Berita
light_mode
Beranda » National » Tak Sekadar Produksi Truk, Hino Turun ke Kampus: Simulator Transmisi Dihadirkan untuk Cetak Insinyur Masa Depan

Tak Sekadar Produksi Truk, Hino Turun ke Kampus: Simulator Transmisi Dihadirkan untuk Cetak Insinyur Masa Depan

  • account_circle Magoh
  • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
  • visibility 110
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Hino Indonesia Perkuat Pendidikan Vokasi Lewat CSR di Universitas Udayana

Hino Perkuat Pendidikan Vokasi Bersama Universitas Udayana Lewat Program CSR Simulator Transmisi Dan Komponen Utama Mesin

OTOExpo.com , Jakarta –  Di balik riuhnya jalan raya dan dentuman mesin kendaraan niaga, ada satu fondasi penting yang kerap luput dari sorotan: pendidikan vokasi.

Di sanalah masa depan industri otomotif dirancang, bukan di atas kertas, melainkan lewat praktik langsung. Kesadaran inilah yang kembali ditegaskan Hino Indonesia melalui langkah konkret di dunia akademik.

Bertepatan dengan peringatan 43 tahun kehadiran Hino di Indonesia, PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) Tahun Fiskal 2025 kepada Universitas Udayana, Bali.

Bukan sekadar seremoni simbolis, Hino membawa perangkat pembelajaran yang benar-benar dibutuhkan mahasiswa teknik: satu unit simulator transmisi lengkap dengan komponen utama mesin 5C.

Langkah ini menjadi penanda bahwa kolaborasi industri dan perguruan tinggi tak lagi bisa bersifat seremonial. Dunia kerja menuntut kesiapan nyata, dan ruang kelas harus mampu menjawabnya.

Serah terima bantuan dilakukan langsung oleh Presiden Direktur HMMI, Hiroshi Terawaki, kepada Dekan Fakultas Teknik Universitas Udayana, Prof. Ir. Linawati, M.Eng.Sc., Ph.D., IPU. Komponen yang diserahkan bukan replika, melainkan bagian aktual dari mesin kendaraan Hino yang diproduksi di Indonesia.

Adapun perangkat yang diterima meliputi cylinder block, cylinder head, connecting rod, camshaft, dan crankshaft komponen inti yang menjadi “jantung” mesin diesel.

Dengan perangkat ini, mahasiswa tidak lagi hanya mempelajari teori kerja mesin, tetapi dapat memahami struktur, fungsi, dan keterkaitan antar komponen secara langsung.

Dalam konteks pendidikan teknik, ini adalah lompatan penting. Simulator transmisi memungkinkan mahasiswa mempelajari sistem pemindah tenaga secara visual dan mekanis, sesuatu yang sulit dicapai hanya lewat buku atau presentasi.

Hino Perkuat Pendidikan Vokasi Bersama Universitas Udayana Lewat Program CSR Simulator Transmisi Dan Komponen Utama Mesin

Hino Perkuat Pendidikan Vokasi Bersama Universitas Udayana Lewat Program CSR Simulator Transmisi Dan Komponen Utama Mesin

Hiroshi Terawaki menegaskan bahwa program ini bukan sekadar donasi, melainkan bagian dari visi jangka panjang Hino di Indonesia.

“Melalui dukungan terhadap pendidikan vokasi ini, kami berharap terbangun sinergi yang berkelanjutan antara dunia industri dan perguruan tinggi. Ini merupakan wujud komitmen Hino dalam mencetak lulusan unggul yang siap mendukung pembangunan nasional,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan satu hal: industri tidak bisa berjalan sendiri. Tanpa sumber daya manusia yang kompeten dan siap pakai, pertumbuhan hanya akan menjadi angka di laporan tahunan.

Menariknya, seluruh komponen yang diserahkan merupakan hasil produksi pabrik Hino di Purwakarta, Jawa Barat. Komponen tersebut memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen, menegaskan peran Hino dalam memperkuat ekosistem manufaktur nasional.

Tak hanya itu, mesin 5C yang menjadi basis pembelajaran telah dirancang untuk memenuhi standar emisi EURO 4, regulasi yang berlaku di Indonesia sejak April 2022.

Artinya, mahasiswa tidak hanya belajar teknologi mesin diesel konvensional, tetapi juga memahami tantangan efisiensi dan emisi yang menjadi isu global industri otomotif saat ini.

Dengan kata lain, materi praktik yang dipelajari di kampus sudah relevan dengan kebutuhan industri hari ini—bahkan esok.

Bagi Hino, pendidikan vokasi adalah investasi jangka panjang yang nilainya tak selalu tercatat dalam laporan keuangan. Namun dampaknya nyata: lulusan yang lebih siap kerja, transisi industri yang lebih mulus, dan ekosistem otomotif yang berkelanjutan.

Bagi Universitas Udayana, kehadiran simulator dan komponen mesin ini memperkuat peran kampus sebagai ruang pembelajaran aplikatif, bukan sekadar akademik.

Mahasiswa dapat mengasah logika teknik, memahami standar industri, dan membangun kepekaan terhadap teknologi aktual yang digunakan di lapangan.

Di tengah percepatan teknologi otomotif dan tuntutan industri yang semakin spesifik, kolaborasi seperti ini menjadi semakin relevan. Hino Indonesia menunjukkan bahwa kontribusi terhadap pendidikan tidak harus bersifat retoris.

Cukup dengan membawa pabrik ke kampus dan membiarkan mahasiswa belajar langsung dari denyut mesin sesungguhnya.*****

  • Penulis: Magoh
  • Editor: Dimas Lombardi

Baca Juga

expand_less