Berita
light_mode
Beranda » Kendaraan » Suzuki Bikin IIMS 2026 Makin “Gila”: Bukan Cuma Motor, Tapi Mesin Tempel Kapal Ikut Dijual!

Suzuki Bikin IIMS 2026 Makin “Gila”: Bukan Cuma Motor, Tapi Mesin Tempel Kapal Ikut Dijual!

  • account_circle Abimanyu
  • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
  • visibility 65
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Suzuki di IIMS 2026 Hadirkan Burgman Street 125 EX, V-Strom 250 SX, dan Mesin Tempel DF20A

MENYAKSIKAN DAN BERTRANSAKSI PRODUK RODA DUA DAN MESIN TEMPEL KAPAL SUZUKI DALAM BOOTH IIMS 2026

OTOExpo.com , Jakarta –  Bicara soal pameran otomotif, biasanya pengunjung hanya fokus pada mobil baru, motor konsep, atau promo kredit yang menggoda. Namun di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, Suzuki datang dengan strategi yang terasa berbeda dan lebih “menyerang”: menghadirkan solusi mobilitas lengkap, bukan hanya di jalan raya, tetapi juga di perairan.

Lewat kehadiran PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) di IIMS 2026 yang berlangsung pada 5–15 Februari 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Suzuki memperlihatkan dirinya sebagai salah satu brand otomotif yang paling serius membangun ekosistem lintas segmen.

Di satu area pameran, Suzuki membawa produk roda dua sekaligus mesin tempel kapal (marine outboard)—kombinasi yang jarang bahkan nyaris tidak ada dari kompetitor.

Ini bukan sekadar display. Suzuki menegaskan bahwa produk-produk tersebut bisa disaksikan sekaligus ditransaksikan langsung selama pameran.

MENYAKSIKAN DAN BERTRANSAKSI PRODUK RODA DUA DAN MESIN TEMPEL KAPAL SUZUKI DALAM BOOTH IIMS 2026

MENYAKSIKAN DAN BERTRANSAKSI PRODUK RODA DUA DAN MESIN TEMPEL KAPAL SUZUKI DALAM BOOTH IIMS 2026

Untuk segmen roda dua, Suzuki menempatkan dua model andalan di Hall A, yaitu:

Burgman Street 125 EX menjadi representasi Suzuki dalam membaca kebutuhan urban modern: pengendara butuh skutik yang nyaman, irit, praktis, tapi tetap punya aura premium.

Secara karakter, Burgman Street 125 EX bermain di area skutik “executive commuter”. Dimensinya besar dan ergonominya dibuat untuk mengakomodasi riding position santai, cocok untuk kondisi lalu lintas perkotaan yang stop-and-go.

Model ini juga menarik karena punya positioning yang cukup unik: lebih nyaman dari skutik entry-level biasa, tetapi tidak semahal skutik premium 150–160 cc yang harganya makin naik.

Menurut Teuku Agha, 2W Sales & Marketing Department Head PT SIS, Burgman Street 125 EX dipilih karena menjadi salah satu motor yang paling diminati untuk kebutuhan produktivitas harian masyarakat.

Di IIMS 2026, Suzuki ingin pengunjung tidak hanya melihat spesifikasi di brosur, tetapi mengeksplorasi langsung bentuk bodi, ergonomi jok, hingga detail finishing yang menjadi nilai jual Burgman.

Kalau Burgman Street 125 EX menyasar pengendara urban, maka V-Strom 250 SX ditujukan untuk rider yang mengincar touring dan eksplorasi jarak jauh.

V-Strom 250 SX bukan adventure besar dengan bobot ekstrem, tetapi lebih ke konsep adventure entry-mid: cukup tangguh untuk perjalanan luar kota, tetapi tetap realistis untuk dipakai harian.

Inilah yang membuatnya relevan di Indonesia. Banyak pengendara ingin motor adventure, tapi tetap butuh yang mudah dikendalikan, tidak terlalu berat, dan tidak menguras biaya operasional.

Suzuki membawa V-Strom 250 SX ke IIMS 2026 sebagai “alat pembuktian” bahwa segmen adventure 250 cc masih sangat hidup, terutama di kalangan rider muda yang hobi riding lintas kota.

Yang paling mencuri perhatian justru datang dari sisi marine. Suzuki menghadirkan mesin tempel DF20A, dipasang pada rubber boat, sebagai showcase nyata teknologi outboard Suzuki.

DF20A bukan sekadar mesin tempel biasa. Suzuki menonjolkan teknologi Battery-Less Electronic Fuel Injection (EFI) yang menjadi poin teknis penting.

Teknologi ini memungkinkan:

  • mesin lebih mudah menyala tanpa ketergantungan baterai

  • idle lebih stabil dan halus

  • respons akselerasi lebih cepat

  • efisiensi konsumsi bahan bakar meningkat

  • emisi lebih terkendali dibanding sistem karburator konvensional

Dalam konteks Indonesia, teknologi Battery-Less EFI punya nilai besar karena banyak pengguna mesin tempel beroperasi di area terpencil, di mana baterai atau sistem kelistrikan tambahan bisa menjadi titik lemah.

Aceng Ulumudin, Department Head Suzuki Marine PT SIS, menegaskan DF20A dirancang untuk mendukung kebutuhan berbagai sektor: dari operasional harian, logistik, sampai aktivitas leisure.

Suzuki juga menekankan aspek yang sering dilupakan dalam industri mesin tempel: purna jual.

Untuk Suzuki Marine, mereka mengklaim sudah memiliki:

  • 14 bengkel resmi

  • 69 bengkel mitra Suzuki Marine

Jaringan ini krusial, karena mesin tempel kapal bukan barang yang dibeli hanya untuk dipakai sesekali. Banyak unit digunakan untuk operasional intensif, sehingga perawatan berkala dan ketersediaan spare part menjadi faktor penentu.

MENYAKSIKAN DAN BERTRANSAKSI PRODUK RODA DUA DAN MESIN TEMPEL KAPAL SUZUKI DALAM BOOTH IIMS 2026

MENYAKSIKAN DAN BERTRANSAKSI PRODUK RODA DUA DAN MESIN TEMPEL KAPAL SUZUKI DALAM BOOTH IIMS 2026

Di IIMS 2026, Suzuki tidak sekadar ikut pameran. Mereka membangun positioning yang sulit ditiru: brand mobilitas lintas medan.

Dengan menghadirkan Burgman Street 125 EX, V-Strom 250 SX, hingga mesin tempel DF20A, Suzuki menegaskan bahwa kebutuhan konsumen Indonesia bukan hanya soal kendaraan darat, tetapi juga mobilitas air—baik untuk gaya hidup maupun kebutuhan operasional.

Jika strategi ini konsisten, Suzuki bukan cuma tampil sebagai pabrikan otomotif, melainkan sebagai pemain mobilitas terpadu yang benar-benar relevan untuk karakter geografis Indonesia.****

  • Penulis: Abimanyu
  • Editor: RM.Dimas Wirawan

Berita Menarik Lainnya

expand_less