengangkut sampah sebanyak 850 ton per hari. “Masih butuh tiga kali lipat dari armada saat ini.” ungkap Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Dodi Agus Supriyanto.

Truk Sampah Milik Pemkab Bekasi Harus Diperbanyak

pic . istimewa

“Itu menjadi penyebab banyak tumpukan sampah. Di lokasi ini sampahnya diangkut, tetapi di titik lainnya tidak terangkut,” terangnya.

Realita Krisis Sampah di Bekasi

Keterbatasan truk sampah ini berdampak fatal: penumpukan di TPS, pinggir jalan, bahkan sampai ke kali. Hanya sekitar sepertiga sampah yang bisa sampai ke TPA Burangkeng setiap hari, sisanya seringkali dibiarkan begitu saja, meski ada upaya dari 1.112 petugas kebersihan yang tersebar tiap kecamatan.

Jumlah bank sampah sudah mencapai 170 unit, tetapi solusi ini belum cukup menahan ledakan sampah rumah tangga, pedagang kaki lima, dan limbah lainnya.

Efek Kekurangan Armada dan Biaya

Armada yang minim membuat satu kecamatan hanya dilayani tiga hingga empat truk dengan biaya operasional mencapai Rp 40 miliar per tahun—jumlah yang ternyata belum cukup untuk pembelian BBM, pemeliharaan, dan gaji petugas.

Belum lagi TPA Burangkeng yang saat ini telah melebihi kapasitas (overload), membuat distribusi sampah makin tidak terkendali. Perluasan lahan TPA menjadi prioritas, termasuk rencana pengembangan hingga 35 hektar, dari sebelumnya hanya 11,6 hektar.

“Prioritas kita saat ini menangani sampah di TPA yang sudah overload dulu, lahan sudah tidak ada. Kita konsentrasi pengadaan lahan dulu,” pungkasnya.

Truk Sampah Milik Pemkab Bekasi Harus Diperbanyak

pic. Istimewa

Perlunya Solusi dan Investasi Serius

Produksi sampah Kabupaten Bekasi yang meningkat tiap tahun serta tekanan pelayanan publik mendesak Pemkab untuk menambah armada minimal tiga kali lipat dari kondisi sekarang.

Tanpa langkah konkret penambahan armada, petugas, dan sarana pengolahan, ancaman krisis lingkungan dan pencemaran akan makin nyata, sebab sungai serta lingkungan permukiman rawan jadi tempat pembuangan liar.

Alternatif Penanganan

Di luar menambah armada, pemerintah daerah juga mulai merintis program pengolahan sampah menjadi energi listrik melalui PSEL  (Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik)—upaya penting untuk mengurangi beban TPA tradisional dan memberi nilai tambah dari sistem pengelolaan modern.

Namun untuk menuju ke sana, butuh investasi, sinergitas lintas instansi, dan partisipasi aktif masyarakat dalam memilah dan mengurangi sampah sejak dari sumbernya.

Kekurangan armada pengangkut hanyalah salah satu tanda warning: Bekasi harus bergerak cepat, sebelum tumpukan sampah menimbulkan masalah lingkungan dan sosial yang jauh lebih mahal untuk diperbaiki di kemudian hari.***

  • Penulis: Magoh

✈︎ Random Artikel

expand_less