News
light
Beranda » Kendaraan » Suzuki Access 125, Yamaha Filano, dan Letbe Neon Bicara Soal Gaya Dan Rasionalitas

Suzuki Access 125, Yamaha Filano, dan Letbe Neon Bicara Soal Gaya Dan Rasionalitas

  • account_circle Abimanyu
  • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
  • visibility 161

Suzuki Access 125 vs Yamaha Filano vs Letbe Neon 125 Skutik 125 cc, Gaya Hidup atau Logika?

Perbandingan mendalam Suzuki Access 125, Yamaha Filano, dan Letbe Neon 125. Dari desain, performa, fitur hingga nilai kepemilikan. Skutik 125 cc mana paling relevan untuk urban modern?

OTOExpo.com , Jakarta –  Di tengah padatnya lalu lintas kota dan ritme hidup urban yang tak pernah benar-benar berhenti, skutik 125 cc menjadi semacam alat hidup. Ia bukan sekadar kendaraan, melainkan perpanjangan dari gaya, kebiasaan, dan cara berpikir pengendaranya.

Di segmen inilah Suzuki Access 125, Yamaha Filano, dan Letbe Neon 125 berdiri di titik yang sama namun berjalan ke arah yang berbeda.

Ketiganya membawa narasi masing-masing. Ada yang mengedepankan kenyamanan dan rasionalitas, ada yang bermain di wilayah estetika dan emosi, dan ada pula yang mencoba tampil sebagai wajah baru dengan pendekatan modern.

Suzuki Access 125

Suzuki Access 125 selalu terasa seperti motor yang “tidak ingin ribut, tapi tahu diri”. Dimensinya besar untuk kelas 125 cc, joknya lebar, dan ergonominya dibuat untuk satu tujuan utama: nyaman dipakai setiap hari, tanpa drama.

Mesin 124 cc SOHC injeksi miliknya tidak mengejar sensasi meledak-ledak. Tenaga sekitar 8,7 PS dan torsi mendekati 10 Nm disalurkan dengan karakter halus, stabil, dan mudah dikontrol. Di lalu lintas padat, karakter ini justru menjadi nilai lebih—responsnya jinak, getaran minim, dan konsumsi bahan bakar tetap terjaga.

“Access 125 dirancang untuk pengguna yang menginginkan keseimbangan antara kenyamanan, efisiensi, dan keandalan jangka panjang,” ujar salah satu teknisi Suzuki yang terlibat dalam pengembangan produk 125 cc untuk pasar Asia.

Access 125 jelas bukan motor untuk pamer gaya, tetapi justru kuat sebagai partner mobilitas rasional.

Spesifikasi Kunci Suzuki Access 125:

  • Mesin: 124 cc, SOHC, 4-tak, injeksi SEP

  • Tenaga / Torsi: ~8,3–8,7 PS / 10,2 Nm

  • Transmisi: CVT otomatis

  • Dimensi: 1.835 × 690 × 1.155 mm

  • Konsumsi BBM: ~57 km/l (klaim)

  • Fitur: LED headlamp, soket USB, bagasi luas, CBS (Combi Brake System)

Access 125 jadi jembatan antara efisiensi tinggi dan kemudahan handling, ideal bagi komuter harian yang mencari kenyamanan serta konsumsi bahan bakar efisien tanpa kompromi.

Yamaha Filano

Berbeda nada, Yamaha Filano datang dengan pendekatan emosional. Desain retro-modern menjadi senjata utama, dengan garis bodi membulat, warna-warna lembut, dan detail visual yang terasa “dipikirkan”.

Mesin 125 cc miliknya menawarkan tenaga sekitar 9 PS dengan karakter responsif di putaran bawah. Di kondisi stop-and-go perkotaan, Filano terasa ringan, lincah, dan mudah diajak bermanuver. Efisiensi BBM-nya pun berada di atas rata-rata, terutama untuk penggunaan harian jarak pendek hingga menengah.

Suzuki Access 125, Yamaha Filano, dan Letbe Neon Bicara Soal Gaya Dan Rasionalitas

Suzuki Access 125, Yamaha Filano, dan Letbe Neon Bicara Soal Gaya Dan Rasionalitas

Filano jelas menyasar pengguna yang melihat motor bukan hanya sebagai alat, tetapi juga representasi gaya hidup. Ia cocok untuk mereka yang ingin tampil berbeda, tanpa harus mengorbankan fungsi dasar sebuah skutik harian.

Spesifikasi Kunci Yamaha Filano 125:

  • Mesin: 125 cc, SOHC, Blue Core hybrid mild

  • Tenaga: 6,1 kW @ 6.500 rpm

  • Torsi: 10,4 Nm @ 5.000 rpm

  • Transmisi: CVT otomatis

  • Fitur: Smart Key, LED lamp, hazard lamp, Y-Connect support

  • Konsumsi BBM: ~40-50 km/l tergantung gaya berkendara

Yamaha Filano tampil sebagai skuter lifestyle premium yang memikat dari sisi desain dan fitur, terutama berkat karakter hybridnya yang memberikan sedikit tenaga tambahan serta teknologi konektivitas.

Letbe Neon 125

Sebagai pemain yang lebih muda, Letbe Neon 125 memilih jalur berbeda. Desainnya futuristik, panel instrumennya digital, dan pendekatan visualnya terasa lebih dekat dengan generasi urban yang tumbuh bersama layar dan teknologi.

Secara teknis, Neon 125 bermain di spesifikasi yang kompetitif tenaga di kisaran 8,5 hingga 9 PS, transmisi CVT, dan efisiensi BBM yang masih masuk akal untuk penggunaan harian. Namun yang paling menonjol bukan angka, melainkan identitas.

Letbe tidak mencoba meniru, melainkan membangun karakter sendiri. Tantangannya tentu ada pada jaringan purnajual dan kepercayaan pasar, sesuatu yang hanya bisa dibuktikan oleh waktu.

Suzuki Access 125, Yamaha Filano, dan Letbe Neon Bicara Soal Gaya Dan Rasionalitas

Suzuki Access 125, Yamaha Filano, dan Letbe Neon Bicara Soal Gaya Dan Rasionalitas

Spesifikasi Letbe Neon 125
(catatan: karena keterbatasan data resmi Indonesia tersedia, rancangan ini berdasarkan platform engine 125cc umum dan positioning merek LSI tech scooter):

  • Mesin: 125 cc, SOHC, injeksi

  • Tenaga: ~8-9 PS

  • Torsi: ~9-10 Nm

  • Transmisi: CVT otomatis

  • Fitur: Keyless, lampu LED, USB, hazard lamp, soket USB, bagasi luas, CBS (Combi Brake System),

  • Fokus: teknologi IoT, dashboard interaktif, ergonomi urban

Kesimpulan:  Letbe Neon 125 memosisikan dirinya sebagai skuter yang kuat di ranah teknologi, cocok bagi mereka yang mengutamakan smart riding experience di era digital.

Jika ditarik benang merahnya, perbandingan ini bukan soal siapa paling kencang atau paling irit semata.

  • Suzuki Access 125 cocok untuk mereka yang mengutamakan kenyamanan, kepraktisan, dan ketenangan jangka panjang.

  • Yamaha Filano berbicara pada konsumen yang ingin motor sebagai bagian dari identitas visual dan gaya hidup urban.

  • Letbe Neon 125 hadir sebagai opsi segar bagi mereka yang ingin tampil beda dan tidak takut mencoba hal baru.

Di segmen skutik 125 cc, pilihan terbaik bukan selalu yang paling populer, melainkan yang paling relevan dengan cara hidup pengendaranya. Dan di titik itulah, ketiga motor ini menemukan alasan keberadaannya masing-masing.****

  • Penulis: Abimanyu
  • Editor: RM.Dimas Wirawan

✈︎ Random Artikel

expand_less